Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pelatihan Manajemen Usaha UKM Sebagai Upaya Bangkit dari Pandemi Bagi Kelompok Perempuan Pengrajin Tenun Ikat di Kampoeng Tenun Alor Kota Kupang

View through CrossRef
Perkembangan pariwisata di Nusa Tenggara Timur tidak terlepas dari dukungan industri ekonomi kreatif yang secara aktif memasarkan produk-produk unggulan lokal salah satunya tenun ikat yang diproduksi di Kampoeng Tenun Alor Kota Kupang. Industri kreatif ini telah berjalan sejak tahun 2014 dengan dikelola oleh kelompok pengrajin perempuan bernama Ternate yang mencintai tenun ikat dan memiliki visi untuk memperkenalkan kain tenun ikat NTT menjadi produk yang mendunia. Namun, visi yang optimis tersebut belum didukung oleh kemampuan yang optimal dalam mengelola manajemen usaha dalam bidang kreasi tenun. Masalah ini dipersulit dengan datangnya pandemic yang menyebabkan kelompok Ternate di Kampoeng Tenun Alor menghadapi kesulitan dalam meningkatkan produktivitas kerja, menambah diversifikasi produk tenun, mengelola keuangan usaha, dan kesulitan dalam pelaporan pajak. Pelatihan ini merupakan sebuah upaya untuk mengoptimalkan tata kelola manajemen usaha di Kampung Tenun Alor. Pelatihan manajemen usaha UKM berisi materi mengenai kewirausahaan, keuangan, dan perpajakan bagi industri kreatif. Melalui metode pendidikan masyarakat, peserta pelatihan berjumlah 10 orang dari kelompok pengrajin Mmendapatkan pelatihan manajemen usaha dan terampil mengelola manajemen usaha untuk meningkatkan produktivitas industri ekonomi kreatif dalam mendukung kebangkitan pariwisata di Nusa Tenggara Timur Small Medium Enterprise Business Management Training for Women's Group of Ikat Weaving Craftsmen in Kampoeng Tenun Alor, Kupang City The development of tourism in East Nusa Tenggara is inseparable from the support of the creative economy industry which is actively marketing superior local products, for example, Ikat weaving produced by a group of women in Kampoeng Tenun Alor, Kupang City. This creative industry has been running since 2014, managed by a group of women craftsmen named Ternate who loves ikat weaving and has the vision to introduce NTT woven cloth into a global product. However, this optimistic vision has not been supported by optimal abilities in managing business management in the field of weaving creations. This problem was exacerbated by the arrival of the pandemic which caused the Ternate group in Kampoeng Tenun Alor to face difficulties in increasing work productivity, increasing diversification of woven products, managing business finances, and difficulties in tax reporting. This training is an effort to optimize business management governance in Kampung Tenun Alor. SME business management training contains material on entrepreneurship, finance, and taxation for the creative industry. Through the community education method, 10 training participants from the craftsmen group received business management training and were skilled in managing business management to increase the productivity of the creative economy industry in supporting the revival of tourism in East Nusa Tenggara.
Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta
Title: Pelatihan Manajemen Usaha UKM Sebagai Upaya Bangkit dari Pandemi Bagi Kelompok Perempuan Pengrajin Tenun Ikat di Kampoeng Tenun Alor Kota Kupang
Description:
Perkembangan pariwisata di Nusa Tenggara Timur tidak terlepas dari dukungan industri ekonomi kreatif yang secara aktif memasarkan produk-produk unggulan lokal salah satunya tenun ikat yang diproduksi di Kampoeng Tenun Alor Kota Kupang.
Industri kreatif ini telah berjalan sejak tahun 2014 dengan dikelola oleh kelompok pengrajin perempuan bernama Ternate yang mencintai tenun ikat dan memiliki visi untuk memperkenalkan kain tenun ikat NTT menjadi produk yang mendunia.
Namun, visi yang optimis tersebut belum didukung oleh kemampuan yang optimal dalam mengelola manajemen usaha dalam bidang kreasi tenun.
Masalah ini dipersulit dengan datangnya pandemic yang menyebabkan kelompok Ternate di Kampoeng Tenun Alor menghadapi kesulitan dalam meningkatkan produktivitas kerja, menambah diversifikasi produk tenun, mengelola keuangan usaha, dan kesulitan dalam pelaporan pajak.
Pelatihan ini merupakan sebuah upaya untuk mengoptimalkan tata kelola manajemen usaha di Kampung Tenun Alor.
Pelatihan manajemen usaha UKM berisi materi mengenai kewirausahaan, keuangan, dan perpajakan bagi industri kreatif.
Melalui metode pendidikan masyarakat, peserta pelatihan berjumlah 10 orang dari kelompok pengrajin Mmendapatkan pelatihan manajemen usaha dan terampil mengelola manajemen usaha untuk meningkatkan produktivitas industri ekonomi kreatif dalam mendukung kebangkitan pariwisata di Nusa Tenggara Timur Small Medium Enterprise Business Management Training for Women's Group of Ikat Weaving Craftsmen in Kampoeng Tenun Alor, Kupang City The development of tourism in East Nusa Tenggara is inseparable from the support of the creative economy industry which is actively marketing superior local products, for example, Ikat weaving produced by a group of women in Kampoeng Tenun Alor, Kupang City.
This creative industry has been running since 2014, managed by a group of women craftsmen named Ternate who loves ikat weaving and has the vision to introduce NTT woven cloth into a global product.
However, this optimistic vision has not been supported by optimal abilities in managing business management in the field of weaving creations.
This problem was exacerbated by the arrival of the pandemic which caused the Ternate group in Kampoeng Tenun Alor to face difficulties in increasing work productivity, increasing diversification of woven products, managing business finances, and difficulties in tax reporting.
This training is an effort to optimize business management governance in Kampung Tenun Alor.
SME business management training contains material on entrepreneurship, finance, and taxation for the creative industry.
Through the community education method, 10 training participants from the craftsmen group received business management training and were skilled in managing business management to increase the productivity of the creative economy industry in supporting the revival of tourism in East Nusa Tenggara.

