Javascript must be enabled to continue!
Analisis Konflik Tenurial di Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Model Poigar
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah, aktor dan penyebab konflik yang ditinjau dari aspek sosial ekonomi, budaya dan kelembagaan yang terjadi di KPHP Model Poigar (2) Rekomendasi penyelesaian yang mungkin dapat dilakukan untuk mengurai konflik tenurial di KPHP Model Poigar. Analisis data yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya klaim lahan oleh masyarakat diawali dari kegiatan pemanfaatan hasil hutan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Konflik tenurial di KPHP Model Poigar merupakan konflik struktural. Beberapa aktor utama harus mendapat perhatian prioritas adalah masyarakat pengolah lahan dalam kawasan dan pengusaha lokal. Beberapa penyebab dasar terjadinya konflik tenurial di KPHP Model Poigar yaitu kurangnya pemahaman pihak terkait tentang keberadaan KPHP Model Poigar, adanya dualisme kewenangan, minimnya kegiatan pemberdayaan masyarakat, dan penegakan hukum yang masih lemah. Berdasarkan pertimbangan sejarah, aktor-aktor yang terlibat dan penyebab konflik, maka beberapa hasil rekomendasi dari penelitian ini adalah penguatan kelembagaan KPHP Model Poigar, pengembangan pola kemitraan, d an penegakan hukum.
Forestry Department, University of Muhammadiyah Makassar
Title: Analisis Konflik Tenurial di Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Model Poigar
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah, aktor dan penyebab konflik yang ditinjau dari aspek sosial ekonomi, budaya dan kelembagaan yang terjadi di KPHP Model Poigar (2) Rekomendasi penyelesaian yang mungkin dapat dilakukan untuk mengurai konflik tenurial di KPHP Model Poigar.
Analisis data yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya klaim lahan oleh masyarakat diawali dari kegiatan pemanfaatan hasil hutan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Konflik tenurial di KPHP Model Poigar merupakan konflik struktural.
Beberapa aktor utama harus mendapat perhatian prioritas adalah masyarakat pengolah lahan dalam kawasan dan pengusaha lokal.
Beberapa penyebab dasar terjadinya konflik tenurial di KPHP Model Poigar yaitu kurangnya pemahaman pihak terkait tentang keberadaan KPHP Model Poigar, adanya dualisme kewenangan, minimnya kegiatan pemberdayaan masyarakat, dan penegakan hukum yang masih lemah.
Berdasarkan pertimbangan sejarah, aktor-aktor yang terlibat dan penyebab konflik, maka beberapa hasil rekomendasi dari penelitian ini adalah penguatan kelembagaan KPHP Model Poigar, pengembangan pola kemitraan, d an penegakan hukum.
.
Related Results
Peran Pemerintah Provinsi Riau dalam Penanganan Konflik Tenurial sebagai Upaya Penyelesaian Kebakaran Hutan dan Lahan di Masa Pandemi
Peran Pemerintah Provinsi Riau dalam Penanganan Konflik Tenurial sebagai Upaya Penyelesaian Kebakaran Hutan dan Lahan di Masa Pandemi
Provinsi Riau merupakan wilayah di Indonesia yang kerap terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satu faktor yang mendorong terjadinya karhutla adalah karena adanya konf...
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, menyebutkan bahwa penyelenggaraan kehutanan bertujuan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan...
MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM)
MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM)
<h4>Abstract</h4> <p><strong><em> </em></strong></p> <p><em>Forest management must consider the cultural values of socie...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
IDENTIFIKASI JENIS PAKAN LEBAH MADU HUTAN (Apisdorsata) DI HUTAN LINDUNG KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG (KPHL) AMPANG KECAMATAN EMPANG KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2020
IDENTIFIKASI JENIS PAKAN LEBAH MADU HUTAN (Apisdorsata) DI HUTAN LINDUNG KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG (KPHL) AMPANG KECAMATAN EMPANG KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2020
Penelitian ini di laksanakan di Kawasan Hutan Lindung KPHL Ampang Yang berlokasi di Desa Jotang Beru dengan tujuan : mengidentifikasi Jenis vegetasi tingkat pohon dan tumbuhan bawa...
TINGKAT KEMANDIRIAN KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI SUMATERA BARAT
TINGKAT KEMANDIRIAN KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI SUMATERA BARAT
Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Sumatera Barat merupakan salah satu KPH Model yang dibentuk oleh pemerintah. KPH dibentuk untuk memastikan pengelolaan hutan tetap lestari dan b...
Peningkatan Pendapatan Masyarakat dan Pelestarian Hutan melalui Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat
Peningkatan Pendapatan Masyarakat dan Pelestarian Hutan melalui Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat
Paper ini merupakan hasil penelitian terhadap Program Perhutanan Sosial berbasis masyarakat sekitar hutan sebagai pengelola hutan bersama Perum Perhutani. Program tersebut bernama ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

