Javascript must be enabled to continue!
A Analisis Bahaya pada Pengrajin Anyaman Bambu
View through CrossRef
Anyaman bambu tidak ada habisnya untuk dibuat berbagai kerajinan tangan dengan nilai guna dan seni yang tinggi. Namun dibalik itu, terdapat proses kerja yang panjang dan kemungkinan potensi bahaya sehingga perlindungan pekerja dibutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi bahaya lingkungan kerja pada setiap tahap pembuatan kerajinan anyaman bambu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional. Subjek penelitian ini adalah pengrajin anyaman bambu dan objek penelitiannya adalah seluruh tahapan kegiatan pembuatan kerajinan anyaman bambu. Hasil penelitian menunjukkan empat kegiatan utama pembuatan kerajinan anyaman bambu, yaitu tahap pembuatan bahan anyaman, tahap penyiapan bahan tambahan anyaman, pembuatan produk anyaman, dan finishing. Dari masing-masing tahap kegiatan pembuatan anyaman bambu, empat potensi bahaya teridentifikasi yakni: bahaya fisik berupa cuaca kerja dan kebisingan; bahaya kimia berupa debu, asap dan bahan kimia yang diaplikasikan; bahaya ergonomi dari cara dan posisi kerja yang tidak ergonomis; dan bahaya mekanik dari bahan dan peralatan yang digunakan. Peneliti menyimpulkan bahwa pada setiap tahap kegiatan pembuatan anyaman bambu terdapat potensi bahaya lingkungan kerja yang perlu diperhatikan oleh pengrajin maupun pemilik usaha. Data hasil identifikasi ini dapat dijadikan sebagai data dasar upaya pengendalian bahaya lingkungan kerja.
Title: A Analisis Bahaya pada Pengrajin Anyaman Bambu
Description:
Anyaman bambu tidak ada habisnya untuk dibuat berbagai kerajinan tangan dengan nilai guna dan seni yang tinggi.
Namun dibalik itu, terdapat proses kerja yang panjang dan kemungkinan potensi bahaya sehingga perlindungan pekerja dibutuhkan.
Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi bahaya lingkungan kerja pada setiap tahap pembuatan kerajinan anyaman bambu.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional.
Subjek penelitian ini adalah pengrajin anyaman bambu dan objek penelitiannya adalah seluruh tahapan kegiatan pembuatan kerajinan anyaman bambu.
Hasil penelitian menunjukkan empat kegiatan utama pembuatan kerajinan anyaman bambu, yaitu tahap pembuatan bahan anyaman, tahap penyiapan bahan tambahan anyaman, pembuatan produk anyaman, dan finishing.
Dari masing-masing tahap kegiatan pembuatan anyaman bambu, empat potensi bahaya teridentifikasi yakni: bahaya fisik berupa cuaca kerja dan kebisingan; bahaya kimia berupa debu, asap dan bahan kimia yang diaplikasikan; bahaya ergonomi dari cara dan posisi kerja yang tidak ergonomis; dan bahaya mekanik dari bahan dan peralatan yang digunakan.
Peneliti menyimpulkan bahwa pada setiap tahap kegiatan pembuatan anyaman bambu terdapat potensi bahaya lingkungan kerja yang perlu diperhatikan oleh pengrajin maupun pemilik usaha.
Data hasil identifikasi ini dapat dijadikan sebagai data dasar upaya pengendalian bahaya lingkungan kerja.
Related Results
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
Kriya Mekar: Inovasi Produk Lokal Kriya Bambu Untuk Meningkatkan Minat Generasi Muda Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut
Kriya Mekar: Inovasi Produk Lokal Kriya Bambu Untuk Meningkatkan Minat Generasi Muda Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut
Kriya bambu moderen adalah salah satu kerajinan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Selain ramah lingkungan, berbagai manfaat dapat dirasakan oleh para pengguna kerajinan ini. Ber...
Pendampingan Perancangan dan Pembuatan Neon Box Papan Reklame Display Produk Anyaman Bambu di Desa Duwet Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang
Pendampingan Perancangan dan Pembuatan Neon Box Papan Reklame Display Produk Anyaman Bambu di Desa Duwet Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang
Kelompok pengrajin anyaman bambu menghadapi kesulitan dalam memasarkan produk kerajinan anyaman bambu. Serta bagaimana cara agar konsumen bisa mengetahui adanya produk kerajinan ha...
PERENCANAAN MESIN SERUT BAMBU KAPASITAS 500 BATANG/JAM
PERENCANAAN MESIN SERUT BAMBU KAPASITAS 500 BATANG/JAM
Bambu merupakan tumbuhan berbunga menahun hijau abadi dari subfamili bambusoideae yang termasuk famili poaceae. Bambu digunakan untuk membuat sumpit dan alat memasak lainnya sepert...
Eksplorasi Iratan Bambu Halus Menjadi Produk Fungsional
Eksplorasi Iratan Bambu Halus Menjadi Produk Fungsional
Bahan iratan bambu halus terbuat dari bambu tali melalui proses penyerutan sehingga menghasilkan iratan bambu yang sangat tipis. Karakteristik bahan ini sangat lentur sehingga muda...
PENDAMPINGAN INOVASI PRODUK PADA WISATA EDUKASI ANYAMAN BAMBU DI DESA SUMURAGUNG
PENDAMPINGAN INOVASI PRODUK PADA WISATA EDUKASI ANYAMAN BAMBU DI DESA SUMURAGUNG
Dusun Grogol, Desa sumuragung, Bojonegoro memiliki potensi sumber daya alam berupa hutan pohon bambu yang cukup luas. Potensi ini didukung adanya kelompok pengrajin anyaman bambu, ...

