Javascript must be enabled to continue!
PENGOLAHAN LIMBAH LABORATORIUM LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK DENGAN KOMBINASI PROSES KIMIA DAN BIOLOGI
View through CrossRef
ABSTRAKLimbah laboratorium merupakan limbah yang berasal dari buangan hasil reaksi-reaksi berbagai larutan kimia dalam suatu eksperimen. Laboratorium Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura merupakan laboratorium yang belum memiliki pengolahan. Hal ini akan berdampak pada lingkungan jika dibuang langsung tanpa proses pengolahan limbah terlebih dahulu. Dalam penelitian ini dilakukan proses pengolahan limbah cair Laboratorium Lingkungan Fakultas Teknik dengan kombinasi proses kimia dan biologi yang bertujuan untuk menurunkan parameter Chemical Oxygen Demand (COD), Fe dan Pb agar sesuai dengan baku mutu menurut PERMEN LH No.5 Th 2014 serta mengidentifikasi efektivitas pengolahan limbah cair Laboratorium Lingkungan Fakultas Teknik. Pengolahan dilakukan dengan dua perlakuan. Perlakuan ke-I yaitu proses netralisasi menggunakan soda ash (Na2CO3), koagulasi menggunakan tawas dan adsorpsi menggunakan adsorben zeolit dan karbon aktif, serta proses fitoremediasi mengggunakan eceng gondok, sedangkan pada perlakuan ke-II proses fitoremediasi dilakukan terlebih dahulu sebelum proses adsorpsi. Berdasarkan uji pendahuluan nilai pH pada perlakuan ke-I sebelum dilakukan proses pengolahan yaitu 1,3, COD sebesar 1617,1 mg/l, Fe sebesar 12,59 mg/l dan Pb sebesar 6,75 mg/l. Kondisi sampel awal sebelum dilakukan proses pengolahan pada perlakuan ke-II memiliki nilai pH 1,2, COD sebesar 1635,3 mg/l, Fe sebesar 8,46 mg/l dan Pb sebesar 7,36 mg/l. Nilai tersebut masih diatas baku mutu PERMEN LH No.5 Th 2014 yaitu konsentrasi COD sebesar 100 mg/l, Fe sebesar 5 mg/l dan Pb sebesar 0,1 mg/l. Pengolahan ini dilakukan dengan sistem batch dalam skala laboratorium dan dilakukan tiga kali ulangan dalam setiap perlakuan. Perlakuan ke-I memiliki efektivitas rata-rata dalam penurunan parameter COD sebesar 89% yaitu dari 1617,1 mg/l menjadi 161,9 mg/l, logam Fe 79% dari 12,6 mg/l menjadi 2,59 mg/l dan logam Pb sebesar 99% dari 6,75 mg/l menjadi 0,064 mg/l. Sedangkan pada perlakuan ke-II efektivitas rata-rata penurunan COD yaitu sebesar 86% dari 1635,3 mg/l menjadi 233,6 mg/l, logam Fe 53% dari 8,46 mg/l menjadi 3,94 mg/l dan logam Pb sebesar 99% dari 7,36 mg/l menjadi 0,043 mg/l. Nilai pH limbah yang dihasilkan pada perlakuan ke-I dari 1,3 menjadi 7,8 dan pada perlakuan ke-II dari 1,2 menjadi 7,8. Berdasarkan nilai efektivitas yang diperoleh dari dua perlakuan tersebut dapat diketahui bahwa nilai COD yang dihasilkan masih diatas baku mutu. Karena dalam penelitian ini tidak dilakukan analisis uji besaran parameter per unit pengolahan, sehingga tidak diketahui unit pengolahan yang lebih spesifik dalam penurunan parameter COD. Oleh sebab itu, disarankan dapat melengkapi penelitian dengan menguji besaran parameter per unit pengolahan.Kata Kunci : Limbah Cair Laboratorium, Proses Kimia, Proses Biologi
Tanjungpura University
Title: PENGOLAHAN LIMBAH LABORATORIUM LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK DENGAN KOMBINASI PROSES KIMIA DAN BIOLOGI
Description:
ABSTRAKLimbah laboratorium merupakan limbah yang berasal dari buangan hasil reaksi-reaksi berbagai larutan kimia dalam suatu eksperimen.
Laboratorium Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura merupakan laboratorium yang belum memiliki pengolahan.
Hal ini akan berdampak pada lingkungan jika dibuang langsung tanpa proses pengolahan limbah terlebih dahulu.
Dalam penelitian ini dilakukan proses pengolahan limbah cair Laboratorium Lingkungan Fakultas Teknik dengan kombinasi proses kimia dan biologi yang bertujuan untuk menurunkan parameter Chemical Oxygen Demand (COD), Fe dan Pb agar sesuai dengan baku mutu menurut PERMEN LH No.
