Javascript must be enabled to continue!
EMBODIED ENERGY PADA DINDING BAMBU ANYAMAN DAN PLESTER
View through CrossRef
Abstract: Buildings consume high energy and cause an increase in CO2 gas emissions to the environment. This energy consumption is known as embodied energy where energy is used in the production and maintenance processes of buildings. In buildings, the largest consumption of embodied energy is contained in the walls. Among the various materials and construction of building walls, the trend of the plaster bamboo wall has been significantly increased because it has several advantages for the environment. This research was conducted to measure the embodied energy contained in bamboo wall construction located in Kampung Buyut Cipageran, Cimahi City. This research method uses Inventory Carbon and Energy (ICE) data from the University of Bath and Indonesian National Standard as the basics data for the calculation. The analysis has been conducted by calculating the basics data and the design drawings. The result showed that the embodied energy in the bamboo walls had a value of 230.61 MJ/m2. This result is lower than the known standard for brick wall with 440 MJ/m2. The bamboo wall is proved to be more efficient in energy use than conventional wall with brick as the main construction.Keywords: bamboo wall; embodied energy; Abstrak: Bangunan mengkonsumsi energi yang cukup tinggi dan mengakibatkan peningkatan emisi gas CO2 ke lingkungan. Penggunaan energi ini diketahui sebagai embodied energy dimana energi digunakan dalam proses produksi dan perawatan bangunan. Dalam suatu bangunan, penggunaan embodied energy terbesar terletak pada dinding. Dari berbagai material dan konstruksi pembentuk dinding bangunan, dinding bambu plester menjadi tren terbaru karena memiliki beberapa keunggulan dalam keramahan terhadap lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur embodied energy yang terdapat pada komponen dinding bambu di salah satu bangunan Kampung Buyut Cipageran, Kota Cimahi. Metode pengukuran menggunakan data Inventory Carbon and Energy (ICE) dari University of Bath dan petunjuk analisis pekerjaan konstruksi dari SNI. Hasil analisis menunjukkan bahwa embodied energy pada dinding bambu plester memiliki nilai 230,61 MJ/m2. Jika dibandingkan dengan dinding bata plester konvensional yang memiliki standar 440 MJ/m2, dinding bambu plester lebih efisien dalam penggunaan energi dalam siklus hidupnya.Kata Kunci: dinding bambu; embodied energy;.
Title: EMBODIED ENERGY PADA DINDING BAMBU ANYAMAN DAN PLESTER
Description:
Abstract: Buildings consume high energy and cause an increase in CO2 gas emissions to the environment.
This energy consumption is known as embodied energy where energy is used in the production and maintenance processes of buildings.
In buildings, the largest consumption of embodied energy is contained in the walls.
Among the various materials and construction of building walls, the trend of the plaster bamboo wall has been significantly increased because it has several advantages for the environment.
This research was conducted to measure the embodied energy contained in bamboo wall construction located in Kampung Buyut Cipageran, Cimahi City.
This research method uses Inventory Carbon and Energy (ICE) data from the University of Bath and Indonesian National Standard as the basics data for the calculation.
The analysis has been conducted by calculating the basics data and the design drawings.
The result showed that the embodied energy in the bamboo walls had a value of 230.
61 MJ/m2.
This result is lower than the known standard for brick wall with 440 MJ/m2.
The bamboo wall is proved to be more efficient in energy use than conventional wall with brick as the main construction.
Keywords: bamboo wall; embodied energy; Abstrak: Bangunan mengkonsumsi energi yang cukup tinggi dan mengakibatkan peningkatan emisi gas CO2 ke lingkungan.
Penggunaan energi ini diketahui sebagai embodied energy dimana energi digunakan dalam proses produksi dan perawatan bangunan.
Dalam suatu bangunan, penggunaan embodied energy terbesar terletak pada dinding.
Dari berbagai material dan konstruksi pembentuk dinding bangunan, dinding bambu plester menjadi tren terbaru karena memiliki beberapa keunggulan dalam keramahan terhadap lingkungan.
Penelitian ini dilakukan untuk mengukur embodied energy yang terdapat pada komponen dinding bambu di salah satu bangunan Kampung Buyut Cipageran, Kota Cimahi.
Metode pengukuran menggunakan data Inventory Carbon and Energy (ICE) dari University of Bath dan petunjuk analisis pekerjaan konstruksi dari SNI.
Hasil analisis menunjukkan bahwa embodied energy pada dinding bambu plester memiliki nilai 230,61 MJ/m2.
Jika dibandingkan dengan dinding bata plester konvensional yang memiliki standar 440 MJ/m2, dinding bambu plester lebih efisien dalam penggunaan energi dalam siklus hidupnya.
Kata Kunci: dinding bambu; embodied energy;.
Related Results
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
A Analisis Bahaya pada Pengrajin Anyaman Bambu
A Analisis Bahaya pada Pengrajin Anyaman Bambu
Anyaman bambu tidak ada habisnya untuk dibuat berbagai kerajinan tangan dengan nilai guna dan seni yang tinggi. Namun dibalik itu, terdapat proses kerja yang panjang dan kemungkina...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
JENIS-JENIS BAMBU DI BUKIT GUNUNG ANGGAS, DESA SIDING, KECAMATAN SIDING, KABUPATEN BENGKAYANG
JENIS-JENIS BAMBU DI BUKIT GUNUNG ANGGAS, DESA SIDING, KECAMATAN SIDING, KABUPATEN BENGKAYANG
Gunung Anggas Hill, Siding Village, Siding Subdistrict, Bengkayang District has many wildly bamboo plants. Bamboo is a type of grass that belongs to the Gramineae family and is one...
PERENCANAAN MESIN SERUT BAMBU KAPASITAS 500 BATANG/JAM
PERENCANAAN MESIN SERUT BAMBU KAPASITAS 500 BATANG/JAM
Bambu merupakan tumbuhan berbunga menahun hijau abadi dari subfamili bambusoideae yang termasuk famili poaceae. Bambu digunakan untuk membuat sumpit dan alat memasak lainnya sepert...
REDESAIN ALAT IRAT BAMBU BERBASIS ERGONOMI PADA PENGRAJIN ANYAMAN BAMBU DI DESA JEPANG KABUPATEN KUDUS
REDESAIN ALAT IRAT BAMBU BERBASIS ERGONOMI PADA PENGRAJIN ANYAMAN BAMBU DI DESA JEPANG KABUPATEN KUDUS
Jepang Village, Mejobo District, Kudus Regency is a village dominated by bamboo weaving artisans. Bamboo weaving activities in Jepang villages are carried out every day as a liveli...
Analisis Penggunaan Dinding Façade Beton Precast Pada Gedung 4 Lantai
Analisis Penggunaan Dinding Façade Beton Precast Pada Gedung 4 Lantai
Pekerjaan dinding façade adalah pekerjaan dengan utilitas yang kompleks dan merupakan sumber aktifitas kerja yang dapat menimbulkan bahaya (Hazard) kece...

