Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Konsentrasi Mikroplastik Pada Makroalga Di Zona Intertidal, Pulau Karimunjawa

View through CrossRef
Distribution of microplastics is still difficult to predict then driven these particles could be found in various marine organisms including macroalgae. This study aimed to understand of shape, colors, size and polymer of microplastics especially found in macroalgae. Hydrogen peroxide (30% H2O2) was used as oxidation solvent and Zinc Chloride (ZnCL2) was used as seperation solution. Statistic analysis was performed by Anova to determine comparison of microplastic between morphological. This result suggested that found five shapes of microplastics (fiber, fragment, film, foam and pellet) with 7 colors and transparant. Fiber was type found predominanly (>80%), while black, blue and red were predominant in colors (88,82%). This study, however, exhibited no interaction between morphological feature and location aspect that suggested microplastic contamination was not affected by both aspects. Micropalstic were categorized into three different sizes in range, these were >1000 µm (36%), 500-1000 µm (30%) and 100-500 µm (34%). Allegedly, local source of microplastic originated from net, plastic single used, rope, float and fishing equipment including paint boats. Polymer was identifed including PE, PP, PS and PA (all nylon). Therefore, macroalga have a potential to trap microplastic. Distribusi mikroplastik di perairan sulit diprediksi sehingga partikel tersebut dapat ditemukan pada berbagai organisme laut termasuk makroalga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik mikroplastik berdasarkan jenis, warna, ukuran dan tipe polimer mikroplastik pada makroalga. Metode oxidation menggunakan larutan Hydrogen peroxide 30% (H2O2) dan Zinc Chloride (ZnCL2) sebagai larutan densitas. Uji Anova untuk menentukan perbandingan kontaminasi mikroplastik berdasarkan fitur morfologi. Hasil penelitian menunjukan terdapat lima jenis kontaminasi mikroplastik (fiber, fragment, film, foam dan pellet) dalam variasi 7 warna dan transparan pada makroalga. Fiber merupakan jenis mikroplastik paling banyak ditemukan dibandingkan jenis lainnya (>80%), sedangkan aspek warna didominasi oleh warna hitam, biru, dan merah (88,82%). Meskipun demikian, tidak terdapat interaksi fitur morfologi dan lokasi dalam menentukan kontaminasi mikroplastik pada makroalga. Terdapat tiga kategori ukuran mikroplastik yaitu >1000 µm (36%), 100-500 µm (34%) dan 500-1000 µm (30%). Sumber mikroplastik lokal diduga berasal dari fragmentasi jaring tambak, sampah plastik, pelampung dan peralatan tangkap ikan termasuk cat kapal. Jenis polimer yang teridentifikasi yaitu PP, PE, PS dan PA (nylon). Dengan demikian, makroalga sebagai agen hayati dalam menjebak mikroplastik di perairan. 
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Konsentrasi Mikroplastik Pada Makroalga Di Zona Intertidal, Pulau Karimunjawa
Description:
Distribution of microplastics is still difficult to predict then driven these particles could be found in various marine organisms including macroalgae.
This study aimed to understand of shape, colors, size and polymer of microplastics especially found in macroalgae.
Hydrogen peroxide (30% H2O2) was used as oxidation solvent and Zinc Chloride (ZnCL2) was used as seperation solution.
Statistic analysis was performed by Anova to determine comparison of microplastic between morphological.
This result suggested that found five shapes of microplastics (fiber, fragment, film, foam and pellet) with 7 colors and transparant.
Fiber was type found predominanly (>80%), while black, blue and red were predominant in colors (88,82%).
This study, however, exhibited no interaction between morphological feature and location aspect that suggested microplastic contamination was not affected by both aspects.
Micropalstic were categorized into three different sizes in range, these were >1000 µm (36%), 500-1000 µm (30%) and 100-500 µm (34%).
Allegedly, local source of microplastic originated from net, plastic single used, rope, float and fishing equipment including paint boats.
Polymer was identifed including PE, PP, PS and PA (all nylon).
Therefore, macroalga have a potential to trap microplastic.
 Distribusi mikroplastik di perairan sulit diprediksi sehingga partikel tersebut dapat ditemukan pada berbagai organisme laut termasuk makroalga.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik mikroplastik berdasarkan jenis, warna, ukuran dan tipe polimer mikroplastik pada makroalga.
Metode oxidation menggunakan larutan Hydrogen peroxide 30% (H2O2) dan Zinc Chloride (ZnCL2) sebagai larutan densitas.
Uji Anova untuk menentukan perbandingan kontaminasi mikroplastik berdasarkan fitur morfologi.
Hasil penelitian menunjukan terdapat lima jenis kontaminasi mikroplastik (fiber, fragment, film, foam dan pellet) dalam variasi 7 warna dan transparan pada makroalga.
Fiber merupakan jenis mikroplastik paling banyak ditemukan dibandingkan jenis lainnya (>80%), sedangkan aspek warna didominasi oleh warna hitam, biru, dan merah (88,82%).
Meskipun demikian, tidak terdapat interaksi fitur morfologi dan lokasi dalam menentukan kontaminasi mikroplastik pada makroalga.
Terdapat tiga kategori ukuran mikroplastik yaitu >1000 µm (36%), 100-500 µm (34%) dan 500-1000 µm (30%).
Sumber mikroplastik lokal diduga berasal dari fragmentasi jaring tambak, sampah plastik, pelampung dan peralatan tangkap ikan termasuk cat kapal.
Jenis polimer yang teridentifikasi yaitu PP, PE, PS dan PA (nylon).
Dengan demikian, makroalga sebagai agen hayati dalam menjebak mikroplastik di perairan.
 .

