Javascript must be enabled to continue!
Analisis Vegetasi Gunung Merapi Menggunakan Quadrat Sampling Techniques
View through CrossRef
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman vegetasi dan dominansi pada areal penelitian di kawasan Gunung Merapi menggunakan teknik quadrat sampling setelah terjadi suksesi pasca 9 tahun erupsi. Data klimatik dan edafik yang diukur antara lain, suhu udara; suhu tanah; kelembaban udara; pH tanah di daerah Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. Penelitian ini menggunakan 2 area plot yaitu plot 1 ( bantaran sungai bekas aliran lahar dingin), plot 2 (sungai bekas aliran lahar dingin). Teknik analisis data yang digunakan berupa analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tumbuhan dari 25 famili dan terdapat 36 spesies yang terbagi dalam 4 habitus. Vegetasi habitus Lichen, Parmelia saxalitas yang memiliki rerata INP tertinggi dengan jumlah 154,9509% yang ada di plot 2, Habitus herba dengan indeks nilai tertinggi adalah Cynodon dactylon 158,5050%. Indeks nilai penting tertinggi habitus semak adalah tumbuhan kelas Poaceae 64,6450 % pada plot 1, berjumlah 6 koloni. Indeks penting tertinggi habitus tegakan yaitu Tamarindus indica 124,3808 % yang berada di plot 1.
Abstract
This research aims to determine the diversity of vegetation and dominance in the research area in the Mount Merapi area using a quadrat sampling technique after a succession after 9 years of eruption. Climatic and edaphic data measured include air temperature; soil temperature; humidity; Soil pH in the area of Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. This research uses 2 plot areas, namely plot 1 (riverbanks of cold lava flow), plot 2 (river of cold lava flow). The data analysis technique used is descriptive analysis. Based on the research results obtained by plants from 25 families and there are 36 species that are divided into 4 habitus. Lichen habitus vegetation, Parmelia saxalitas which had the highest INP rate with 154.9509% in plot 2, herbaceous herbals with value index the highest is Cynodon dactylon 158.5050%. The highest importance index of shrub habitus was 64,6450% Poaceae grade plants in plot 1, totaling 6 colonies. The highest important index of stand habitus is Tamarindus indica 124.3808% which is in plot 1.
Title: Analisis Vegetasi Gunung Merapi Menggunakan Quadrat Sampling Techniques
Description:
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman vegetasi dan dominansi pada areal penelitian di kawasan Gunung Merapi menggunakan teknik quadrat sampling setelah terjadi suksesi pasca 9 tahun erupsi.
Data klimatik dan edafik yang diukur antara lain, suhu udara; suhu tanah; kelembaban udara; pH tanah di daerah Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman.
Penelitian ini menggunakan 2 area plot yaitu plot 1 ( bantaran sungai bekas aliran lahar dingin), plot 2 (sungai bekas aliran lahar dingin).
Teknik analisis data yang digunakan berupa analisis deskriptif.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tumbuhan dari 25 famili dan terdapat 36 spesies yang terbagi dalam 4 habitus.
Vegetasi habitus Lichen, Parmelia saxalitas yang memiliki rerata INP tertinggi dengan jumlah 154,9509% yang ada di plot 2, Habitus herba dengan indeks nilai tertinggi adalah Cynodon dactylon 158,5050%.
Indeks nilai penting tertinggi habitus semak adalah tumbuhan kelas Poaceae 64,6450 % pada plot 1, berjumlah 6 koloni.
Indeks penting tertinggi habitus tegakan yaitu Tamarindus indica 124,3808 % yang berada di plot 1.
Abstract
This research aims to determine the diversity of vegetation and dominance in the research area in the Mount Merapi area using a quadrat sampling technique after a succession after 9 years of eruption.
Climatic and edaphic data measured include air temperature; soil temperature; humidity; Soil pH in the area of Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman.
This research uses 2 plot areas, namely plot 1 (riverbanks of cold lava flow), plot 2 (river of cold lava flow).
The data analysis technique used is descriptive analysis.
Based on the research results obtained by plants from 25 families and there are 36 species that are divided into 4 habitus.
Lichen habitus vegetation, Parmelia saxalitas which had the highest INP rate with 154.
9509% in plot 2, herbaceous herbals with value index the highest is Cynodon dactylon 158.
5050%.
The highest importance index of shrub habitus was 64,6450% Poaceae grade plants in plot 1, totaling 6 colonies.
