Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PELATIHAN MEMBUAT KREASI KARYA DARI BAHAN TANAH LIAT DI RUANG PUBLIK TERBUKA RAMAH ANAK JAKARTA

View through CrossRef
The programs implemented by RPTRA during the Covid-19 pandemic are: (a) implementing environmental cleanliness of RPTRA; (b) maintaining plants; (c) maintaining RPTRA facilities and infrastructure. The RPTRA programs expected by the community during the Covid-19 pandemic are: (a) The public is allowed to visit RPTRA even though it is implemented with strict health protocols; (b) The public is allowed to exercise and play in RPTRA in accordance with strict health protocols; (c) Educational programs in RPTRA are still implemented online (Rustanto & Akhmad, 2020). Taman Apel as an RPTRA (Child-Friendly Integrated Public Space) has great potential to become an attractive creative facility for the community, especially children and families. Overall, training in making creative works using clay is an exciting and educational activity. After participants have mastered the basic forming techniques, the training will continue with an introduction to decoration techniques. Decoration is an important aspect of ceramic art that can provide aesthetic value and uniqueness to the work. Some of the decoration techniques introduced include scratching, painting, and the use of engobe. Etching is done by etching the surface of the clay using certain tools to create patterns or designs. By mastering basic techniques and understanding the comprehensive manufacturing process, participants are expected to be able to create works that are not only visually beautiful, but also have high artistic value. In addition, this training also builds a creative community among participants, creating a network that can support the growth and development of ceramic art in the future.   ABSTRAK Program yang dijalankan RPTRA pada masa pandemi Covid-19 yaitu: (a) melaksanakan kebersihan lingkungan RPTRA; (b) melakukan pemeliharaan tanaman; (c) melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana RPTRA. Program RPTRA yang diharapkan oleh masyarakat pada masa pandemi Covid-19 yaitu: (a) Masyarakat diperbolehkan berkunjung ke RPTRA meskipun dilaksanakan dengan prokes yang ketat; (b) Masyarakat boleh melakukan olahraga dan bermain di RPTRA sesuai dengan prokes yang ketat; (c) Program edukasi di RPTRA tetap dilaksanakan secara daring (Rustanto & Akhmad, 2020). Taman Apel sebagai RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) memiliki potensi besar untuk menjadi fasilitas berkreasi yang menarik bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga. Secara keseluruhan, pelatihan membuat karya kreatif menggunakan bahan tanah liat merupakan kegiatan yang mengasyikkan dan mendidik. Setelah peserta menguasai teknik dasar pembentukan, pelatihan akan dilanjutkan dengan pengenalan pada teknik dekorasi. Dekorasi merupakan aspek penting dalam seni keramik yang dapat memberikan nilai estetika dan keunikan pada karya. Beberapa teknik dekorasi yang diperkenalkan antara lain penggoresan, pengecatan, dan penggunaan engobe. Penggoresan dilakukan dengan cara menggores permukaan tanah liat menggunakan alat tertentu untuk menciptakan pola atau desain. Dengan menguasai teknik-teknik dasar dan memahami proses pembuatan yang komprehensif, peserta diharapkan dapat menciptakan karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki nilai seni yang tinggi. Selain itu, pelatihan ini juga membangun komunitas kreatif di antara peserta, menciptakan jejaring yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan seni keramik di masa depan
Title: PELATIHAN MEMBUAT KREASI KARYA DARI BAHAN TANAH LIAT DI RUANG PUBLIK TERBUKA RAMAH ANAK JAKARTA
Description:
The programs implemented by RPTRA during the Covid-19 pandemic are: (a) implementing environmental cleanliness of RPTRA; (b) maintaining plants; (c) maintaining RPTRA facilities and infrastructure.
The RPTRA programs expected by the community during the Covid-19 pandemic are: (a) The public is allowed to visit RPTRA even though it is implemented with strict health protocols; (b) The public is allowed to exercise and play in RPTRA in accordance with strict health protocols; (c) Educational programs in RPTRA are still implemented online (Rustanto & Akhmad, 2020).
Taman Apel as an RPTRA (Child-Friendly Integrated Public Space) has great potential to become an attractive creative facility for the community, especially children and families.
Overall, training in making creative works using clay is an exciting and educational activity.
After participants have mastered the basic forming techniques, the training will continue with an introduction to decoration techniques.
Decoration is an important aspect of ceramic art that can provide aesthetic value and uniqueness to the work.
Some of the decoration techniques introduced include scratching, painting, and the use of engobe.
Etching is done by etching the surface of the clay using certain tools to create patterns or designs.
By mastering basic techniques and understanding the comprehensive manufacturing process, participants are expected to be able to create works that are not only visually beautiful, but also have high artistic value.
In addition, this training also builds a creative community among participants, creating a network that can support the growth and development of ceramic art in the future.
  ABSTRAK Program yang dijalankan RPTRA pada masa pandemi Covid-19 yaitu: (a) melaksanakan kebersihan lingkungan RPTRA; (b) melakukan pemeliharaan tanaman; (c) melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana RPTRA.
Program RPTRA yang diharapkan oleh masyarakat pada masa pandemi Covid-19 yaitu: (a) Masyarakat diperbolehkan berkunjung ke RPTRA meskipun dilaksanakan dengan prokes yang ketat; (b) Masyarakat boleh melakukan olahraga dan bermain di RPTRA sesuai dengan prokes yang ketat; (c) Program edukasi di RPTRA tetap dilaksanakan secara daring (Rustanto & Akhmad, 2020).
Taman Apel sebagai RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) memiliki potensi besar untuk menjadi fasilitas berkreasi yang menarik bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga.
Secara keseluruhan, pelatihan membuat karya kreatif menggunakan bahan tanah liat merupakan kegiatan yang mengasyikkan dan mendidik.
Setelah peserta menguasai teknik dasar pembentukan, pelatihan akan dilanjutkan dengan pengenalan pada teknik dekorasi.
Dekorasi merupakan aspek penting dalam seni keramik yang dapat memberikan nilai estetika dan keunikan pada karya.
Beberapa teknik dekorasi yang diperkenalkan antara lain penggoresan, pengecatan, dan penggunaan engobe.
Penggoresan dilakukan dengan cara menggores permukaan tanah liat menggunakan alat tertentu untuk menciptakan pola atau desain.
Dengan menguasai teknik-teknik dasar dan memahami proses pembuatan yang komprehensif, peserta diharapkan dapat menciptakan karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki nilai seni yang tinggi.
Selain itu, pelatihan ini juga membangun komunitas kreatif di antara peserta, menciptakan jejaring yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan seni keramik di masa depan.

