Javascript must be enabled to continue!
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KOMPONEN KIMIA MINYAK ASIRI DAGING BUAH DAN FULI BERDASARKAN UMUR BUAH PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT)
View through CrossRef
Abstrak: Pala (Myristica fragrans Houtt) sebagai bioreaktor hayati menghasilkan produk utama minyak asiri bernilai ekonomi tinggi yang tersebar pada bagian-bagian buahnya. Minyak asiri pala tersusun oleh kelompok besar terpenoid dan fenilpropanoid yang memiliki konsentrasi terkecil namun sebagai indikator mutu minyak pala. Penelitian tentang isolasi dan identifikasi komponen kimia minyak asiri daging buah dan fuli pala, telah dilaksanakan di Laboratorium CARC UKSW Salatiga dan Laboratorium Terpadu UII Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen kimia minyak asiri daging buah dan fuli pala berdasarkan tahapan perkembangan buah dan isolasi miristisin sebagai indikator dari kualitas minyak pala. Minyak asiri diperoleh dengan metode ekstraksi kemudian di analisis komponennya menggunakan Kromatografi Gas Spektrometri Massa (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen kimia terbesar dari minyak asiri daging buah pala secara berturut-turut yaitu tahap pertama miristisin 36.05% pada retensi 11.57 menit, tahap kedua dan keempat ñ-pinen 39.16%; 34.64% retensi 3.53 menit, tahap ketiga sabinen 33.88% pada retensi 3.99 menit. Sedangkan pada minyak fuli tahap pertama hingga keempat yaitu sabinen 38.72%; 37.51%; 36.24%; 28.93% pada waktu retensi 3.99. Berdasarkan analisis GC-MS menunjukkan bahwa komponen senyawa yang dominan pada daging buah dan fuli yaitu miristisin, sabinen, ñ-pinen, ò-pinen yang berkontribusi bagi aroma khas pada pala. Hasil penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi penting dalam menghasilkan minyak asiri dengan kualitas baik dengan kandungan miristisin terbanyak.Kata Kunci : M. fragrans Houtt; isolasi; daging buah, fuli, minyak asiriAbstract: Nutmeg (Myristica fragrans Houtt) as a natural bioreactor produces the main product that is aetheric oil with a high economic value which is scattered on the parts of the fruit. Aetheric oil consists of a big group of terpenoid and phenylpropanoid which has the smallest concentration but functions as the indicator of nutmeg oil quality. The research about isolation and identification of chemical components of aetheric oil of pulp and mace has been conducted in CARC Laboratory of UKSW Salatiga and Integrated Laboratory of UII Yogyakarta. This current research aims at knowing the components of aetheric oil of nutmeg pulp and mace based on the development stages of the fruit and myristicin isolation as the indicator of the quality of nutmeg oil. Aetheric oil is formed by the extraction method. Then the components are analyzed by using Mass Spectrometry Gass Chromatography (GC-MS). The result of the research shows that respectively the biggest chemical component of aetheric oil consists of the first stage myristicin 36.05% on retention 11.57 minutes, second stage and fourth stage ñ-pinene 39.16%; 34.64% on retention 3.53 minutes, the third stage sabinene 33.88% on retention 3.99 minutes. Meanwhile on the mace oil, the first to the fourth stage is sabinene 38.72%; 37.51%; 36.24%; 28.93% on retention 3.99. Based on the analysis of GC-MS, it is shown that the most dominant compound components of pulp and mace are myristicin, sabinene, ñ-pinene, and ò-pinene which contribute to the typical scent of nutmeg. The result of the research is expected to be used as an important information source in resulting in aetheric oil with good quality with the most myristicin content.Keywords: Myristica fragrans Houtt; isolation; pulp, mace, aetheric oil
Title: ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KOMPONEN KIMIA MINYAK ASIRI DAGING BUAH DAN FULI BERDASARKAN UMUR BUAH PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT)
Description:
Abstrak: Pala (Myristica fragrans Houtt) sebagai bioreaktor hayati menghasilkan produk utama minyak asiri bernilai ekonomi tinggi yang tersebar pada bagian-bagian buahnya.
