Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Lama Penyulingan terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Atsiri pada Biji Pala (Myristica fragrans Houtt)
View through CrossRef
Abstrak. Pala merupakan salah satu tanaman rempah yang menghasilkan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyulingan terhadap rendemen dan mutu minyak biji pala. Variasi perlakuan yang digunakan adalah lama penyulingan yaitu 0-3 jam, 3-6 jam, 6-9 jam, 9-12 jam, 12-15 jam, 15-18 jam, 18-21 jam, 21-24 jam, 24-27 jam, dan 27-30 jam. Analisis karakteristik yang dilakukan meliputi rendemen, bobot jenis, indeks bias dan kelarutan dalam alkohol. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapat rendemen minyak pala yang bervariasi, tergantung dari lama penyulingan. Pada jam ke 3 menghasilkan rendemen yang lebih besar dibandingkan dengan jam yang lain, dimana rendemen minyak pala pada jam ke 3 didapat sebesar 5,58 % sedangkan rendemen yang paling rendah terdapat pada jam ke 30 dengan hasil sebesar 0.12%. Berdasarkan hasil perhitungan rendemen kumulatif yang didapat dari range waktu 0-3, 3-6, 6-9, 9-12, 12-15, 15-18, 18-21, 21-24, 24-27, dan 27-30 adalah sebesar 10, 48 %. Nilai bobot jenis minyak pala yang diperoleh dari hasil penyulingan pada jam ke 24 menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan hasil yang lainnya dengan nilai 0,936 dan tidak memenuhi standar SNI. Sedangkan yang paling rendah terdapat pada jam ke 3 dengan nilai 0.872 yang juga tidak sesuai dengan standar SNI. Penyulingan dengan nilai bobot jenis yang sesuai dengan standar SNI terdapat pada jam ke 6 dengan nilai 0,902. Nilai indeks bias yang tinggi didapatkan pada jam ke 12- 15, 18-21, 21-24 dan 24- 27 dengan nilai 1,496 dan memenuhi standar SNI sedangkan pada jam ke 3-6 diperoleh nilai indeks bias sebesar 1,436 dan tidak memenuhi standar SNI. Tingkat kelarutan dalam alkohol 90% minyak pala yang dihasilkan dari 6 jam sampai 30 jam adalah sama, yaitu jernih yang diuji dengan perbandingan 1:3 dan sudah sesuai standar SNI sedangkan pada ke 3 jam hasilnya adalah opalisensi yaitu tidak keruh dan tidak jernih. Effect of Old Distillation on Rendemen and Quality of Essential Oils on Nutmeg (Myristica fragrans Houtt) Abstract. Nutmeg is one of the herbs that produce essential oil. This study aims to determine the effect of distillation on rendemen and quality of nutmeg oil. The variation of treatment used was the distillation time of 0-3 hours, 3-6 hours, 6-9 hours, 9-12 hours, 12-15 hours, 15-18 hours, 18-21 hours, 21-24 hours, 24- 27 hours, and 27-30 hours. Characteristic analyzes performed include rendemen, species weight, refractive index and solubility in alcohol. The results of the research have been obtained the yield of various nutmeg oil, depending on the length of distillation. At third hours it produces a higher yield compared to the other hour, where the yield of nutmeg oil at third hourswas5.58%, while the lowest yield was at 30thhours with a yield of 0.12%. Based on the results of cumulative rendemen calculations obtained from the range of time 0-3, 3-6, 6-9, 9-12, 12-15, 15-18, 18-21, 21-24, 24-27, and 27-30 was 10, 48%. The weight value of nutmeg oil obtained from the distillation at 24 hours indicates a higher rate than the other results with a value of 0.936 and didn't meet the SNI standard. While the lowest was at third hours with a value of 0.872 which was also not in accordance with SNI standards. Distillation with value of weight of type according to SNI standard is at 6th hours with value 0,902. High refractive index values were obtained at 12 to 15, 18-21, 21-24 and 24-27 hours with a value of 1.496 and met the SNI standard while at 3-6 hours the refractive index value was 1.436 and did not meet the SNI standard. The solubility rate in 90% alcohol of nutmeg oil produced from 6th hours to 30th hours is the same, that was clear tested with ratio of 1: 3 and was accordance with SNI standard while in 3 hours the result is opalisensi that is not cloudy and not clear.
