Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGAWETAN BAMBU TALI (Gigantochloa apus K) MENGGUNAKAN METODE PERENDAMAN PANAS

View through CrossRef
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama perendaman panas, perbandingan ekstrak daun bintaro dan interaksi keduanya terhadap nilai absorbsi, retensi dan penetrasi pada pengawetan bambu tali. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata absorbsi, retensi teoritis, retensi aktual dan penetrasi masing-masing bahan pengawet berkisar antara 0,62 gr/cm3 – 0,78 gr/cm3, 0,06 gr/cm3 – 0,16 gr/cm3, 0,004 gr/cm3 – 0,007 gr/cm3 dan 1,07 cm – 1,52 cm. Lama perendaman berpengaruh nyata terhadap nilai absorbsi, retensi teoritis dan penetrasi bahan pengawet. Perbandingan bahan pengawet berpengaruh nyata terhadap nilai retensi teoritis dan penetrasi bahan pengawet. Interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata terhadap nilai absorbsi, retensi teoritis, retensi aktual dan penetrasi bahan pengawet.
Title: PENGAWETAN BAMBU TALI (Gigantochloa apus K) MENGGUNAKAN METODE PERENDAMAN PANAS
Description:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama perendaman panas, perbandingan ekstrak daun bintaro dan interaksi keduanya terhadap nilai absorbsi, retensi dan penetrasi pada pengawetan bambu tali.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata absorbsi, retensi teoritis, retensi aktual dan penetrasi masing-masing bahan pengawet berkisar antara 0,62 gr/cm3 – 0,78 gr/cm3, 0,06 gr/cm3 – 0,16 gr/cm3, 0,004 gr/cm3 – 0,007 gr/cm3 dan 1,07 cm – 1,52 cm.
Lama perendaman berpengaruh nyata terhadap nilai absorbsi, retensi teoritis dan penetrasi bahan pengawet.
Perbandingan bahan pengawet berpengaruh nyata terhadap nilai retensi teoritis dan penetrasi bahan pengawet.
Interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata terhadap nilai absorbsi, retensi teoritis, retensi aktual dan penetrasi bahan pengawet.

Related Results

JENIS-JENIS BAMBU DI BUKIT GUNUNG ANGGAS, DESA SIDING, KECAMATAN SIDING, KABUPATEN BENGKAYANG
JENIS-JENIS BAMBU DI BUKIT GUNUNG ANGGAS, DESA SIDING, KECAMATAN SIDING, KABUPATEN BENGKAYANG
Gunung Anggas Hill, Siding Village, Siding Subdistrict, Bengkayang District has many wildly bamboo plants. Bamboo is a type of grass that belongs to the Gramineae family and is one...
PELATIHAN PENGAWETAN BAMBU TALI (GIGANTOCHLOA APUS) DENGAN METODE PENGAWETAN BOUCHERIE DI HKm AIK BUAL
PELATIHAN PENGAWETAN BAMBU TALI (GIGANTOCHLOA APUS) DENGAN METODE PENGAWETAN BOUCHERIE DI HKm AIK BUAL
Tanaman bambu tumbuh secara alami dan berumpun di kawasan hutan Indonesia, tak terkecuali di daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, pemanfaata...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
KARAKTERISTIK BAMBU ORI BANYUWANGI LAMINASI SUSUNAN LURUS BERDASARKAN KUAT TEKAN, KUAT TARIK DAN KUAT LENTUR
KARAKTERISTIK BAMBU ORI BANYUWANGI LAMINASI SUSUNAN LURUS BERDASARKAN KUAT TEKAN, KUAT TARIK DAN KUAT LENTUR
Kebutuhan kayu semakin meningkat, maka akan menjadi sebuah eksploitasi berskala besar yang merusak ekosistem hutan. Penggunaan material kayu harus dikurangi dengan melakukan pengga...
Pusat Pengelolahan Bambu Di Kabupaten Nagekeo Dengan Tema Eko Arsitektur
Pusat Pengelolahan Bambu Di Kabupaten Nagekeo Dengan Tema Eko Arsitektur
Sejalan dengan perkembangan jaman, kebutuhan kayu untuk konstruksi dan mebel semakin langka dan mahal. Maka dari itu muncul ide-ide dasar untuk mencari alternatif pengganti kayu un...
Perbandingan Lamanya Pelepasan Tali Pusat Dengan Menggunakan Benang dan Umbilical Clamp : Tinjauan Literatur
Perbandingan Lamanya Pelepasan Tali Pusat Dengan Menggunakan Benang dan Umbilical Clamp : Tinjauan Literatur
Tingginya angka kematian neonatal bayi baru lahir disebabkan oleh beberapa faktor seperti kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR, kelainan cacat bawaan, ikterus, asfiksia, down sy...
Pembinaan Seni Pada Kelompok Kerajinan Bambu di Tlogosari, Margoyoso, Magelang, Jawa Tengah
Pembinaan Seni Pada Kelompok Kerajinan Bambu di Tlogosari, Margoyoso, Magelang, Jawa Tengah
AbstrakDusun Tlogosari adalah salah satu dusun yang terdapat di wilayah Margoyoso, Salaman, Magelang, Jawa Tengah. Di dusun ini terdapat Kelompok Pelestari pengrajin Bambu “KOPPERB...

Back to Top