Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

STUDI KASUS: POLA PENGELOLAAN AGROEKOSISTEM PADA KELOMPOK TANI AIK BUAL, KECAMATAN KOPANG, KABUPATEN LOMBOK TENGAH

View through CrossRef
ABSTRACT. This study aims to describe and analyze agroecosystem management by the Aik Bual Farmer Group in the Community Forest (HKm) area, Kopang District, Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. A qualitative approach was used with data collection techniques through field observations, in-depth interviews, and documentation studies. The study results show that the Aik Bual Farmer Group develops an agroforestry system that combines annual crops (aren palm, coffee, cocoa), seasonal crops (corn, vegetables), as well as livestock and non-timber forest products (NTFPs), such as palm sugar and forest honey. Agroecosystem management is carried out with sustainable agriculture principles, such as intercropping, crop rotation, use of organic fertilizers, soil and water conservation, and natural pest control. Group institutions are supported by an active organizational structure, multi-stakeholder collaboration, and the participation of women and youth. Impacts include increased income, environmental conservation, strengthened institutional capacity and preservation of local socio-cultural values. However, challenges such as limited access to capital, technology and markets are still faced. SWOT analysis resulted in a number of adaptive strategies based on local strengths and external opportunities, such as the development of superior products (biobriquettes, ant sugar), entrepreneurship training, and institutional strengthening. This study concludes that the agroecosystem management model in Aik Bual is worthy of being used as a reference in the development of community-based agriculture and sustainable development in upland areas and forest enclaves in Indonesia.Keywords: agroecosystem management; Aik Bual farmer group; Kopang sub-district.ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengelolaan agroekosistem oleh Kelompok Tani Aik Bual yang berada di kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm), Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil studi menunjukkan bahwa Kelompok Tani Aik Bual mengembangkan sistem agroforestri yang memadukan tanaman tahunan (aren, kopi, kakao), tanaman semusim (jagung, sayuran), serta peternakan dan hasil hutan bukan kayu (HHBK), seperti gula aren dan madu hutan. Pengelolaan agroekosistem dilakukan dengan prinsip pertanian berkelanjutan, seperti tumpangsari, rotasi tanaman, penggunaan pupuk organik, konservasi tanah dan air, serta pengendalian hama alami. Kelembagaan kelompok didukung struktur organisasi yang aktif, kolaborasi multipihak, dan partisipasi perempuan serta pemuda. Dampaknya mencakup peningkatan pendapatan, konservasi lingkungan, penguatan kapasitas kelembagaan, dan pelestarian nilai sosial-budaya lokal. Meski demikian, tantangan seperti keterbatasan akses modal, teknologi, dan pasar masih dihadapi. Analisis SWOT menghasilkan sejumlah strategi adaptif berbasis kekuatan lokal dan peluang eksternal, seperti pengembangan produk unggulan (biobriket, gula semut), pelatihan kewirausahaan, dan penguatan kelembagaan. Studi ini menyimpulkan bahwa model pengelolaan agroekosistem di Aik Bual layak dijadikan rujukan dalam pengembangan pertanian berbasis masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di kawasan upland dan enklave hutan di Indonesia.Kata kunci: Kesehatan Mangrove; Morfometrik Daun; Kualitas Air
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: STUDI KASUS: POLA PENGELOLAAN AGROEKOSISTEM PADA KELOMPOK TANI AIK BUAL, KECAMATAN KOPANG, KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Description:
ABSTRACT.
This study aims to describe and analyze agroecosystem management by the Aik Bual Farmer Group in the Community Forest (HKm) area, Kopang District, Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province.
A qualitative approach was used with data collection techniques through field observations, in-depth interviews, and documentation studies.
The study results show that the Aik Bual Farmer Group develops an agroforestry system that combines annual crops (aren palm, coffee, cocoa), seasonal crops (corn, vegetables), as well as livestock and non-timber forest products (NTFPs), such as palm sugar and forest honey.
