Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Keanekaragaman dan Kelimpahan Vegetasi Riparian di Sungai Saroka Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep

View through CrossRef
Vegetasi riparian merupakan suatu komunitas tumbuhan dari beberapa jenis habitus seperti pohon, pancang dan semai yang hidup di tepian sungai. Karakteristik vegetasi riparian yang secara spesifik telah beradaptasi dengan kondisi lingkungan menjadikannya memiliki banyak fungsi strategis dalam menjaga ekosistem. Beberapa dampak positif dari adanya vegetasi riparian sangat bergantung kepada struktur dan komposisi penyusun vegetasi secara bervariasi. Musnahnya vegetasi riparian akan mengakibatkan penurunan fungsi vegetasi riparian dalam menjaga ekosistem. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari keanekaragaman dan kelimpahan vegetasi riparian serta mempelajari faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap keanekaragaman dan keklimpahan vegetasi riparian. Metode yang digunakan metode belt transect. Caranya dengan membuat 4 belt transect masing-masing berukuran 10m x 80m. Tiap belt transect  dibuat kuadran berukuran 10m x 10m yang dipasang secara tegak lurus dengan tepi sungai. Tiap kuadran diletakkan plot pengambilan sampel berukuran 2m x 2m untuk semai, 5m x 5m untuk pancang, dan 10m x 10m untuk pohon. Analisis vegetasi, meliputi: indeks nilai penting, indeks keanekaragaman (H’), indeks keseragaman (E), dan indeks dominansi (C). Penelitian dilakukan di Sungai Saroka Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Hasil penelitian ini berupa ditemukan 37 jenis vegetasi riparian dari 20 famili yang berhabitus pohon, pancang dan semai. INP tertinggi pada habitus pohon didominasi oleh jenis Pisang, habitus pancang didominasi oleh Singkong, sedangkan INP habitus semai berupa teki-tekian.  Indeks  keanekaragaman di seluruh stasiun penelitian tergolong sedang (H’= 2,12), indeks keseragaman tergolong tinggi (E= 0,75) dengan indeks dominansi 0,17 (hampir tidak ada individu yang mendominasi). Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap keanekaragaman dan kelimpahan vegetasi riparian adalah kelembaban udara, pH tanah dan suhu lingkungan.
Title: Keanekaragaman dan Kelimpahan Vegetasi Riparian di Sungai Saroka Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep
Description:
Vegetasi riparian merupakan suatu komunitas tumbuhan dari beberapa jenis habitus seperti pohon, pancang dan semai yang hidup di tepian sungai.
Karakteristik vegetasi riparian yang secara spesifik telah beradaptasi dengan kondisi lingkungan menjadikannya memiliki banyak fungsi strategis dalam menjaga ekosistem.
Beberapa dampak positif dari adanya vegetasi riparian sangat bergantung kepada struktur dan komposisi penyusun vegetasi secara bervariasi.
Musnahnya vegetasi riparian akan mengakibatkan penurunan fungsi vegetasi riparian dalam menjaga ekosistem.
Tujuan penelitian ini untuk mempelajari keanekaragaman dan kelimpahan vegetasi riparian serta mempelajari faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap keanekaragaman dan keklimpahan vegetasi riparian.
Metode yang digunakan metode belt transect.
Caranya dengan membuat 4 belt transect masing-masing berukuran 10m x 80m.
Tiap belt transect  dibuat kuadran berukuran 10m x 10m yang dipasang secara tegak lurus dengan tepi sungai.
Tiap kuadran diletakkan plot pengambilan sampel berukuran 2m x 2m untuk semai, 5m x 5m untuk pancang, dan 10m x 10m untuk pohon.
Analisis vegetasi, meliputi: indeks nilai penting, indeks keanekaragaman (H’), indeks keseragaman (E), dan indeks dominansi (C).
Penelitian dilakukan di Sungai Saroka Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep.
Hasil penelitian ini berupa ditemukan 37 jenis vegetasi riparian dari 20 famili yang berhabitus pohon, pancang dan semai.
INP tertinggi pada habitus pohon didominasi oleh jenis Pisang, habitus pancang didominasi oleh Singkong, sedangkan INP habitus semai berupa teki-tekian.
  Indeks  keanekaragaman di seluruh stasiun penelitian tergolong sedang (H’= 2,12), indeks keseragaman tergolong tinggi (E= 0,75) dengan indeks dominansi 0,17 (hampir tidak ada individu yang mendominasi).
Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap keanekaragaman dan kelimpahan vegetasi riparian adalah kelembaban udara, pH tanah dan suhu lingkungan.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KEANEKARAGAMAN JENIS VEGETASI DI KAWASAN HUTAN MANGROVE MUARA SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA
KEANEKARAGAMAN JENIS VEGETASI DI KAWASAN HUTAN MANGROVE MUARA SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA
The condition of mangrove forest in Sungai Kakap is currently decreasing in quality due to the daily activities of the community in the forest area that often utilizes mangrove for...
pariwisata
pariwisata
Secara khusus, keunikan kota banjarmasin yakni kota yang puitis dengan sebutan kota seribu sungai. Posisi kota banjarmasin di kelilingi sungai-sungai besar yang sangat vital fungsi...
Diversity and Composition of Aquatic and Riparian Plants in Lake Tondano, North Sulawesi
Diversity and Composition of Aquatic and Riparian Plants in Lake Tondano, North Sulawesi
Aquatic and riparian vegetation plays a fundamental role in maintaining freshwater ecosystem structure, biodiversity, and ecological processes. However, increasing environmental pr...
Komposisi Vegetasi dalam Mendukung Potensi Wisata Alam di Desa Bongkasa Pertiwi, Kabupaten Badung, Bali
Komposisi Vegetasi dalam Mendukung Potensi Wisata Alam di Desa Bongkasa Pertiwi, Kabupaten Badung, Bali
Bali memiliki banyak daerah yang berpotensi sebagai daerah tujuan wisata alam, salah satunya dengan memanfaatkan kawasan di sekitar Sungai Ayung. Sungai merupakan ekosistem terbuka...
Four Riparian Corridors in the Lower Colorado River Basin: New Estimates of Riparian Evapotranspiration and Consumptive Water Use
Four Riparian Corridors in the Lower Colorado River Basin: New Estimates of Riparian Evapotranspiration and Consumptive Water Use
Accurate estimates of riparian vegetation water use are important to quantify. In these narrow riparian landscapes, we quantify loss of water from leaves and soil as one variable, ...
Perlindungan Hukum Keris Aeng Tong-Tong Sumenep Dalam Hukum Nasional dan Konvensi Internasional
Perlindungan Hukum Keris Aeng Tong-Tong Sumenep Dalam Hukum Nasional dan Konvensi Internasional
Kris is an object of Indonesian culture which has beautiful artistic and high economic values. Kris making is still maintained in several areas, one of which is in Sumenep Regency....
KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN MIKROARTHROPODA PADA MIKROHABITAT KELAPA SAWIT
KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN MIKROARTHROPODA PADA MIKROHABITAT KELAPA SAWIT
Acari dan Collembola merupakan mikroarthropoda yang hidup di tanah dan lapisan serasah. Dalam ekosistem mikroarthropoda berperan aktif dalam proses dekomposisi yaitu dalam fragment...

Back to Top