Javascript must be enabled to continue!
PERAN PEREMPUAN BOTI DALAM PELESTARIAN TENUN IKAT: KAJIAN ETNOGRAFI DI DESA BOTI, NUSA TENGGARA TIMUR
View through CrossRef
Penelitian ini mengkaji peran perempuan Boti dalam pelestarian tradisi tenun ikat di Desa Boti, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Tenun ikat merupakan warisan budaya yang tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga menjadi penanda identitas perempuan dalam struktur sosial masyarakat Boti. Menggunakan pendekatan etnografi dengan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipatif, penelitian ini mengidentifikasi tiga dimensi peran perempuan dalam pelestarian tenun ikat: (1) peran ritual melalui upacara Noina sebagai transmisi pengetahuan menenun lintas generasi; (2) peran ekonomi tenun ikat sebagai penopang kebutuhan rumah tangga; dan (3) peran identitas sosial di mana kemampuan menenun menjadi prasyarat kedewasaan dan kesiapan menikah bagi perempuan Boti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Boti tidak sekadar pelaksana tradisi, melainkan aktor utama yang secara aktif mereproduksi, mentransmisikan, dan mempertahankan pengetahuan tenun ikat beserta sistem nilai budayanya. Ritual Noina yang berlangsung hingga tujuh hari menjadi mekanisme khusus yang menyatukan perempuan Boti dengan alat-alat tenun secara simbolis dan fungsional. Keberadaan 15 kelompok tenun ikat di Desa Boti dengan dukungan dana desa mencerminkan sinergi antara pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Title: PERAN PEREMPUAN BOTI DALAM PELESTARIAN TENUN IKAT: KAJIAN ETNOGRAFI DI DESA BOTI, NUSA TENGGARA TIMUR
Description:
Penelitian ini mengkaji peran perempuan Boti dalam pelestarian tradisi tenun ikat di Desa Boti, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.
Tenun ikat merupakan warisan budaya yang tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga menjadi penanda identitas perempuan dalam struktur sosial masyarakat Boti.
Menggunakan pendekatan etnografi dengan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipatif, penelitian ini mengidentifikasi tiga dimensi peran perempuan dalam pelestarian tenun ikat: (1) peran ritual melalui upacara Noina sebagai transmisi pengetahuan menenun lintas generasi; (2) peran ekonomi tenun ikat sebagai penopang kebutuhan rumah tangga; dan (3) peran identitas sosial di mana kemampuan menenun menjadi prasyarat kedewasaan dan kesiapan menikah bagi perempuan Boti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Boti tidak sekadar pelaksana tradisi, melainkan aktor utama yang secara aktif mereproduksi, mentransmisikan, dan mempertahankan pengetahuan tenun ikat beserta sistem nilai budayanya.
Ritual Noina yang berlangsung hingga tujuh hari menjadi mekanisme khusus yang menyatukan perempuan Boti dengan alat-alat tenun secara simbolis dan fungsional.
Keberadaan 15 kelompok tenun ikat di Desa Boti dengan dukungan dana desa mencerminkan sinergi antara pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Related Results
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
<p>ABSTRACT<br />Sintang’s Dayak ikat weaving, which is one of the cultural artifacts of Sintang District, West Kalimantan, is used by indigenous peoples (Dayak tribes)...
Partisipasi Perempuan dalam Meningkatkan Perekonomian Melalui Kearifan Lokal Tenuh Ikat di Desa Kloangpopot
Partisipasi Perempuan dalam Meningkatkan Perekonomian Melalui Kearifan Lokal Tenuh Ikat di Desa Kloangpopot
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Partisipasi Perempuan Dalam Meningkatkan Perekonomian Melalui Kearifan Lokal Tenun Ikat dan Mengetahui Kendala Yang Dihadapi Perempuan Dal...
PERSEPSI SUKU BOTI TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP
PERSEPSI SUKU BOTI TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP
Absract: Boti Tribe is one of sub-tribe of Dawan as one of oldest tribe in Timor Island in East Nusa Tenggara. Boti Tribe divided into two, Inner Boti Tribe located in Boti Kingdom...
Pelatihan Manajemen Usaha UKM Sebagai Upaya Bangkit dari Pandemi Bagi Kelompok Perempuan Pengrajin Tenun Ikat di Kampoeng Tenun Alor Kota Kupang
Pelatihan Manajemen Usaha UKM Sebagai Upaya Bangkit dari Pandemi Bagi Kelompok Perempuan Pengrajin Tenun Ikat di Kampoeng Tenun Alor Kota Kupang
Perkembangan pariwisata di Nusa Tenggara Timur tidak terlepas dari dukungan industri ekonomi kreatif yang secara aktif memasarkan produk-produk unggulan lokal salah satunya tenun i...
STRATEGI IBU-IBU PENENUN DALAM MEMASARKAN PRODUK TENUN IKAT (Studi di Dusun La’i, Desa Nila, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende)
STRATEGI IBU-IBU PENENUN DALAM MEMASARKAN PRODUK TENUN IKAT (Studi di Dusun La’i, Desa Nila, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende)
Penelitian ini berjudul “Strategi Ibu-Ibu Penenun dalam Memasarkan Produk Tenun Ikat; Studi di Dusun La’i, Desa Nila, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende.” Penelitian ini dilatarbelaka...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
TENUN GRINGSINGTEKNIK PRODUKSI, MOTIF DAN MAKNA SIMBOLIK
TENUN GRINGSINGTEKNIK PRODUKSI, MOTIF DAN MAKNA SIMBOLIK
Latar belakang dari penelitian ini adalah bahwa Desa Tenganan Pagringsingan Karangasem Bali penghasil Tenun Ikat terbaik di Indonesia. Salah satu Tenun Ikat tersebut adalah Tenun G...
ASPIRASI PEREMPUAN DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA PERIODE 2014-2019 (Studi Pada Kantor DPRD Sulawesi Tenggara)
ASPIRASI PEREMPUAN DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA PERIODE 2014-2019 (Studi Pada Kantor DPRD Sulawesi Tenggara)
Abstrak: Tujuan penelitian ini: (1) untuk mengetahui aspirasi perempuan dalam pembentukan peraturan daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara, (2)untuk mengetahui hambatan-hambatan apa ...