Related Results

MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
<p>ABSTRACT<br />Sintang’s Dayak ikat weaving, which is one of the cultural artifacts of Sintang District, West Kalimantan, is used by indigenous peoples (Dayak tribes)...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Partisipasi Perempuan dalam Meningkatkan Perekonomian Melalui Kearifan Lokal Tenuh Ikat di Desa Kloangpopot
Partisipasi Perempuan dalam Meningkatkan Perekonomian Melalui Kearifan Lokal Tenuh Ikat di Desa Kloangpopot
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Partisipasi Perempuan Dalam Meningkatkan Perekonomian Melalui Kearifan Lokal Tenun Ikat dan Mengetahui Kendala Yang Dihadapi Perempuan Dal...
KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI FAKTOR PENENTU KINERJA USAHA KECIL KAMPOENG RADJOET
KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI FAKTOR PENENTU KINERJA USAHA KECIL KAMPOENG RADJOET
Usaha kecil Kampoeng Radjoet binong jati telah memberikan kontribusi dan berperan penting dalam perekonomian Kota Bandung. Permasalah pokok yang di hadapi pelaku usaha sebenarnya b...
KARAKTERISTIK DAN PROBLEMATIK PERLINDUNGAN MOTIF LUBENG TENUN TROSO
KARAKTERISTIK DAN PROBLEMATIK PERLINDUNGAN MOTIF LUBENG TENUN TROSO
Motif lubeng merupakan salah satu motif tenun troso yang perlu untuk mendapatkan perhatian dan perlindungan nyata. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan problema...
PERAN PEREMPUAN BOTI DALAM PELESTARIAN TENUN IKAT: KAJIAN ETNOGRAFI DI DESA BOTI, NUSA TENGGARA TIMUR
PERAN PEREMPUAN BOTI DALAM PELESTARIAN TENUN IKAT: KAJIAN ETNOGRAFI DI DESA BOTI, NUSA TENGGARA TIMUR
Penelitian ini mengkaji peran perempuan Boti dalam pelestarian tradisi tenun ikat di Desa Boti, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Tenun ikat merupakan warisan bu...
ANALISA KEUNTUNGAN UKM TENUN BANDAR KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI
ANALISA KEUNTUNGAN UKM TENUN BANDAR KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI
           UKM/UMKM mempunyai peran penting bagi perekonomian Indonesia, ini bisa dilihat dan terbukti ketika terjadi krisis moneter yang Indonesia di tahun 1997, di saat satu pers...

Back to Top