Minyak asiri pala tersusun oleh kelompok besar terpenoid dan fenilpropanoid yang memiliki konsentrasi terkecil namun sebagai indikator mutu minyak pala.
Penelitian tentang isolasi dan identifikasi komponen kimia minyak asiri daging buah dan fuli pala, telah dilaksanakan di Laboratorium CARC UKSW Salatiga dan Laboratorium Terpadu UII Yogyakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen kimia minyak asiri daging buah dan fuli pala berdasarkan tahapan perkembangan buah dan isolasi miristisin sebagai indikator dari kualitas minyak pala.
Minyak asiri diperoleh dengan metode ekstraksi kemudian di analisis komponennya menggunakan Kromatografi Gas Spektrometri Massa (GC-MS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen kimia terbesar dari minyak asiri daging buah pala secara berturut-turut yaitu tahap pertama miristisin 36.
05% pada retensi 11.
57 menit, tahap kedua dan keempat ñ-pinen 39.
16%; 34.
64% retensi 3.
53 menit, tahap ketiga sabinen 33.
88% pada retensi 3.
99 menit.
Sedangkan pada minyak fuli tahap pertama hingga keempat yaitu sabinen 38.
72%; 37.
51%; 36.
24%; 28.
93% pada waktu retensi 3.
99.
Berdasarkan analisis GC-MS menunjukkan bahwa komponen senyawa yang dominan pada daging buah dan fuli yaitu miristisin, sabinen, ñ-pinen, ò-pinen yang berkontribusi bagi aroma khas pada pala.
Hasil penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi penting dalam menghasilkan minyak asiri dengan kualitas baik dengan kandungan miristisin terbanyak.
Kata Kunci : M.
fragrans Houtt; isolasi; daging buah, fuli, minyak asiriAbstract: Nutmeg (Myristica fragrans Houtt) as a natural bioreactor produces the main product that is aetheric oil with a high economic value which is scattered on the parts of the fruit.
Aetheric oil consists of a big group of terpenoid and phenylpropanoid which has the smallest concentration but functions as the indicator of nutmeg oil quality.
The research about isolation and identification of chemical components of aetheric oil of pulp and mace has been conducted in CARC Laboratory of UKSW Salatiga and Integrated Laboratory of UII Yogyakarta.
This current research aims at knowing the components of aetheric oil of nutmeg pulp and mace based on the development stages of the fruit and myristicin isolation as the indicator of the quality of nutmeg oil.
Aetheric oil is formed by the extraction method.
Then the components are analyzed by using Mass Spectrometry Gass Chromatography (GC-MS).
The result of the research shows that respectively the biggest chemical component of aetheric oil consists of the first stage myristicin 36.
05% on retention 11.
57 minutes, second stage and fourth stage ñ-pinene 39.
16%; 34.
64% on retention 3.
53 minutes, the third stage sabinene 33.
88% on retention 3.
99 minutes.
Meanwhile on the mace oil, the first to the fourth stage is sabinene 38.
72%; 37.
51%; 36.
24%; 28.
93% on retention 3.
99.
Based on the analysis of GC-MS, it is shown that the most dominant compound components of pulp and mace are myristicin, sabinene, ñ-pinene, and ò-pinene which contribute to the typical scent of nutmeg.
The result of the research is expected to be used as an important information source in resulting in aetheric oil with good quality with the most myristicin content.
Keywords: Myristica fragrans Houtt; isolation; pulp, mace, aetheric oil.
