Javascript must be enabled to continue!
STRATEGI IBU-IBU PENENUN DALAM MEMASARKAN PRODUK TENUN IKAT (Studi di Dusun La’i, Desa Nila, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende)
View through CrossRef
Penelitian ini berjudul “Strategi Ibu-Ibu Penenun dalam Memasarkan Produk Tenun Ikat; Studi di Dusun La’i, Desa Nila, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya 10 orang ibu di Dusun La,i, Desa Nila, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, yang menjadikan pekerjaan menenun sebagai sumber penghasilan pokok. Menurut mereka, pekerjaan pokok sebagai petani kurang memberikan hasil karena topografi wilayah mereka yang berbukit tidak cocok sebagai lahan pertanian. Rumusan masalah penelitian ini adalah; bagaimana strategi ibu-ibu penenun di Dusun La’i, Desa Nila, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende dalam memasarkan produk tenun ikat? Sementara tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi ibu-ibu penenun dalam memasarkan produk tenun ikatnya di Dusun La’i Desa Nila. Ruang lingkup penelitian dibatasi pada strategi ibu-ibu penenun dalam memasarkan produk tenun ikat di Dusun La’i. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan teori rasionalitas yang digagas oleh Max Weber dan didukung oleh tinjauan pustaka. Hasilnya peneliti menemukan bahwa; pertama, 10 orang penenun yang menjadi subjek penelitian ini memasarkan hasil tenun ikat mereka dengan cara menjual langsung kepada pembeli dan pelanggan tetap sesuai pesanan. Penjualan itu dilakukan di dalam Dusun La,i. Harga produk ditentukan dengan menghitung biaya produksi dan rencana keuntungan. Kedua, tujuan memasarkan tenun ikat adalah untuk mendapat penghasilan (uang). Ketiga, uang dari hasil penjualan tenun ikat itu digunakan untuk kebutuhan pendidian anak, kesehatan, kebutuhan rumah tangga, dan untuk ditabung di koperasi. Keempat, kendala yang dihadapi selama pelaksanaan strategi tersebut adalah masalah transportasi yang masih sulit. Berdasarkan temuan di atas, disimpulkan bahwa 10 orang ibu penenun di Dusun La,i telah memiliki strategi dalam memasarkan produksi hasil tenun ikat. Namun kendala utama yang dihadapi terletak pada faktor transportasi. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah daerah dapat membuka transportasi darat untuk mendukung pekerjaan dan pemasaran tenun ikat di Dusun La,i Desa Nila.
Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula
Title: STRATEGI IBU-IBU PENENUN DALAM MEMASARKAN PRODUK TENUN IKAT (Studi di Dusun La’i, Desa Nila, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende)
Description:
Penelitian ini berjudul “Strategi Ibu-Ibu Penenun dalam Memasarkan Produk Tenun Ikat; Studi di Dusun La’i, Desa Nila, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende.
” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya 10 orang ibu di Dusun La,i, Desa Nila, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, yang menjadikan pekerjaan menenun sebagai sumber penghasilan pokok.
Menurut mereka, pekerjaan pokok sebagai petani kurang memberikan hasil karena topografi wilayah mereka yang berbukit tidak cocok sebagai lahan pertanian.
Rumusan masalah penelitian ini adalah; bagaimana strategi ibu-ibu penenun di Dusun La’i, Desa Nila, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende dalam memasarkan produk tenun ikat? Sementara tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi ibu-ibu penenun dalam memasarkan produk tenun ikatnya di Dusun La’i Desa Nila.
Ruang lingkup penelitian dibatasi pada strategi ibu-ibu penenun dalam memasarkan produk tenun ikat di Dusun La’i.
Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan teori rasionalitas yang digagas oleh Max Weber dan didukung oleh tinjauan pustaka.
Hasilnya peneliti menemukan bahwa; pertama, 10 orang penenun yang menjadi subjek penelitian ini memasarkan hasil tenun ikat mereka dengan cara menjual langsung kepada pembeli dan pelanggan tetap sesuai pesanan.
Penjualan itu dilakukan di dalam Dusun La,i.