The highest important index of stand habitus is Tamarindus indica 124.
3808% which is in plot 1.
Related Results
ANALISIS REABILITY PENGARUH VEGETASI RUMPUT GAJAH DENGAN METODE ELEMEN HINGGA PADA LERENG TANAH VULKANIK
ANALISIS REABILITY PENGARUH VEGETASI RUMPUT GAJAH DENGAN METODE ELEMEN HINGGA PADA LERENG TANAH VULKANIK
Desa-desa sekitar Kaldera Gunung Batur terancam mengalami longsor bahan rombakan (Debris Flow)
akibat erosi permukaan karena lereng yg tersusun oleh tanah vulkanik dan minim ...
Analisis Perubahan Lahan Vegetasi di Sekitar Gunung Marapi Sebelum dan Sesudah Terjadinya Letusan Gunung Marapi Menggunakan Metode NDVI (Studi Kasus Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar)
Analisis Perubahan Lahan Vegetasi di Sekitar Gunung Marapi Sebelum dan Sesudah Terjadinya Letusan Gunung Marapi Menggunakan Metode NDVI (Studi Kasus Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar)
Indonesia memiliki 127 gunung api yang masih aktif (Yogatama, 2012). Salah satu gunung api aktif di Pulau Sumatra adalah Gunung Marapi. Berdasarkan pernyataan resmi Pusat Vulkanolo...
ELEMEN VEGETASI DALAM PENATAAN RUANG KOTA PADA KORIDOR JALAN JAMIN GINTING BERASTAGI
ELEMEN VEGETASI DALAM PENATAAN RUANG KOTA PADA KORIDOR JALAN JAMIN GINTING BERASTAGI
ABSTRAK
Representasi suatu ruang kota dapat diidentifikasi melalui aspek estetika lingkungan. Salah satu unsur utama lingkungan adalah vegetasi. Vegetasi berperan sebagai ele...
KAJIAN PERUBAHAN SPASIAL LAHAN VEGETASI DAN CADANGAN KARBON TERSIMPAN
KAJIAN PERUBAHAN SPASIAL LAHAN VEGETASI DAN CADANGAN KARBON TERSIMPAN
ABSTRACT
The University of Lampung, commonly referred to as Unila, is known as a green campus with open green spaces featuring various types of vegetation, such as shrubs, trees, a...
PENENTUAN SEBARAN HIPOSENTER GUNUNGAPI MERAPI BERDASARKAN DATA GEMPA VULKANIK TAHUN 2006
PENENTUAN SEBARAN HIPOSENTER GUNUNGAPI MERAPI BERDASARKAN DATA GEMPA VULKANIK TAHUN 2006
Gunungapi Merapi merupakan Gunungapi yang termuda dalam kumpulan gunung berapi di bagian selatan Pulau Jawa. Gunungapi Merapi merupakan gunungapi tipe strato yang aktif hin...
Keanekaragaman dan Kelimpahan Vegetasi Riparian di Sungai Saroka Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep
Keanekaragaman dan Kelimpahan Vegetasi Riparian di Sungai Saroka Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep
Vegetasi riparian merupakan suatu komunitas tumbuhan dari beberapa jenis habitus seperti pohon, pancang dan semai yang hidup di tepian sungai. Karakteristik vegetasi riparian yang ...
PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN SISWA SEKOLAH DASAR TERHADAP ERUPSI GUNUNG MERAPI DENGAN <i>AUGMENTED REALITY</i>
PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN SISWA SEKOLAH DASAR TERHADAP ERUPSI GUNUNG MERAPI DENGAN <i>AUGMENTED REALITY</i>
Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api yang masih berstatus aktif. Peristiwa erupsi pada akhir tahun 2010 tercatat menimbulkan banyak korban jiwa, terutama pada anak-anak us...
EFEKTIVITAS PENGHALANG VEGETASI SEBAGAI PEREDAM KEBISINGAN LALU LINTAS DI KAWASAN PENDIDIKAN JALAN AHMAD YANI PONTIANAK
EFEKTIVITAS PENGHALANG VEGETASI SEBAGAI PEREDAM KEBISINGAN LALU LINTAS DI KAWASAN PENDIDIKAN JALAN AHMAD YANI PONTIANAK
ABSTRAK Kawasan pendidikan memerlukan suasana yang tenang dari kebisingan. Kebisingan menyebabkan meningkatnya keluhan, menimbulkan gangguan kesehatan psikologis antara lain ganggu...

