Javascript must be enabled to continue!
Paradigma Ekologis Masyarakat Banjar Terhadap Keberadaan Sungai di Kalimantan Selatan
View through CrossRef
Islam menjadi identitas atau ciri dari masyarakat Banjar yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupannya, diantaranya aspek pemeliharaan sungai. Hampir semua wilayah di provinsi Kalimantan Selatan mempunyai sungai dan sebagian masyarakat Banjar bertempat tinggal di bantaran atau tepian sungai. Kondisi sungai yang memprihatinkan di beberapa kawasan seperti sungai-sungai yang terdapat di kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar. Air sungai tidak lagi sehat untuk dikonsumsi karena dipenuhi sampah dan limbah pertambangan, dan umumnya sungai mengalami pendangkalan. Kondisi ini begitu paradoks dengan ajaran Islam yang memerintahkan pemeluknya untuk memelihara kebersihan atau menjaga lingkungan dari segala hal yang dapat membahayakan dirinya dan makhluk hidup lainnya. Melalui pendekatan sosiologis normatif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap sejumlah informan yang bermukim di daerah aliran sungai di Kalimantan Selatan diketahui bahwa masyarakat Banjar memegang teguh pemahaman fikih tentang air sungai sebagai alat bersuci. Pemahaman fikih yang menjelaskan bahwa air sungai masih dapat digunakan untuk bersuci selama air sungainya mengalir, banyak airnya, tidak berubah rasa, warna dan baunya. Disamping itu, perubahan perilaku dari membuang sampah ke sungai ke tempat-tempat sampah yang disediakan oleh pemerintah setempat mengindikasikan bahwa masyarakat Banjar memiliki paradigma ekologis yaitu sebuah paradigma yang menjelaskan hubungan harmonis antara manusia dengan alam sekitarnya.
Sekolah Tinggi Ilmu Qur an Amuntai
Title: Paradigma Ekologis Masyarakat Banjar Terhadap Keberadaan Sungai di Kalimantan Selatan
Description:
Islam menjadi identitas atau ciri dari masyarakat Banjar yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupannya, diantaranya aspek pemeliharaan sungai.
Hampir semua wilayah di provinsi Kalimantan Selatan mempunyai sungai dan sebagian masyarakat Banjar bertempat tinggal di bantaran atau tepian sungai.
Kondisi sungai yang memprihatinkan di beberapa kawasan seperti sungai-sungai yang terdapat di kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.
Air sungai tidak lagi sehat untuk dikonsumsi karena dipenuhi sampah dan limbah pertambangan, dan umumnya sungai mengalami pendangkalan.
Kondisi ini begitu paradoks dengan ajaran Islam yang memerintahkan pemeluknya untuk memelihara kebersihan atau menjaga lingkungan dari segala hal yang dapat membahayakan dirinya dan makhluk hidup lainnya.
Melalui pendekatan sosiologis normatif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap sejumlah informan yang bermukim di daerah aliran sungai di Kalimantan Selatan diketahui bahwa masyarakat Banjar memegang teguh pemahaman fikih tentang air sungai sebagai alat bersuci.
Pemahaman fikih yang menjelaskan bahwa air sungai masih dapat digunakan untuk bersuci selama air sungainya mengalir, banyak airnya, tidak berubah rasa, warna dan baunya.
Disamping itu, perubahan perilaku dari membuang sampah ke sungai ke tempat-tempat sampah yang disediakan oleh pemerintah setempat mengindikasikan bahwa masyarakat Banjar memiliki paradigma ekologis yaitu sebuah paradigma yang menjelaskan hubungan harmonis antara manusia dengan alam sekitarnya.
Related Results
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
Banjar Bualu didirikan sekitar tahun 1905 dan merupakan banjar pertama yang dibentuk di kawasan Desa Adat Bualu. Terdapat 8 banjar yang ada di wilayah Desa Adat Bualu, nama-nama Ba...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Kelayakan Finansial Agroindustri Tempe yang dijalankan oleh seorang Perajin Tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota...
KLASIFIKASI TABU PADA MASYARAKAT BANJAR (Taboo Classification in Banjar Society)
KLASIFIKASI TABU PADA MASYARAKAT BANJAR (Taboo Classification in Banjar Society)
Penelitian ini mengkaji klasifikasi tabu pada masyarakat Banjar. Masalah yang dikaji adalah bagaimana klasifikasi tabu perbuatan dan klasifikasi tabu kebahasaan pada masyarakat Ban...
PENGARUH JARINGAN PERDAGANGAN GLOBAL PADA STRUKTUR WILAYAH DAN KONFIGURASI SPASIAL PUSAT PEMERINTAHAN KESULTANAN-KESULTANAN MELAYU DI KALIMANTAN BARAT
PENGARUH JARINGAN PERDAGANGAN GLOBAL PADA STRUKTUR WILAYAH DAN KONFIGURASI SPASIAL PUSAT PEMERINTAHAN KESULTANAN-KESULTANAN MELAYU DI KALIMANTAN BARAT
Lokasi pusat-pusat pemerintahan kesultanan Melayu di Kalimantan Barat berada di sepanjang tepian sungai. Sungai menjadi faktor yang sangat penting dalam kehidupan kesultanan, yaitu...
Local Wisdom of the Banjar Society in a Collection of Stories of Satipis Apam Barabai By Ida Komalasari
Local Wisdom of the Banjar Society in a Collection of Stories of Satipis Apam Barabai By Ida Komalasari
The presence of a collection of stories in Banjar language and set in South Kalimantan provides an overview to the reader about the local wisdom of the people in South Kalimantan. ...
Kajian Semiotika Mantra Banjar
Kajian Semiotika Mantra Banjar
Penelitian ini berkenaan [u1] dengan kajian bentuk fisik, jenis, dan fungsi mantra Banjar. Rumusan masalah penelitian ini ada 4, yakni: (1) bagaimanakah bentuk fisik mantra Banjar?...
REKONSTRUKSI DALAMAN VARIAN BANJAR BERIAH PURBA<br>[INTERNAL RECONSTRUCTION OF BANJAR BERIAH PROTO VARIANTS]
REKONSTRUKSI DALAMAN VARIAN BANJAR BERIAH PURBA<br>[INTERNAL RECONSTRUCTION OF BANJAR BERIAH PROTO VARIANTS]
This study describes the phonological system of Banjar Kuala (BK), Banjar Hulu (BJ) and Banjar Alai (BA) dialect variants. The phonological description is used to reconstruct the a...

