Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

JENIS-JENIS BAMBU DI BUKIT GUNUNG ANGGAS, DESA SIDING, KECAMATAN SIDING, KABUPATEN BENGKAYANG

View through CrossRef
Gunung Anggas Hill, Siding Village, Siding Subdistrict, Bengkayang District has many wildly bamboo plants. Bamboo is a type of grass that belongs to the Gramineae family and is one of the non-timber forest product commodities that grows in most forests in Indonesia and other tropical countries. Bamboo is categorized as a versatile non-timber forest product. Besides being useful, several species of bamboo are ornamental plants as well as processing waste filtering and preventing erosion. This study aims to determine the bamboo species and make a map of the distribution of bamboo based on the coordinates of Gunung Anggas Hill, Siding Village, Siding Subdistrict, Bengkayang District. This study was conducted use a survey method, namely the implementation of path exploration to obtain all species of bamboo. Exploration is carried out directly, such as recording and identifying plants in each encounter on the right and left at three altitudes (100, 200, and 300 masl) with a path length of 100 meters on the hiking trail. The results found four genera of bamboo (Dendrocalamus, Schizostachyum, Bambusa, and Gigantochloa) and eight species of bamboo such as Petung Bamboo (Dendrocalamus asper), Kayan Bamboo (Schizostachyum flexuosum Widjaja), Aur Bamboo (Bambusa vulgaris var. vulgaris), Lemang Bamboo (Schizostachyum brachycladum Kurz), Tamiang bamboo (Schizostachyum latifolium), Tarenk Bamboo (Gigantochloa hasskarliana (kurz) Backer ex Heyne), Mayan bamboo (Gigantochloa robusta) kurz., Timiang pogok bamboo (Schizostachyum silicatum).Keywords: bamboo species, different altitude, Siding VillageAbstrakBukit Gunung Anggas Desa Siding, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang memiliki banyak tanaman bambu yang tumbuh secara liar. Bambu adalah salah satu jenis rumput-rumputan yang termasuk kedalam family Gramineae dan merupakan salah satu komoditas hasil hutan bukan kayu yang tumbuh disebagian besar hutan Indonesia dan negara tropika lainnya. Bambu dikategorikan sebagai hasil hutan bukan kayu yang serbaguna. Selain berguna beberapa jenis bambu merupakan tanaman hias maupun pengolah penyaringan limbah dan pencegah erosi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nama jenis bambu dan membuat peta persebaran bambu berdasarkan titik koordinat yang ada di Gunung Anggas Desa Siding, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini menggunakan metode survei, yaitu pelaksanaannya secara eksplorasi jalur untuk memperoleh semua jenis bambu. Eksplorasi dilakukan secara langsung, yaitu mencatat dan mengidentifikasi tumbuhan setiap perjumpaan disebelah kanan dan kiri pada masing-masing ketinggian (100, 200, dan 300 mdpl) dengan panjang jalur penelitian 100 meter di jalur pendaki. Hasil survey menemukan empat Genus bambu (Dendrocalamus, Schizostachyum, Bambusa, dan Gigantochloa) dan delapan sepesies bambu yaitu Bambu Petung (Dendrocalamus asper), Bambu Kayan ( Schizostachyum  flexuosum Widjaja ), Bambu Aur (Bambusa vulgaris var. vulgaris), Bambu Lemang (Schizostachyum brachycladum Kurz), Bambu tamiang (Schizostachyum latifolium), Bambu Tarenk (Gigantochloa hasskarliana (kurz) Backer ex Heyne), Bambu Mayan (Gigantochloa robusta) kurz., Bambu temiang pogok (schizostachyum silicatum).Kata Kunci : Spesies bambu, ketinggian berbeda, Desa Siding
Title: JENIS-JENIS BAMBU DI BUKIT GUNUNG ANGGAS, DESA SIDING, KECAMATAN SIDING, KABUPATEN BENGKAYANG
Description:
Gunung Anggas Hill, Siding Village, Siding Subdistrict, Bengkayang District has many wildly bamboo plants.
Bamboo is a type of grass that belongs to the Gramineae family and is one of the non-timber forest product commodities that grows in most forests in Indonesia and other tropical countries.
Bamboo is categorized as a versatile non-timber forest product.
Besides being useful, several species of bamboo are ornamental plants as well as processing waste filtering and preventing erosion.
This study aims to determine the bamboo species and make a map of the distribution of bamboo based on the coordinates of Gunung Anggas Hill, Siding Village, Siding Subdistrict, Bengkayang District.
This study was conducted use a survey method, namely the implementation of path exploration to obtain all species of bamboo.
