Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Representasi Perempuan dalam Rezim Wacana Orde Baru

View through CrossRef
Representasi adalah istilah populer dalam kajian komunikasi dan media. Tulisan ini mengambil posisi untuk menyajikan representasi dengan paradigma kritis. Tulisan ini berargumen bahwa representasi tidak bisa dimaknai sederhana sebagai penggambaran kembali, melainkan representasi adalah kendaraan dari simbol untuk dapat dimaknai dalam ruang wacana yang spesifik. Dengan kata lain, representasi akan memiliki karakter spesifik pada rezim pengetahuan, wacana, dan kebudayaan tertentu. Di balik representasi itu, ideologi kekuasaan dan dominasi berkelindan dengan simbol dan penanda. Tulisan ini menggambarkan representasi perempuan dalam dua ruptur sejarah (rezim wacana) yang berbeda, yaitu Orde Baru (Orba) dan masa setelahnya (pasca-Orba) di Indonesia. Tulisan ini mengambil subjek artefak media yang peneliti bagi ke dalam dua tipologi, yaitu aparatus dan media. Aparatus di dalam subjek penelitian ini adalah buku sekolah masa Orba. Sementara, media dalam subjek penelitian ini adalah pembandingan (poster) film di antara dua rezim wacana berbeda. Dengan mengambil contoh berupa buku sekolah masa Orba, poster film Suzzana, Catatan si Boy, dan Warkop DKI, tulisan ini berargumen bahwa representasi perempuan pada masa Orba mendukung domestifikasi, eksploitasi, dan komodifikasi tubuh perempuan. Tulisan ini menggunakan paradigma kritis, pendekatan kualitatif, dengan metode berupa desk research. Penelitian ini menggunakan metodologi berupa reduksi data dan pengodean aksial.
LPPM Universitas Singaperbangsa Karawang - Research Department in Indonesia University
Title: Representasi Perempuan dalam Rezim Wacana Orde Baru
Description:
Representasi adalah istilah populer dalam kajian komunikasi dan media.
Tulisan ini mengambil posisi untuk menyajikan representasi dengan paradigma kritis.
Tulisan ini berargumen bahwa representasi tidak bisa dimaknai sederhana sebagai penggambaran kembali, melainkan representasi adalah kendaraan dari simbol untuk dapat dimaknai dalam ruang wacana yang spesifik.
Dengan kata lain, representasi akan memiliki karakter spesifik pada rezim pengetahuan, wacana, dan kebudayaan tertentu.
Di balik representasi itu, ideologi kekuasaan dan dominasi berkelindan dengan simbol dan penanda.
Tulisan ini menggambarkan representasi perempuan dalam dua ruptur sejarah (rezim wacana) yang berbeda, yaitu Orde Baru (Orba) dan masa setelahnya (pasca-Orba) di Indonesia.
Tulisan ini mengambil subjek artefak media yang peneliti bagi ke dalam dua tipologi, yaitu aparatus dan media.
Aparatus di dalam subjek penelitian ini adalah buku sekolah masa Orba.
Sementara, media dalam subjek penelitian ini adalah pembandingan (poster) film di antara dua rezim wacana berbeda.
Dengan mengambil contoh berupa buku sekolah masa Orba, poster film Suzzana, Catatan si Boy, dan Warkop DKI, tulisan ini berargumen bahwa representasi perempuan pada masa Orba mendukung domestifikasi, eksploitasi, dan komodifikasi tubuh perempuan.
Tulisan ini menggunakan paradigma kritis, pendekatan kualitatif, dengan metode berupa desk research.
Penelitian ini menggunakan metodologi berupa reduksi data dan pengodean aksial.

Related Results

KONTESTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA ORDE BARU DAN REFORMASI
KONTESTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA ORDE BARU DAN REFORMASI
Kebijakan pendidikan yang dibuat pemerintah Orde Baru terkesan menanaktirikan dan hampir saja mengisolasi kepentingan pendidikan Islam. Sejalan dengan itu umat Islam dirasa memilik...
DINAMIKA SISTEM POLITIK OTORITARIANISME ORDE BARU
DINAMIKA SISTEM POLITIK OTORITARIANISME ORDE BARU
Beragam studi yang pernah dilakukan mengenai Orde Baru, pada umumnya melahirkan beberapa label tentang politik Indonesia. Beberapa label tersebut mencakup antara lain; "state-qua-s...
Perempuan di Eksekutif: Representasi Tri Rismaharini Sebagai Walikota Surabaya Periode 2010-2020
Perempuan di Eksekutif: Representasi Tri Rismaharini Sebagai Walikota Surabaya Periode 2010-2020
Representasi perempuan pada proses politik dapat memberi perspektif yang berbeda dan memberikan perubahan positif yang inklusif dan menyeluruh terhadap masyarakat, melalui pendekat...
KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM PARTAI POLITIK PERSPEKTIF SIYASAH SYAR’IYYAH
KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM PARTAI POLITIK PERSPEKTIF SIYASAH SYAR’IYYAH
Peran perempuan Indonesia saat ini dapat digambarkan sebagai manusia yang hidup dalam situasi dramatis. Disatu sisi perempuan Indonesia dituntut untuk berperan dalam semua sektor, ...
Representasi Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika
Representasi Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika
Representasi adalah bentuk interpretasi pemikiran siswa yang digunakan untuk menemukan solusi dari suatu masalah. Adapun representasi matematis siswa dalam memecahkan masalah dipen...
Representasi Perempuan pada Novel Bulan Patah Karya Maria Matildis Banda
Representasi Perempuan pada Novel Bulan Patah Karya Maria Matildis Banda
Penelitian ini mengkaji representasi tokoh-tokoh perempuan dalam Novel Bulan Patah karya Maria Matildis Banda yang bertujuan untuk mendeskripsikan karakter tokoh perempuan. Represe...
Penegakan Nilai-Nilai CEDAW dalam Kebijakan Taliban Terhadap Perempuan Afghanistan Tahun 2021-2023
Penegakan Nilai-Nilai CEDAW dalam Kebijakan Taliban Terhadap Perempuan Afghanistan Tahun 2021-2023
Penelitian ini membahas tentang aturan dan kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Afghanistan selama Rezim Taliban di 2021-2023 yang tidak mengindahkan ketentuan dalam CEDAW sebagai...

Back to Top