Agroecosystem management is carried out with sustainable agriculture principles, such as intercropping, crop rotation, use of organic fertilizers, soil and water conservation, and natural pest control.
Group institutions are supported by an active organizational structure, multi-stakeholder collaboration, and the participation of women and youth.
Impacts include increased income, environmental conservation, strengthened institutional capacity and preservation of local socio-cultural values.
However, challenges such as limited access to capital, technology and markets are still faced.
SWOT analysis resulted in a number of adaptive strategies based on local strengths and external opportunities, such as the development of superior products (biobriquettes, ant sugar), entrepreneurship training, and institutional strengthening.
This study concludes that the agroecosystem management model in Aik Bual is worthy of being used as a reference in the development of community-based agriculture and sustainable development in upland areas and forest enclaves in Indonesia.
Keywords: agroecosystem management; Aik Bual farmer group; Kopang sub-district.
ABSTRAK.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengelolaan agroekosistem oleh Kelompok Tani Aik Bual yang berada di kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm), Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi.
Hasil studi menunjukkan bahwa Kelompok Tani Aik Bual mengembangkan sistem agroforestri yang memadukan tanaman tahunan (aren, kopi, kakao), tanaman semusim (jagung, sayuran), serta peternakan dan hasil hutan bukan kayu (HHBK), seperti gula aren dan madu hutan.
Pengelolaan agroekosistem dilakukan dengan prinsip pertanian berkelanjutan, seperti tumpangsari, rotasi tanaman, penggunaan pupuk organik, konservasi tanah dan air, serta pengendalian hama alami.
Kelembagaan kelompok didukung struktur organisasi yang aktif, kolaborasi multipihak, dan partisipasi perempuan serta pemuda.
Dampaknya mencakup peningkatan pendapatan, konservasi lingkungan, penguatan kapasitas kelembagaan, dan pelestarian nilai sosial-budaya lokal.
Meski demikian, tantangan seperti keterbatasan akses modal, teknologi, dan pasar masih dihadapi.
Analisis SWOT menghasilkan sejumlah strategi adaptif berbasis kekuatan lokal dan peluang eksternal, seperti pengembangan produk unggulan (biobriket, gula semut), pelatihan kewirausahaan, dan penguatan kelembagaan.
Studi ini menyimpulkan bahwa model pengelolaan agroekosistem di Aik Bual layak dijadikan rujukan dalam pengembangan pertanian berbasis masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di kawasan upland dan enklave hutan di Indonesia.
Kata kunci: Kesehatan Mangrove; Morfometrik Daun; Kualitas Air.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat partisipasi pada Kelompok Tani Mekar Bakti 3 sebagai anggota, sebagai pengelola, sebagai manajer (2) Pendapatan pada Kelompok...
Kajian Agroekosistem Berkelanjutan Di Kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Kabupaten Lombok Tengah
Kajian Agroekosistem Berkelanjutan Di Kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Kabupaten Lombok Tengah
Pola agroekosistem berkelanjutan di kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Kabupaten Lombok Tengah memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan ke...
PENGEMBANGAN DESTINASI “AIK BUKAK” DI ZONA AIK MENENG
PENGEMBANGAN DESTINASI “AIK BUKAK” DI ZONA AIK MENENG
Pengembangan pariwisata Kabupaten Lombok Tengah terbagi menjadi 3 kawasan yang didasarkan pada ciri dan potensi masing masing kwasan. Kawasan Utara (Aik Meneng) dikembangkan wisata...
PERANAN KETUA KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN FUNGSI KELOMPOK TANI DI KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN TANAH LAUT
PERANAN KETUA KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN FUNGSI KELOMPOK TANI DI KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN TANAH LAUT
Pembinaan kelompok tani oleh para petugas penyuluh telah banyak dilakukan namun tidak semuanya merata secara optimal, kebanyakan petani masih belum merasa manfaat yang dia dapatkan...
Implementasi kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan perspektif multikultural
Implementasi kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan perspektif multikultural
Mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyah (AIK) merupakan mata kuliah wajib di perguruan tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah (PTM/A). AIK menjadi ruh organisasi dan amal usaha Muhammadiyah,...

Back to Top