Related Results
Formulasi Minuman Ready to Drink dengan Penambahan Ekstrak Fuli Pala (Myristica argantea Warb) berdasarkan Penerimaan Sensori
Formulasi Minuman Ready to Drink dengan Penambahan Ekstrak Fuli Pala (Myristica argantea Warb) berdasarkan Penerimaan Sensori
Fuli pala (Myristica argentea Warb) pada umumnya dijual dalam bentuk kering. Kandungan senyawa antioksidan pada fuli pala dapat dimanfaatkan sebagai perisa alami dalam produk panga...
Pengaruh Lama Penyulingan terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Atsiri pada Biji Pala (Myristica fragrans Houtt)
Pengaruh Lama Penyulingan terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Atsiri pada Biji Pala (Myristica fragrans Houtt)
Abstrak. Pala merupakan salah satu tanaman rempah yang menghasilkan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyulingan terhadap rendemen dan mutu mi...
PEMANFAATAN LIMBAH DAGING BUAH PALA SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL: PELUANG WIRAUSAHA
PEMANFAATAN LIMBAH DAGING BUAH PALA SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL: PELUANG WIRAUSAHA
Produksi buah pala sangat melimpah dengan angka limbah daging buah pala yang cukup tinggi sehingga perlu dimanfaatkan karena daging buah pala mengandung senyawa fungsional. Salah s...
Ekstraksi Fitur Warna RGB Citra Cangkang dan Fuli Pala untuk Klasifikasi Tingkat Kematangan Biji Pala
Ekstraksi Fitur Warna RGB Citra Cangkang dan Fuli Pala untuk Klasifikasi Tingkat Kematangan Biji Pala
Kualitas biji pala diklasifikasikan ke dalam tiga kategori berdasarkan tingkat kematangan: PALA A, PALA B, dan PALA C. Kategori-kategori ini dapat dibedakan berdasarkan tekstur can...
Evaluation of the efficacy of Myristica Fragrans as a pulpotomy medicament in primary molars: A Clinical Trial
Evaluation of the efficacy of Myristica Fragrans as a pulpotomy medicament in primary molars: A Clinical Trial
Background An extensive literature review indicates that Myristica fragrans Nutmeg is a natural wonder drug with a broad range of pharmacological effects. A single spice has the po...
PENINGKATAN STANDAR MUTU MINYAK PALA RAKYAT DENGAN PROSES PEMURNIAN MENGGUNAKAN ROTARY EVAPORATOR
PENINGKATAN STANDAR MUTU MINYAK PALA RAKYAT DENGAN PROSES PEMURNIAN MENGGUNAKAN ROTARY EVAPORATOR
Daerah Provinsi Aceh penghasil minyak pala bersentral di Aceh Selatan. Minyak atsiri pala adalah minyak yang berasal dari biji dan fuli pala yang banyak digunakan sebagai aromatera...
Analisis Beta Karoten dan Vitamin pada Kulit dan Daging Buah Pisang Tongka Langit (Musa Troglodytarum L.) di Kota AmbonAROTEN DAN VITAMIN PADA KULIT DAN DAGING BUAH PISANG TONGKA LANGIT (Musa troglodytarum L.) DI KOTA AMBON
Analisis Beta Karoten dan Vitamin pada Kulit dan Daging Buah Pisang Tongka Langit (Musa Troglodytarum L.) di Kota AmbonAROTEN DAN VITAMIN PADA KULIT DAN DAGING BUAH PISANG TONGKA LANGIT (Musa troglodytarum L.) DI KOTA AMBON
Pisang Tongka Langit dengan tandan buah menjulang ke atas memiliki karakter morfologi yang bervariasi diantaranya ukuran buah (panjang dan pendek), warna daging buah (kuning sampai...
Pemanfaatan Daging Buah Pala Myristica Fragrans Menjadi Manisan Pala Kering
Pemanfaatan Daging Buah Pala Myristica Fragrans Menjadi Manisan Pala Kering
Nutmeg has a fairly high economic value, because apart from being used as a spice, namely the seeds, the flesh of the nutmeg fruit can also be used to make dried candied nutmeg. Th...