Title: Pengaruh Lama Penyulingan terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Atsiri pada Biji Pala (Myristica fragrans Houtt)
Description:
Abstrak.
Pala merupakan salah satu tanaman rempah yang menghasilkan minyak atsiri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyulingan terhadap rendemen dan mutu minyak biji pala.
Variasi perlakuan yang digunakan adalah lama penyulingan yaitu 0-3 jam, 3-6 jam, 6-9 jam, 9-12 jam, 12-15 jam, 15-18 jam, 18-21 jam, 21-24 jam, 24-27 jam, dan 27-30 jam.
Analisis karakteristik yang dilakukan meliputi rendemen, bobot jenis, indeks bias dan kelarutan dalam alkohol.
Hasil penelitian yang telah dilakukan didapat rendemen minyak pala yang bervariasi, tergantung dari lama penyulingan.
Pada jam ke 3 menghasilkan rendemen yang lebih besar dibandingkan dengan jam yang lain, dimana rendemen minyak pala pada jam ke 3 didapat sebesar 5,58 % sedangkan rendemen yang paling rendah terdapat pada jam ke 30 dengan hasil sebesar 0.
12%.
Berdasarkan hasil perhitungan rendemen kumulatif yang didapat dari range waktu 0-3, 3-6, 6-9, 9-12, 12-15, 15-18, 18-21, 21-24, 24-27, dan 27-30 adalah sebesar 10, 48 %.
Nilai bobot jenis minyak pala yang diperoleh dari hasil penyulingan pada jam ke 24 menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan hasil yang lainnya dengan nilai 0,936 dan tidak memenuhi standar SNI.
Sedangkan yang paling rendah terdapat pada jam ke 3 dengan nilai 0.
872 yang juga tidak sesuai dengan standar SNI.
Penyulingan dengan nilai bobot jenis yang sesuai dengan standar SNI terdapat pada jam ke 6 dengan nilai 0,902.
Nilai indeks bias yang tinggi didapatkan pada jam ke 12- 15, 18-21, 21-24 dan 24- 27 dengan nilai 1,496 dan memenuhi standar SNI sedangkan pada jam ke 3-6 diperoleh nilai indeks bias sebesar 1,436 dan tidak memenuhi standar SNI.
Tingkat kelarutan dalam alkohol 90% minyak pala yang dihasilkan dari 6 jam sampai 30 jam adalah sama, yaitu jernih yang diuji dengan perbandingan 1:3 dan sudah sesuai standar SNI sedangkan pada ke 3 jam hasilnya adalah opalisensi yaitu tidak keruh dan tidak jernih.
Effect of Old Distillation on Rendemen and Quality of Essential Oils on Nutmeg (Myristica fragrans Houtt) Abstract.
Nutmeg is one of the herbs that produce essential oil.
This study aims to determine the effect of distillation on rendemen and quality of nutmeg oil.
The variation of treatment used was the distillation time of 0-3 hours, 3-6 hours, 6-9 hours, 9-12 hours, 12-15 hours, 15-18 hours, 18-21 hours, 21-24 hours, 24- 27 hours, and 27-30 hours.
Characteristic analyzes performed include rendemen, species weight, refractive index and solubility in alcohol.
The results of the research have been obtained the yield of various nutmeg oil, depending on the length of distillation.
At third hours it produces a higher yield compared to the other hour, where the yield of nutmeg oil at third hourswas5.
58%, while the lowest yield was at 30thhours with a yield of 0.
