Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Deforestasi dan degradasi hutan di KPHP Telake Kalimantan Timur

View through CrossRef
Metode penelitian dilakukan dengan cara menganalisis data deforestasi dan degradasi hutan yang dikeluarkan versi KLHK dan data deforestasi dan degrdasi hutan versi TMF dari Pusat Penelitian Gabungan Komisi Eropa (The European Commission’s Joint Research Centre ). Berdasarkan hasil yang diperoleh yaitu terdapat perbedaan jumlah luasan area terdeforestasi dan area hutan terdegradasi dari versi KLHK dan versi TMF, deforestasi periode tahun 2018-2019 versi peta KLHK menunjukkan bahwa angka deforesatasi yaitu seluas ±42,59 hektar, sedangkan angka deforestasi versi peta TMF yaitu seluas ±47,73 hektar, lebih tinggi angka deforestasi versi peta TMF sebesar ±5,14 hektar. Luas deforestasi periode tahun 2019-2020 versi peta KLHK seluas ±672 hektar dan versi peta TMF seluas ±16,14 hektar lebih tinggi angka deforestasi versi peta KLHK ±656,76 hektar. Deforestasi periode tahun 2020-2021 versi peta KLHK seluas ±61,05 hektar, sedangkan luasan deforestasi versi peta TMF seluas ±41,67 hektar, lebih tinggi ±19,38 hektar angka deforestasi versi peta KLHK. Deforestasi periode tahun 2021-2022 versi peta KLHK tidak terdapat area deforestasi, sedangkan angka deforestasi versi peta TMF adalah seluas ±25,00 hektar. Degradasi hutan versi peta KLHK periode tahun 2018-2019 tidak terdapat area yang terdegradasi. Sedangkan degradasi hutan versi peta TMF seluas ±293,55 hektar. 
Title: Deforestasi dan degradasi hutan di KPHP Telake Kalimantan Timur
Description:
Metode penelitian dilakukan dengan cara menganalisis data deforestasi dan degradasi hutan yang dikeluarkan versi KLHK dan data deforestasi dan degrdasi hutan versi TMF dari Pusat Penelitian Gabungan Komisi Eropa (The European Commission’s Joint Research Centre ).
Berdasarkan hasil yang diperoleh yaitu terdapat perbedaan jumlah luasan area terdeforestasi dan area hutan terdegradasi dari versi KLHK dan versi TMF, deforestasi periode tahun 2018-2019 versi peta KLHK menunjukkan bahwa angka deforesatasi yaitu seluas ±42,59 hektar, sedangkan angka deforestasi versi peta TMF yaitu seluas ±47,73 hektar, lebih tinggi angka deforestasi versi peta TMF sebesar ±5,14 hektar.
Luas deforestasi periode tahun 2019-2020 versi peta KLHK seluas ±672 hektar dan versi peta TMF seluas ±16,14 hektar lebih tinggi angka deforestasi versi peta KLHK ±656,76 hektar.
Deforestasi periode tahun 2020-2021 versi peta KLHK seluas ±61,05 hektar, sedangkan luasan deforestasi versi peta TMF seluas ±41,67 hektar, lebih tinggi ±19,38 hektar angka deforestasi versi peta KLHK.
Deforestasi periode tahun 2021-2022 versi peta KLHK tidak terdapat area deforestasi, sedangkan angka deforestasi versi peta TMF adalah seluas ±25,00 hektar.
Degradasi hutan versi peta KLHK periode tahun 2018-2019 tidak terdapat area yang terdegradasi.
Sedangkan degradasi hutan versi peta TMF seluas ±293,55 hektar.
 .

Related Results

PEMODELAN DAMPAK KEBIJAKAN REDD : STUDI KASUS HUTAN DI PULAU SUMATERA
PEMODELAN DAMPAK KEBIJAKAN REDD : STUDI KASUS HUTAN DI PULAU SUMATERA
<p class="abstrak">Emisi karbon yang terjadi akibat deforestasi dan degradasi hutan menyumbang hampir 20%  emisi global, lebih besar daripada sektor transportasi global dan y...
Analisis Konflik Tenurial di Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Model Poigar
Analisis Konflik Tenurial di Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Model Poigar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah, aktor dan penyebab konflik yang ditinjau dari aspek sosial ekonomi, budaya dan kelembagaan yang terjadi di KPHP Model Poigar ...
Deotorisasi Otoritas Adat Dan Degradasi Lingkungan Pada Kawasan Hutan Yawila Desa Eka Pata Kabupaten Sumba Barat Daya
Deotorisasi Otoritas Adat Dan Degradasi Lingkungan Pada Kawasan Hutan Yawila Desa Eka Pata Kabupaten Sumba Barat Daya
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai sebab-sebab melamahnya peran otoritas adat di kawasan hutan Yawila di Desa Eka Pata Kabupaten Sumba Barat Daya. Jika ditelus...
Analisis Kesehatan Hutan dalam Pengelolaan Hutan Rakyat Pola Tanam Agroforestri di Wilayah Kabupaten Lampung Timur
Analisis Kesehatan Hutan dalam Pengelolaan Hutan Rakyat Pola Tanam Agroforestri di Wilayah Kabupaten Lampung Timur
Hutan rakyat dengan pola tanam agroforestri memiliki pengaruh terhadap aspek ekologi, seperti: udara bersih, erosi terkendali, serapan karbon, pengaturan tata air, penyangga ekosis...
DEGRADASI HUTAN PULAU YAMDENA di PROVINSI MALUKU TAHUN 1998 – 2008
DEGRADASI HUTAN PULAU YAMDENA di PROVINSI MALUKU TAHUN 1998 – 2008
ABSTRAK Hutan tropika basah di Pulau Yamdena Kabupaten Maluku Tenggara Barat memiliki potensi untuk dieksploitasi demi memenuhi kebutuhan kayu masyarakat sekaligus menghasilk...
PEMETAAN TUTUPAN VEGETASI PADA PETAK 76 DI DESA PITU KECAMATAN PITU KABUPATEN NGAWI JAWA TIMUR
PEMETAAN TUTUPAN VEGETASI PADA PETAK 76 DI DESA PITU KECAMATAN PITU KABUPATEN NGAWI JAWA TIMUR
Perubahan tutupan hutan akibat rusaknya hutan dapat diatasi dengan rehabilitasi. Rehabilitasi hutan dilakukan untuk menjaga prinsip kelestaria hutan. Keberhasilan rehabilitasi dini...
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, menyebutkan bahwa penyelenggaraan kehutanan bertujuan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan...

Back to Top