Javascript must be enabled to continue!
PEMETAAN TUTUPAN VEGETASI PADA PETAK 76 DI DESA PITU KECAMATAN PITU KABUPATEN NGAWI JAWA TIMUR
View through CrossRef
Perubahan tutupan hutan akibat rusaknya hutan dapat diatasi dengan rehabilitasi. Rehabilitasi hutan dilakukan untuk menjaga prinsip kelestaria hutan. Keberhasilan rehabilitasi dinilai berdasarkan aspek biofisik lingkungan berupa keberhasilan reboisasi dan penurunan gangguan keamanan hutan. KHDTK UGM merupakan kawasan hutan yang ditetapkan untuk tujuan pendididkan dan pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penutupan vegetasi lahan, data peta di ambil dari Lampiran Keputusan Mentri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor: SK.632//mnlhk/setjen/PLA.0/8/2016 tentang Penunjukan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Untuk Hutan Pendidikan Dan Pelatihan Universitas Gadjah Mada. Sedangkan data pengukuran lahan di gunakan GPS. Analisis data di lakukan dengan menggunakan GIS.Dan kegiatan pengambilan data di kawasan petak 76 menggunakan metode praktik langsung di lapangan. Luasan tutupan lahan vegetasi di petak 76 Ha dengan tipe dan luasan disetiap tutupan vegetasi yakni tanaman Jagung 6,4 Ha dan Tanaman Tebu 8,9 Ha. Dengan presentase tutupan lahan vegetasi di Petak 76 HWD Pitu KHDTK UGM dengan jumlah presentase Tanaman Jagung 45% dan Tanaman Tebu 55%.Perubahan tutupan hutan akibat rusaknya hutan dapat diatasi dengan rehabilitasi. Rehabilitasi hutan dilakukan untuk menjaga prinsip kelestaria hutan. Keberhasilan rehabilitasi dinilai berdasarkan aspek biofisik lingkungan berupa keberhasilan reboisasi dan penurunan gangguan keamanan hutan. KHDTK UGM merupakan kawasan hutan yang ditetapkan untuk tujuan pendididkan dan pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penutupan vegetasi lahan, data peta di ambil dari Lampiran Keputusan Mentri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor: SK.632//mnlhk/setjen/PLA.0/8/2016 tentang Penunjukan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Untuk Hutan Pendidikan Dan Pelatihan Universitas Gadjah Mada. Sedangkan data pengukuran lahan di gunakan GPS. Analisis data di lakukan dengan menggunakan GIS.Dan kegiatan pengambilan data di kawasan petak 76 menggunakan metode praktik langsung di lapangan. Luasan tutupan lahan vegetasi di petak 76 Ha dengan tipe dan luasan disetiap tutupan vegetasi yakni tanaman Jagung 6,4 Ha dan Tanaman Tebu 8,9 Ha. Dengan presentase tutupan lahan vegetasi di Petak 76 HWD Pitu KHDTK UGM dengan jumlah presentase Tanaman Jagung 45% dan Tanaman Tebu 55%.
Universitas Pattimura
Title: PEMETAAN TUTUPAN VEGETASI PADA PETAK 76 DI DESA PITU KECAMATAN PITU KABUPATEN NGAWI JAWA TIMUR
Description:
Perubahan tutupan hutan akibat rusaknya hutan dapat diatasi dengan rehabilitasi.
Rehabilitasi hutan dilakukan untuk menjaga prinsip kelestaria hutan.
Keberhasilan rehabilitasi dinilai berdasarkan aspek biofisik lingkungan berupa keberhasilan reboisasi dan penurunan gangguan keamanan hutan.
KHDTK UGM merupakan kawasan hutan yang ditetapkan untuk tujuan pendididkan dan pelatihan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penutupan vegetasi lahan, data peta di ambil dari Lampiran Keputusan Mentri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor: SK.
632//mnlhk/setjen/PLA.
0/8/2016 tentang Penunjukan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Untuk Hutan Pendidikan Dan Pelatihan Universitas Gadjah Mada.
Sedangkan data pengukuran lahan di gunakan GPS.
Analisis data di lakukan dengan menggunakan GIS.
Dan kegiatan pengambilan data di kawasan petak 76 menggunakan metode praktik langsung di lapangan.
Luasan tutupan lahan vegetasi di petak 76 Ha dengan tipe dan luasan disetiap tutupan vegetasi yakni tanaman Jagung 6,4 Ha dan Tanaman Tebu 8,9 Ha.