Related Results

Vorkommen und Analytik von Mikroplastik in Mineralwasser und Bedarfsgegenständen
Vorkommen und Analytik von Mikroplastik in Mineralwasser und Bedarfsgegenständen
ZusammenfassungMit dem Beginn der industriellen Großproduktion von synthetischen Polymeren hat diese vielfältige Materialgruppe wie kein anderes Produkt Einzug in praktisch jeden A...
Karakteristik Mikroplastik Di Perairan Pulau Tengah, Karimunjawa
Karakteristik Mikroplastik Di Perairan Pulau Tengah, Karimunjawa
Abstrak Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran mikro (<5 mm). Ukurannya yang kecil dan ketahanannya yang lama menyebabkan mikroplastik berbahaya jika terakumulasi di ...
Kajian Pergerakan Mikroplastik dengan Parcels di Perairan Pulau Sintok, Kepulauan Karimunjawa
Kajian Pergerakan Mikroplastik dengan Parcels di Perairan Pulau Sintok, Kepulauan Karimunjawa
Mikroplastik adalah partikel kecil dari sampah plastik yang mengalami fragmentasi selama berada di alam. Ukurannya yang kecil dan ketahanannya yang lama menyebabkan mikroplastik be...
MAKROALGA DI DAERAH INTERTIDAL PULAU LOMBOK BAGIAN SELATAN
MAKROALGA DI DAERAH INTERTIDAL PULAU LOMBOK BAGIAN SELATAN
AbstrakMacroalga adalah sumber daya penting tidak hanya untuk komunitas intertidal, tetapi juga untuk manusia, seperti makanan, kosmetik, dan farmasi. Hal ini lebih mungkin bahwa s...
Identifikasi Kelimpahan Mikroplastik Pada Perairan di Kecamatan Sampang, Madura
Identifikasi Kelimpahan Mikroplastik Pada Perairan di Kecamatan Sampang, Madura
Mikroplastik merupakan salah satu jenis pencemar di perairan yang sumbernya dapat dibedakan menjadi sumber mikroplastik primer dan sekunder. Proses degradasi mikroplastik membutuhk...
Analisis Mikroplastik Pada Air Minum Dalam Kemasan Di Kota Padang
Analisis Mikroplastik Pada Air Minum Dalam Kemasan Di Kota Padang
Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Saat ini mikroplastik telah mencemari be...
KOMPARASI POLA SPASIAL KONDISI TERUMBU KARANG TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA
KOMPARASI POLA SPASIAL KONDISI TERUMBU KARANG TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA
ABSTRACTComparative studies on the percentage of coral reef substrate cover have been carried out in 3 (three) management zones (protection zone, utilization and Non-MPA) Karimunja...
Bahasa Inggris
Bahasa Inggris
Pantai Nglolang terletak di Jl. Sepanjang, Kemadang, Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Substrat pada pantai ini menentukan kehadiran makroa...

Back to Top