Javascript must be enabled to continue!
PELATIHAN PENGAWETAN BAMBU TALI (GIGANTOCHLOA APUS) DENGAN METODE PENGAWETAN BOUCHERIE DI HKm AIK BUAL
View through CrossRef
Tanaman bambu tumbuh secara alami dan berumpun di kawasan hutan Indonesia, tak terkecuali di daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, pemanfaatan bambu di daerah ini cukup tinggi. Bambu biasanya digunakan sebagai bahan pembuatan berugak, kerajinan, mebel, dan berbagai souvenir khas daerah. Selain dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, bambu memiliki fungsi perlindungan terhadap mata air, bambu merupakan salah satu jenis tanaman yang penting dalam penyerapan CO2. Pengembangan bambu telah dilakukan di HKm Aik Bual, kecamatan Kopang, Lombok Tengah. Bambu di daerah ini merupakan salah satu HHBK yang telah mendapatkan sertifikasi PHBML, sehingga mulai dilirik untuk dijadikan bahan baku oleh perusahaan pengolahan bambu. Namun, hingga saat ini masyarakat masih menjual bambu dalam keadaan segar, padahal bambu memiliki kerentanan terhadap serangan serangga perusak. Hal inilah yang menyebabkan kualitas bambu menurun dan harga jual menjadi rendah. Untuk meningkatkan nilai jual bambu, maka pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk menangani bambu pasca panen perlu ditingkatkan. Mengingat bambu rentan terhadap serangan serangga perusak seperti kumbang bubuk, maka salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas adalah dengan melakukan kegiatan pengawetan bambu pasca panen sebelum dijual. Pengawetan bambu segar dapat dilakukan dengan metode Boucherie saat bambu baru ditebang dan masih memiliki daun. Metode ini sesuai untuk dilakukan masyarakat karena mudah dan murah dalam penerapannya.
Title: PELATIHAN PENGAWETAN BAMBU TALI (GIGANTOCHLOA APUS) DENGAN METODE PENGAWETAN BOUCHERIE DI HKm AIK BUAL
Description:
Tanaman bambu tumbuh secara alami dan berumpun di kawasan hutan Indonesia, tak terkecuali di daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, pemanfaatan bambu di daerah ini cukup tinggi.
Bambu biasanya digunakan sebagai bahan pembuatan berugak, kerajinan, mebel, dan berbagai souvenir khas daerah.
Selain dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, bambu memiliki fungsi perlindungan terhadap mata air, bambu merupakan salah satu jenis tanaman yang penting dalam penyerapan CO2.
Pengembangan bambu telah dilakukan di HKm Aik Bual, kecamatan Kopang, Lombok Tengah.
Bambu di daerah ini merupakan salah satu HHBK yang telah mendapatkan sertifikasi PHBML, sehingga mulai dilirik untuk dijadikan bahan baku oleh perusahaan pengolahan bambu.
Namun, hingga saat ini masyarakat masih menjual bambu dalam keadaan segar, padahal bambu memiliki kerentanan terhadap serangan serangga perusak.
Hal inilah yang menyebabkan kualitas bambu menurun dan harga jual menjadi rendah.
Untuk meningkatkan nilai jual bambu, maka pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk menangani bambu pasca panen perlu ditingkatkan.
Mengingat bambu rentan terhadap serangan serangga perusak seperti kumbang bubuk, maka salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas adalah dengan melakukan kegiatan pengawetan bambu pasca panen sebelum dijual.
Pengawetan bambu segar dapat dilakukan dengan metode Boucherie saat bambu baru ditebang dan masih memiliki daun.
Metode ini sesuai untuk dilakukan masyarakat karena mudah dan murah dalam penerapannya.
Related Results
Karakteristik Granul Ekstrak Rebung Apus (Gigantochloa apus) Dengan Metode Granulasi Basah
Karakteristik Granul Ekstrak Rebung Apus (Gigantochloa apus) Dengan Metode Granulasi Basah
AbstractApus shoots (Gigantochloa apus) is a plant that can be used as an appetite enhancer, because it contains curcumin compounds in it. According to the American Academy of Pedi...
Keadaan Vegetasi Hutan Berbasis Masyarakat di Desa Aik Bual dan Desa Setiling, Pulau Lombok (Vegetation Condition of Community-Managed Forests in Aik Bual Village and Setiling Village, Lombok Island)
Keadaan Vegetasi Hutan Berbasis Masyarakat di Desa Aik Bual dan Desa Setiling, Pulau Lombok (Vegetation Condition of Community-Managed Forests in Aik Bual Village and Setiling Village, Lombok Island)
Community-based forest management practices vary according to biophysical and management factors. This study aimed to explain the vegetation conditions of community-based forest ma...
JENIS-JENIS BAMBU DI BUKIT GUNUNG ANGGAS, DESA SIDING, KECAMATAN SIDING, KABUPATEN BENGKAYANG
JENIS-JENIS BAMBU DI BUKIT GUNUNG ANGGAS, DESA SIDING, KECAMATAN SIDING, KABUPATEN BENGKAYANG
Gunung Anggas Hill, Siding Village, Siding Subdistrict, Bengkayang District has many wildly bamboo plants. Bamboo is a type of grass that belongs to the Gramineae family and is one...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
STUDI KASUS: POLA PENGELOLAAN AGROEKOSISTEM PADA KELOMPOK TANI AIK BUAL, KECAMATAN KOPANG, KABUPATEN LOMBOK TENGAH
STUDI KASUS: POLA PENGELOLAAN AGROEKOSISTEM PADA KELOMPOK TANI AIK BUAL, KECAMATAN KOPANG, KABUPATEN LOMBOK TENGAH
ABSTRACT. This study aims to describe and analyze agroecosystem management by the Aik Bual Farmer Group in the Community Forest (HKm) area, Kopang District, Central Lombok Regency,...
Implementasi kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan perspektif multikultural
Implementasi kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan perspektif multikultural
Mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyah (AIK) merupakan mata kuliah wajib di perguruan tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah (PTM/A). AIK menjadi ruh organisasi dan amal usaha Muhammadiyah,...
PENGUKURAN KADAR AIR JENIS BAMBU BETUNG (Dindrocalamos asper), BAMBU KUNING (Bambusa vulgaris Schard) dan BAMBU SULUK (Gigantochloa levis Merr)
PENGUKURAN KADAR AIR JENIS BAMBU BETUNG (Dindrocalamos asper), BAMBU KUNING (Bambusa vulgaris Schard) dan BAMBU SULUK (Gigantochloa levis Merr)
The aim of this research is to determine water content of three types of bamboo (betung bamboo (Dindrocalamos asper), kuning bamboo (Bambusa vulgaris Schard), and suluk bamboo (Gig...

