Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

LUBANG BIOPORI: SOLUSI BERKELANJUTAN DALAM MENGELOLA SAMPAH ORGANIK DI DESA NEGERI NGARIP

View through CrossRef
Dalam pengolahan sampah, masyarakat desa kebanyakan masih bertumpu pada unsur penimbunan sampah kemudian dilakukan pembuangan ke tempat pemrosesan akhir sampah. Selain itu, masih banyak masyarakat desa yang melakukan proses pembakaran sampah untuk mengurangi timbunan sampah yang dihasilkan. Akibatnya, terjadi peningkatan polusi udara dan tanah di lingkungan desa. Artikel yang berjudul “Lubang Biopori: Solusi Berkelanjutan Dalam Mengelola Sampah Organik di Desa Negeri Ngarip” membahas pemanfaatan lubang biopori sebagai solusi yang diterapkan oleh kelompok penulis dalam mengatasi permasalahan sampah di Desa Negeri Ngarip, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus. Lubang biopori dapat membantu mengurangi sampah organik dengan cara menguraikan sampah organik dan mengubahnya menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan oleh petani. Pendekatan dilakukan dalam dua tahapan yaitu pendekatan persuasif dengan melakukan sosialisasi guna memacu minat dan rasa ingin tahu masyarakat terkait lubang biopori serta pendekatan aksional dimana mahasiswa melakukan praktik pembuatan lubang biopori secara langsung. Hasil kegiatan adalah terpasangnya satu lubang biopori sebagai contoh untuk dimanfaatkan dan dikembangkan masyarakat, terciptanya pupuk organik padat yang dapat dimanfaatkan oleh petani, serta terbentuknya pola pikir baru dalam mengelola sampah, khususnya sampah organik.
Title: LUBANG BIOPORI: SOLUSI BERKELANJUTAN DALAM MENGELOLA SAMPAH ORGANIK DI DESA NEGERI NGARIP
Description:
Dalam pengolahan sampah, masyarakat desa kebanyakan masih bertumpu pada unsur penimbunan sampah kemudian dilakukan pembuangan ke tempat pemrosesan akhir sampah.
Selain itu, masih banyak masyarakat desa yang melakukan proses pembakaran sampah untuk mengurangi timbunan sampah yang dihasilkan.
Akibatnya, terjadi peningkatan polusi udara dan tanah di lingkungan desa.
Artikel yang berjudul “Lubang Biopori: Solusi Berkelanjutan Dalam Mengelola Sampah Organik di Desa Negeri Ngarip” membahas pemanfaatan lubang biopori sebagai solusi yang diterapkan oleh kelompok penulis dalam mengatasi permasalahan sampah di Desa Negeri Ngarip, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus.
Lubang biopori dapat membantu mengurangi sampah organik dengan cara menguraikan sampah organik dan mengubahnya menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan oleh petani.
Pendekatan dilakukan dalam dua tahapan yaitu pendekatan persuasif dengan melakukan sosialisasi guna memacu minat dan rasa ingin tahu masyarakat terkait lubang biopori serta pendekatan aksional dimana mahasiswa melakukan praktik pembuatan lubang biopori secara langsung.
Hasil kegiatan adalah terpasangnya satu lubang biopori sebagai contoh untuk dimanfaatkan dan dikembangkan masyarakat, terciptanya pupuk organik padat yang dapat dimanfaatkan oleh petani, serta terbentuknya pola pikir baru dalam mengelola sampah, khususnya sampah organik.

Related Results

SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
Pendahuluan: Badan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sejak Tahun 2009 mengembangkan program bank sampah sebagai salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Sub Bidang Daur Ulan...
Perencanaan Lubang Resapan Biopori Pada Daerah Permukiman yang berpotensi Genangan
Perencanaan Lubang Resapan Biopori Pada Daerah Permukiman yang berpotensi Genangan
Limpasan permukaan merupakan air yang muncul diakibatkan oleh tingginya curah hujan yang jatuh pada suatu kawasan. Limpasan yang mengakibatkan genangan terjadi selain buruknya sist...
Pengelolaan Sampah Organik Dengan Metode Biopori Melalui Program Kkn-05 Tematik Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Pengelolaan Sampah Organik Dengan Metode Biopori Melalui Program Kkn-05 Tematik Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Kelurahan Pandeyan, salah satu dari tujuh kelurahan di Kemantren Umbulharjo, memiliki luas wilayah sekitar 118,499 hektar atau sekitar 1,2 kilometer persegi. Terdiri dari 13 RW, 52...
Perbandingan Jenis Sampah Terhadap Lama Waktu Pengomposan Dalam Lubang Resapan Biopori
Perbandingan Jenis Sampah Terhadap Lama Waktu Pengomposan Dalam Lubang Resapan Biopori
Lubang resapan biopori "diaktifkan" dengan memberikan sampah organik. Sampah iniakan dijadikan sebagai sumber energi bagi organisme tanah untuk melakukan kegiatannyamelalui proses ...
PEMBUATAN DAN PEMASANGAN LAMPU BIOPORI PADA DESA KENTENG, BANDUNGAN
PEMBUATAN DAN PEMASANGAN LAMPU BIOPORI PADA DESA KENTENG, BANDUNGAN
Di era teknologi yang semakin maju ini banyak sekali perangkat teknologi yang menggunakan tenaga listrik. Tenaga listrik menjadi bahan pembangkit utama untuk membangkitkan teknolog...
Efektivitas Lubang Resapan Biopori terhadap Laju Resapan (Infiltrasi) di Kampus 2 UKI TORAJA
Efektivitas Lubang Resapan Biopori terhadap Laju Resapan (Infiltrasi) di Kampus 2 UKI TORAJA
Di sekitaran area kampus 2 UKI TORAJA kecematan Tallunglipu sering di temukan genangan air akibat terjadinya curah hujan yang cukup tinggi dan juga laju resapan tanah terhadap air ...
PEMBUATAN BIOPORI UNTUK PENYERAPAN AIR VERTIKAL DAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK
PEMBUATAN BIOPORI UNTUK PENYERAPAN AIR VERTIKAL DAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK
Adanya genangan air hujan, banjir di daerah yang rendah, kurangnya kemampuan selokan menyalurkan air hujan, dan meningkatnya volume sampah sebagai masalah yang...

Back to Top