Related Results

DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
Strategi Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Ditinjau dari Aspek Pertanahan
Strategi Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Ditinjau dari Aspek Pertanahan
ABSTRAKRuang terbuka hijau (RTH) merupakan area yang wajib disediakan untuk wilayah kota dan perkotaan dengan proporsi sebesar 30% dari total wilayah. Fakta di lapangan menunjukkan...
Pengaruh Pelapukan Tanah Liat Terhadap Kuat Tekan Bata Merah Di Dataran Tapus Kabupaten Rejang Lebong
Pengaruh Pelapukan Tanah Liat Terhadap Kuat Tekan Bata Merah Di Dataran Tapus Kabupaten Rejang Lebong
Bata merah merupakan material konstruksi yang banyak digunakan masyarakat Dataran Tapus Kabupaten Rejang Lebong. Kualitas bata merah sangat dipengaruhi oleh sifat tanah liat sebaga...
STUDI LITERATUR: KEBUTUHAN MASYARAKAT TERHADAP RUANG PUBLIK BARU PASCA PANDEMI COVID-19
STUDI LITERATUR: KEBUTUHAN MASYARAKAT TERHADAP RUANG PUBLIK BARU PASCA PANDEMI COVID-19
Pasca Pandemi Covid-19, masyarakat kembali melakukan aktivitasnya seperti sebelum pandemi COVID-19 yang dimana saat pandemi masyarakat melakukan aktivitasnya di rumah. Pada s...
TAMAN KOTA RAMAH ANAK
TAMAN KOTA RAMAH ANAK
Berdasarkan pengamatan awal di lapangan pembangunan kota seringkali mengabaikan (ada ruang terbuka publik tapi tidak ramah terhadap anak-anak). Tujuan penelitian ini adalah untuk m...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
PERSEPSI  MASYARAKAT TERHADAP RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA PALEMBANG
PERSEPSI  MASYARAKAT TERHADAP RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA PALEMBANG
Ruang Terbuka Hijau (RTH) dapat didefinisikan sebagai ruang terbuka, dimana merupakan tempat tumbuh tanaman, baik tanaman yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Ru...
Model Spasial Penentuan Lokasi untuk Objek Bank Tanah di Kabupaten Sleman
Model Spasial Penentuan Lokasi untuk Objek Bank Tanah di Kabupaten Sleman
 Abstract: The conception of a land bank is intended as an activity undertaken by the Government to provide land, which will be allocated for future use for various development pur...

Back to Top