Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kajian Pergerakan Mikroplastik dengan Parcels di Perairan Pulau Sintok, Kepulauan Karimunjawa

View through CrossRef
Mikroplastik adalah partikel kecil dari sampah plastik yang mengalami fragmentasi selama berada di alam. Ukurannya yang kecil dan ketahanannya yang lama menyebabkan mikroplastik berbahaya jika terakumulasi di dalam tubuh makhluk hidup. Sehingga kajian mengenai pergerakan mikroplastik perlu dilakukan untuk mengetahui persebaran mikroplastik yang sudah berada di lingkungan, terutama lingkungan laut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pergerakan (tujuan dan sumber) mikroplastik di Perairan Pulau Sintok. Pulau Sintok merupakan salah satu pulau di Kepulauan Karimunjawa yang menjadi destinasi singgah dan bertelur penyu. Pulau Sintok, sebagai pulau yang tidak berpenghuni, memiliki potensi untuk terkontaminasi partikel mikroplastik yang terbawa oleh pergerakan arus. Pergerakan mikroplastik dilakukan dengan pemodelan particle tracking dengan Parcels dan model GOFS 3.1 yang telah divalidasi dengan data pengukuran arus ADCP. Pemodelan particle tracking menggunakan dua skenario, yaitu forward time dan backward time dengan masing-masing runtime 7 hari, 30 hari, dan 60 hari pada Musim Peralihan I tahun 2020. Dari pemodelan particle tracking, partikel mikroplastik bergerak menuju arah timur laut Laut Jawa dan diduga berasal dari Pulau Kemujan dan utara Pulau Jawa, tepatnya yaitu Sungai Cisanggarung, Kota Cirebon, dan Sungai Citarum. Kata kunci: Mikroplastik, Particle Tracking, Parcels, Karimunjawa Abstract Study of Microplastic Movement with Parcels in Sintok Island Waters, Karimunjawa Archipelago Microplastics are small particles of plastic waste that undergo fragmentation while in nature. Their small size and long durability make microplastics dangerous if they accumulate inside living things. A study of microplastic movement needs to be carried out to determine the distribution of microplastics that are already in the environment, especially the marine environment. This research was conducted to understand the movement (destination and source) of microplastics in Sintok Island Waters. Sintok Island is one of the islands in the Karimunjawa Archipelago that is also a stopping-by and spawning destination for sea turtles. Sintok Island, as an uninhabited island, has the potential to be contaminated with microplastic particles carried by sea currents. The movement of microplastics is carried out using particle tracking modeling with Parcels and the GOFS 3.1 model which has been validated with ADCP current data. The particle tracking modeling uses two scenarios, namely forward time and backward time with runtime of 7 days, 30 days, and 60 days in the Transition season I 2020 for each scenario. From the particle tracking modeling, microplastic particles move towards the northeast of the Java Sea and are estimated to have come from Kemujan Island and northern Java Island, namely Cisanggarung River, Cirebon City, and Citarum River.Keywords: Microplastic, Particle Tracking, Parcels, Karimunjawa
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Kajian Pergerakan Mikroplastik dengan Parcels di Perairan Pulau Sintok, Kepulauan Karimunjawa
Description:
Mikroplastik adalah partikel kecil dari sampah plastik yang mengalami fragmentasi selama berada di alam.
Ukurannya yang kecil dan ketahanannya yang lama menyebabkan mikroplastik berbahaya jika terakumulasi di dalam tubuh makhluk hidup.
Sehingga kajian mengenai pergerakan mikroplastik perlu dilakukan untuk mengetahui persebaran mikroplastik yang sudah berada di lingkungan, terutama lingkungan laut.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pergerakan (tujuan dan sumber) mikroplastik di Perairan Pulau Sintok.
Pulau Sintok merupakan salah satu pulau di Kepulauan Karimunjawa yang menjadi destinasi singgah dan bertelur penyu.
Pulau Sintok, sebagai pulau yang tidak berpenghuni, memiliki potensi untuk terkontaminasi partikel mikroplastik yang terbawa oleh pergerakan arus.
Pergerakan mikroplastik dilakukan dengan pemodelan particle tracking dengan Parcels dan model GOFS 3.
1 yang telah divalidasi dengan data pengukuran arus ADCP.
Pemodelan particle tracking menggunakan dua skenario, yaitu forward time dan backward time dengan masing-masing runtime 7 hari, 30 hari, dan 60 hari pada Musim Peralihan I tahun 2020.
Dari pemodelan particle tracking, partikel mikroplastik bergerak menuju arah timur laut Laut Jawa dan diduga berasal dari Pulau Kemujan dan utara Pulau Jawa, tepatnya yaitu Sungai Cisanggarung, Kota Cirebon, dan Sungai Citarum.
 Kata kunci: Mikroplastik, Particle Tracking, Parcels, Karimunjawa Abstract Study of Microplastic Movement with Parcels in Sintok Island Waters, Karimunjawa Archipelago Microplastics are small particles of plastic waste that undergo fragmentation while in nature.
Their small size and long durability make microplastics dangerous if they accumulate inside living things.
A study of microplastic movement needs to be carried out to determine the distribution of microplastics that are already in the environment, especially the marine environment.
This research was conducted to understand the movement (destination and source) of microplastics in Sintok Island Waters.
Sintok Island is one of the islands in the Karimunjawa Archipelago that is also a stopping-by and spawning destination for sea turtles.
Sintok Island, as an uninhabited island, has the potential to be contaminated with microplastic particles carried by sea currents.
The movement of microplastics is carried out using particle tracking modeling with Parcels and the GOFS 3.
1 model which has been validated with ADCP current data.
The particle tracking modeling uses two scenarios, namely forward time and backward time with runtime of 7 days, 30 days, and 60 days in the Transition season I 2020 for each scenario.
From the particle tracking modeling, microplastic particles move towards the northeast of the Java Sea and are estimated to have come from Kemujan Island and northern Java Island, namely Cisanggarung River, Cirebon City, and Citarum River.
Keywords: Microplastic, Particle Tracking, Parcels, Karimunjawa.