Exploration is carried out directly, such as recording and identifying plants in each encounter on the right and left at three altitudes (100, 200, and 300 masl) with a path length of 100 meters on the hiking trail.
The results found four genera of bamboo (Dendrocalamus, Schizostachyum, Bambusa, and Gigantochloa) and eight species of bamboo such as Petung Bamboo (Dendrocalamus asper), Kayan Bamboo (Schizostachyum flexuosum Widjaja), Aur Bamboo (Bambusa vulgaris var.
vulgaris), Lemang Bamboo (Schizostachyum brachycladum Kurz), Tamiang bamboo (Schizostachyum latifolium), Tarenk Bamboo (Gigantochloa hasskarliana (kurz) Backer ex Heyne), Mayan bamboo (Gigantochloa robusta) kurz.
, Timiang pogok bamboo (Schizostachyum silicatum).
Keywords: bamboo species, different altitude, Siding VillageAbstrakBukit Gunung Anggas Desa Siding, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang memiliki banyak tanaman bambu yang tumbuh secara liar.
Bambu adalah salah satu jenis rumput-rumputan yang termasuk kedalam family Gramineae dan merupakan salah satu komoditas hasil hutan bukan kayu yang tumbuh disebagian besar hutan Indonesia dan negara tropika lainnya.
Bambu dikategorikan sebagai hasil hutan bukan kayu yang serbaguna.
Selain berguna beberapa jenis bambu merupakan tanaman hias maupun pengolah penyaringan limbah dan pencegah erosi.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nama jenis bambu dan membuat peta persebaran bambu berdasarkan titik koordinat yang ada di Gunung Anggas Desa Siding, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang.
Penelitian ini menggunakan metode survei, yaitu pelaksanaannya secara eksplorasi jalur untuk memperoleh semua jenis bambu.
Eksplorasi dilakukan secara langsung, yaitu mencatat dan mengidentifikasi tumbuhan setiap perjumpaan disebelah kanan dan kiri pada masing-masing ketinggian (100, 200, dan 300 mdpl) dengan panjang jalur penelitian 100 meter di jalur pendaki.
Hasil survey menemukan empat Genus bambu (Dendrocalamus, Schizostachyum, Bambusa, dan Gigantochloa) dan delapan sepesies bambu yaitu Bambu Petung (Dendrocalamus asper), Bambu Kayan ( Schizostachyum  flexuosum Widjaja ), Bambu Aur (Bambusa vulgaris var.
vulgaris), Bambu Lemang (Schizostachyum brachycladum Kurz), Bambu tamiang (Schizostachyum latifolium), Bambu Tarenk (Gigantochloa hasskarliana (kurz) Backer ex Heyne), Bambu Mayan (Gigantochloa robusta) kurz.
, Bambu temiang pogok (schizostachyum silicatum).
Kata Kunci : Spesies bambu, ketinggian berbeda, Desa Siding.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
ANCIENT SETTLEMENT INDICATIONS IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI
ANCIENT SETTLEMENT INDICATIONS IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI
Tulisan ini bertujuan menjelaskan sejumlah data arkeologi, tradisi dan lingkungan okupasi manusia di Kabupaten Luwu. Metode pengumpulan data dilakukan dengan survei dan ekskavasi. ...
Pusat Pengelolahan Bambu Di Kabupaten Nagekeo Dengan Tema Eko Arsitektur
Pusat Pengelolahan Bambu Di Kabupaten Nagekeo Dengan Tema Eko Arsitektur
Sejalan dengan perkembangan jaman, kebutuhan kayu untuk konstruksi dan mebel semakin langka dan mahal. Maka dari itu muncul ide-ide dasar untuk mencari alternatif pengganti kayu un...
Kriya Mekar: Inovasi Produk Lokal Kriya Bambu Untuk Meningkatkan Minat Generasi Muda Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut
Kriya Mekar: Inovasi Produk Lokal Kriya Bambu Untuk Meningkatkan Minat Generasi Muda Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut
Kriya bambu moderen adalah salah satu kerajinan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Selain ramah lingkungan, berbagai manfaat dapat dirasakan oleh para pengguna kerajinan ini. Ber...
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER
Stabilitas lereng memerlukan perkuatan untuk meningkatkan kuat geser. Perkuatan dari material bambu dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengganti peran geotekstil yang biasa d...
Pengembangan Tata Hijau Wisata Berkelanjutan Bukit Lawang
Pengembangan Tata Hijau Wisata Berkelanjutan Bukit Lawang
Bukit Lawang merupakan kawasan wisata alam yang terletak di Sumatera Utara, yang memiliki potensi wisata alam yang terkenal baik domestic maupun mancanegara. Bukit Lawang juga meru...

Back to Top