Harga produk ditentukan dengan menghitung biaya produksi dan rencana keuntungan.
Kedua, tujuan memasarkan tenun ikat adalah untuk mendapat penghasilan (uang).
Ketiga, uang dari hasil penjualan tenun ikat itu digunakan untuk kebutuhan pendidian anak, kesehatan, kebutuhan rumah tangga, dan untuk ditabung di koperasi.
Keempat, kendala yang dihadapi selama pelaksanaan strategi tersebut adalah masalah transportasi yang masih sulit.
Berdasarkan temuan di atas, disimpulkan bahwa 10 orang ibu penenun di Dusun La,i telah memiliki strategi dalam memasarkan produksi hasil tenun ikat.
Namun kendala utama yang dihadapi terletak pada faktor transportasi.
Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah daerah dapat membuka transportasi darat untuk mendukung pekerjaan dan pemasaran tenun ikat di Dusun La,i Desa Nila.
Related Results
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
<p>ABSTRACT<br />Sintang’s Dayak ikat weaving, which is one of the cultural artifacts of Sintang District, West Kalimantan, is used by indigenous peoples (Dayak tribes)...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Partisipasi Perempuan dalam Meningkatkan Perekonomian Melalui Kearifan Lokal Tenuh Ikat di Desa Kloangpopot
Partisipasi Perempuan dalam Meningkatkan Perekonomian Melalui Kearifan Lokal Tenuh Ikat di Desa Kloangpopot
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Partisipasi Perempuan Dalam Meningkatkan Perekonomian Melalui Kearifan Lokal Tenun Ikat dan Mengetahui Kendala Yang Dihadapi Perempuan Dal...
Pelatihan Manajemen Usaha UKM Sebagai Upaya Bangkit dari Pandemi Bagi Kelompok Perempuan Pengrajin Tenun Ikat di Kampoeng Tenun Alor Kota Kupang
Pelatihan Manajemen Usaha UKM Sebagai Upaya Bangkit dari Pandemi Bagi Kelompok Perempuan Pengrajin Tenun Ikat di Kampoeng Tenun Alor Kota Kupang
Perkembangan pariwisata di Nusa Tenggara Timur tidak terlepas dari dukungan industri ekonomi kreatif yang secara aktif memasarkan produk-produk unggulan lokal salah satunya tenun i...
Kerajinan Kain Tenun Pewarna Alam di Kabupaten Buton (Suatu Strategi Pengembangan)
Kerajinan Kain Tenun Pewarna Alam di Kabupaten Buton (Suatu Strategi Pengembangan)
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Analisis data leb...
ROJA HAMA-HAMA? TINJAUAN LINGUISTIK TRADISI TENUN ENDE DAN PALU'E (Roja Hama-hama? A Linguistic Review of The Ende and Palu'e Weaving Traditions)
ROJA HAMA-HAMA? TINJAUAN LINGUISTIK TRADISI TENUN ENDE DAN PALU'E (Roja Hama-hama? A Linguistic Review of The Ende and Palu'e Weaving Traditions)
The study of loom technology and textile design structure can reveal connections between weaving traditions similarly to how comparative linguistics reveal connections between ling...
TENUN GRINGSINGTEKNIK PRODUKSI, MOTIF DAN MAKNA SIMBOLIK
TENUN GRINGSINGTEKNIK PRODUKSI, MOTIF DAN MAKNA SIMBOLIK
Latar belakang dari penelitian ini adalah bahwa Desa Tenganan Pagringsingan Karangasem Bali penghasil Tenun Ikat terbaik di Indonesia. Salah satu Tenun Ikat tersebut adalah Tenun G...
Efektivitas redesain alat tenun terhadap keluhan muskuloskeletal disorders penenun Sarung Tope Le’leng di Desa Tanah Toa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba
Efektivitas redesain alat tenun terhadap keluhan muskuloskeletal disorders penenun Sarung Tope Le’leng di Desa Tanah Toa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba
Penenun Sarung Tope Le’leng di Desa Tanah Toa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, masih banyak menggunakan alat tenun tradisional yang belum memenuhi prinsip ergonomi. Kondisi ...