Dengan presentase tutupan lahan vegetasi di Petak 76 HWD Pitu KHDTK UGM dengan jumlah presentase Tanaman Jagung 45% dan Tanaman Tebu 55%.
Perubahan tutupan hutan akibat rusaknya hutan dapat diatasi dengan rehabilitasi.
Rehabilitasi hutan dilakukan untuk menjaga prinsip kelestaria hutan.
Keberhasilan rehabilitasi dinilai berdasarkan aspek biofisik lingkungan berupa keberhasilan reboisasi dan penurunan gangguan keamanan hutan.
KHDTK UGM merupakan kawasan hutan yang ditetapkan untuk tujuan pendididkan dan pelatihan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penutupan vegetasi lahan, data peta di ambil dari Lampiran Keputusan Mentri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor: SK.
632//mnlhk/setjen/PLA.
0/8/2016 tentang Penunjukan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Untuk Hutan Pendidikan Dan Pelatihan Universitas Gadjah Mada.
Sedangkan data pengukuran lahan di gunakan GPS.
Analisis data di lakukan dengan menggunakan GIS.
Dan kegiatan pengambilan data di kawasan petak 76 menggunakan metode praktik langsung di lapangan.
Luasan tutupan lahan vegetasi di petak 76 Ha dengan tipe dan luasan disetiap tutupan vegetasi yakni tanaman Jagung 6,4 Ha dan Tanaman Tebu 8,9 Ha.
Dengan presentase tutupan lahan vegetasi di Petak 76 HWD Pitu KHDTK UGM dengan jumlah presentase Tanaman Jagung 45% dan Tanaman Tebu 55%.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
INOVASI PACKAGING UNTUK PRODUK USAHA KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI DESA PETAK GIANYAR
INOVASI PACKAGING UNTUK PRODUK USAHA KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI DESA PETAK GIANYAR
ABSTRAKUsaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah usaha yang dijalankan oleh perorangan, rumah tangga, atau badan usaha kecil. Saat ini, UMKM mengalami kesulitan akibat pandemi ...
ANALISIS REABILITY PENGARUH VEGETASI RUMPUT GAJAH DENGAN METODE ELEMEN HINGGA PADA LERENG TANAH VULKANIK
ANALISIS REABILITY PENGARUH VEGETASI RUMPUT GAJAH DENGAN METODE ELEMEN HINGGA PADA LERENG TANAH VULKANIK
Desa-desa sekitar Kaldera Gunung Batur terancam mengalami longsor bahan rombakan (Debris Flow)
akibat erosi permukaan karena lereng yg tersusun oleh tanah vulkanik dan minim ...
ELEMEN VEGETASI DALAM PENATAAN RUANG KOTA PADA KORIDOR JALAN JAMIN GINTING BERASTAGI
ELEMEN VEGETASI DALAM PENATAAN RUANG KOTA PADA KORIDOR JALAN JAMIN GINTING BERASTAGI
ABSTRAK
Representasi suatu ruang kota dapat diidentifikasi melalui aspek estetika lingkungan. Salah satu unsur utama lingkungan adalah vegetasi. Vegetasi berperan sebagai ele...
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN GUNUNGPUTRI KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN GUNUNGPUTRI KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT
Dalam Undang-undang Desa Pasal 72 menyebutkan bahwa desa mempunyai 7 sumber pendapatan,yaitu: 1. Pendapatan asli desa, yang terdiri dari hasil usaha, hasil aset, swadaya, partisipa...
IDENTIFIKASI UMAH ADAT PITU RUANG SEBAGAI PRODUK KEBUDAYAAN GAYO. STUDI KASUS: UMAH REJE BALUNTARA DI ACEH TENGAH
IDENTIFIKASI UMAH ADAT PITU RUANG SEBAGAI PRODUK KEBUDAYAAN GAYO. STUDI KASUS: UMAH REJE BALUNTARA DI ACEH TENGAH
AbstrakUmah Adat Pitu Ruang merupakan karya seni bangunan rumah adat Suku Gayo. Struktur bangunannya berupa rumah panggung yang memiliki 36 tiang sebagai penopang dengan ornamen-or...
PARIWISATA CAGAR BUDAYA BENTENG PENDEM NGAWI
PARIWISATA CAGAR BUDAYA BENTENG PENDEM NGAWI
This research was conducted on the basis of existing facts, in the area of the Regional Government of Ngawi Regency, East Java Province, there is one plot of land covering an are...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...