Related Results

Karakteristik Mikroplastik Di Perairan Pulau Tengah, Karimunjawa
Karakteristik Mikroplastik Di Perairan Pulau Tengah, Karimunjawa
Abstrak Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran mikro (<5 mm). Ukurannya yang kecil dan ketahanannya yang lama menyebabkan mikroplastik berbahaya jika terakumulasi di ...
Vorkommen und Analytik von Mikroplastik in Mineralwasser und Bedarfsgegenständen
Vorkommen und Analytik von Mikroplastik in Mineralwasser und Bedarfsgegenständen
ZusammenfassungMit dem Beginn der industriellen Großproduktion von synthetischen Polymeren hat diese vielfältige Materialgruppe wie kein anderes Produkt Einzug in praktisch jeden A...
Struktur Komunitas Lamun di Pulau Sintok, Menjangan Besar dan Kemujan, Karimunjawa
Struktur Komunitas Lamun di Pulau Sintok, Menjangan Besar dan Kemujan, Karimunjawa
Taman Nasional Karimunjawa merupakan salah satu taman nasional yang memiliki kekayaan alam hayati yang sangat beranekaragam. Ekosistem padang lamun adalah salah satu ekosistem pent...
Identifikasi Kelimpahan Mikroplastik Pada Perairan di Kecamatan Sampang, Madura
Identifikasi Kelimpahan Mikroplastik Pada Perairan di Kecamatan Sampang, Madura
Mikroplastik merupakan salah satu jenis pencemar di perairan yang sumbernya dapat dibedakan menjadi sumber mikroplastik primer dan sekunder. Proses degradasi mikroplastik membutuhk...
Konsentrasi Mikroplastik Pada Makroalga Di Zona Intertidal, Pulau Karimunjawa
Konsentrasi Mikroplastik Pada Makroalga Di Zona Intertidal, Pulau Karimunjawa
Distribution of microplastics is still difficult to predict then driven these particles could be found in various marine organisms including macroalgae. This study aimed to underst...
Pengaruh Modal Sosial Terhadap Perkembangan Pariwisata di Kepulauan Riau
Pengaruh Modal Sosial Terhadap Perkembangan Pariwisata di Kepulauan Riau
Kepulauan Riau merupakan provinsi yang terdiri dari beberapa pulau diantaranya Pulau Batam, Pulau Bintan dan Pulau Karimun. Modal sosial merupakan serangkaian nilai dan norma infor...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Karakteristik Mikroplastik pada Substrat di Area Pelabuhan Peti Kemas Pulau Bungkutoko Kota Kendari
Karakteristik Mikroplastik pada Substrat di Area Pelabuhan Peti Kemas Pulau Bungkutoko Kota Kendari
Mikroplastik  adalah  limbah  yang  memiliki  sifat  toxic  dan  berbahaya  apabila masuk ke lingkungan perairan. Keberadaan mikroplastik yang terdapat pada lingkungan perairan ber...

Back to Top