12%.
Based on the results of cumulative rendemen calculations obtained from the range of time 0-3, 3-6, 6-9, 9-12, 12-15, 15-18, 18-21, 21-24, 24-27, and 27-30 was 10, 48%.
The weight value of nutmeg oil obtained from the distillation at 24 hours indicates a higher rate than the other results with a value of 0.
936 and didn't meet the SNI standard.
While the lowest was at third hours with a value of 0.
872 which was also not in accordance with SNI standards.
Distillation with value of weight of type according to SNI standard is at 6th hours with value 0,902.
High refractive index values were obtained at 12 to 15, 18-21, 21-24 and 24-27 hours with a value of 1.
496 and met the SNI standard while at 3-6 hours the refractive index value was 1.
436 and did not meet the SNI standard.
The solubility rate in 90% alcohol of nutmeg oil produced from 6th hours to 30th hours is the same, that was clear tested with ratio of 1: 3 and was accordance with SNI standard while in 3 hours the result is opalisensi that is not cloudy and not clear.
Related Results
Formulasi Lilin Aromaterapi Kombinasi Minyak Atsiri Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) dan Minyak Atsiri Nilam (Pogostemon cablin)
Formulasi Lilin Aromaterapi Kombinasi Minyak Atsiri Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) dan Minyak Atsiri Nilam (Pogostemon cablin)
Minyak atsiri adalah minyak yang mudah menguap. Bahan baku minyak atsiri dapat diperoleh dari berbagai bagian tumbuhan seperti batang, daun, bunga, buah, biji, kulit biji, serta a...
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR TOTAL FENOLIK DALAM MINYAK ATSIRI BIJI PALA
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR TOTAL FENOLIK DALAM MINYAK ATSIRI BIJI PALA
Pala merupakan rempah dengan berbagai macam manfaat yang digunakan oleh masyarakat dan bernilai ekonomi tinggi. Biji pala mengandung berbagai macam senyawa, salah satunya adalah fe...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kayu Manis dengan Bakteri Staphylococcus aureus
Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kayu Manis dengan Bakteri Staphylococcus aureus
Tanaman kayu manis yang berkembang di Indonesia, terutama jenis Cinnamomum burmanii Blumea. Dalam penelitian ini salah satu tanaman yang digunakan dalam pengobatan yaitu minyak ats...
Pembuatan Balsem Aromaterapi dari Minyak Atsiri Sereh Wangi (Cymbopogonnardus L. Rendle)
Pembuatan Balsem Aromaterapi dari Minyak Atsiri Sereh Wangi (Cymbopogonnardus L. Rendle)
Minyak atsiri merupakan minyak mudah menguap atau minyak terbang yang umumnya berwujud cairan diperoleh dari bagian tanaman akar, kulit, batang, dan daun dengan cara destilasi uap ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PENYULINGAN MINYAK NILAM DENGAN MENGGUNAKAN ENERGI MATAHARI SEBAGAI SUMBER PEMANAS
PENYULINGAN MINYAK NILAM DENGAN MENGGUNAKAN ENERGI MATAHARI SEBAGAI SUMBER PEMANAS
Provinsi Aceh merupakan daerah penyumbang minyak nilam terbesar di Indonesia. Namun sebagian besar masih diusahakan oleh petani nilam, kebanyakan dari mereka masih menggunakan kayu...
PENYULINGAN MINYAK NILAM DENGAN MENGGUNAKAN ENERGI MATAHARI SEBAGAI SUMBER PEMANAS
PENYULINGAN MINYAK NILAM DENGAN MENGGUNAKAN ENERGI MATAHARI SEBAGAI SUMBER PEMANAS
Provinsi Aceh merupakan daerah penyumbang minyak nilam terbesar di Indonesia. Namun sebagian besar masih diusahakan oleh petani nilam, kebanyakan dari mereka masih menggunakan kayu...