5 Th 2014 serta mengidentifikasi efektivitas pengolahan limbah cair Laboratorium Lingkungan Fakultas Teknik.
Pengolahan dilakukan dengan dua perlakuan.
Perlakuan ke-I yaitu proses netralisasi menggunakan soda ash (Na2CO3), koagulasi menggunakan tawas dan adsorpsi menggunakan adsorben zeolit dan karbon aktif, serta proses fitoremediasi mengggunakan eceng gondok, sedangkan pada perlakuan ke-II proses fitoremediasi dilakukan terlebih dahulu sebelum proses adsorpsi.
Berdasarkan uji pendahuluan nilai pH pada perlakuan ke-I sebelum dilakukan proses pengolahan yaitu 1,3, COD sebesar 1617,1 mg/l, Fe sebesar 12,59 mg/l dan Pb sebesar 6,75 mg/l.
Kondisi sampel awal sebelum dilakukan proses pengolahan pada perlakuan ke-II memiliki nilai pH 1,2, COD sebesar 1635,3 mg/l, Fe sebesar 8,46 mg/l dan Pb sebesar 7,36 mg/l.
Nilai tersebut masih diatas baku mutu PERMEN LH No.
5 Th 2014 yaitu konsentrasi COD sebesar 100 mg/l, Fe sebesar 5 mg/l dan Pb sebesar 0,1 mg/l.
Pengolahan ini dilakukan dengan sistem batch dalam skala laboratorium dan dilakukan tiga kali ulangan dalam setiap perlakuan.
Perlakuan ke-I memiliki efektivitas rata-rata dalam penurunan parameter COD sebesar 89% yaitu dari 1617,1 mg/l menjadi 161,9 mg/l, logam Fe 79% dari 12,6 mg/l menjadi 2,59 mg/l dan logam Pb sebesar 99% dari 6,75 mg/l menjadi 0,064 mg/l.
Sedangkan pada perlakuan ke-II efektivitas rata-rata penurunan COD yaitu sebesar 86% dari 1635,3 mg/l menjadi 233,6 mg/l, logam Fe 53% dari 8,46 mg/l menjadi 3,94 mg/l dan logam Pb sebesar 99% dari 7,36 mg/l menjadi 0,043 mg/l.
Nilai pH limbah yang dihasilkan pada perlakuan ke-I dari 1,3 menjadi 7,8 dan pada perlakuan ke-II dari 1,2 menjadi 7,8.
Berdasarkan nilai efektivitas yang diperoleh dari dua perlakuan tersebut dapat diketahui bahwa nilai COD yang dihasilkan masih diatas baku mutu.
Karena dalam penelitian ini tidak dilakukan analisis uji besaran parameter per unit pengolahan, sehingga tidak diketahui unit pengolahan yang lebih spesifik dalam penurunan parameter COD.
Oleh sebab itu, disarankan dapat melengkapi penelitian dengan menguji besaran parameter per unit pengolahan.
Kata Kunci : Limbah Cair Laboratorium, Proses Kimia, Proses Biologi.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pengelolaan Limbah Ternak
Pengelolaan Limbah Ternak
Limbah adalah sisa proses produksi atau bahan yang tak bernilai, tak berharga, atau tidak laku dijual. Limbah ternak dibentuk dari pakan yang tersisa dari proses pencernaan. Pakan ...
Pretreatment Limbah Pengolahan Kopi Untuk Menghasilkan Biogas Pada Proses Anaerobik
Pretreatment Limbah Pengolahan Kopi Untuk Menghasilkan Biogas Pada Proses Anaerobik
Pada penelitian ini mempelajari proses pretreatment limbah pengolahan kopi untuk menghasilkan biogas pada proses anaerobik. Limbah cair pengolahan kopi merupakan limbah cair yang b...
Studi Kualitatif Deskriptif : Pengelolaan Limbah Medis Padat pada Beberapa Praktik Mandiri Bidan di Kabupaten Sukabumi dan Kota Depok
Studi Kualitatif Deskriptif : Pengelolaan Limbah Medis Padat pada Beberapa Praktik Mandiri Bidan di Kabupaten Sukabumi dan Kota Depok
Latar Belakang : Limbah medis sebagai limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun) perlu dilakukan pengelolaan terpadu karena dapat menimbulkan kerugian terhadap kesehatan manusia, makhluk ...
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan
Abstract. This study aims to determine the effect of emotional intelligence and motivation on employee performance at PT. Kimia Farma Tbk Plant Banjaran. This research is motivated...
PEMANFAATAN LABORATORIUM IPS SMP
PEMANFAATAN LABORATORIUM IPS SMP
Penelitian ini bertujuan mengetahui pemanfaatan laboratorium IPS di SMP. Pemanfaatan laboratorium dalam penelitian ini ditinjau dari; 1) kondisi laboratorium IPS di SMP, 2) manajem...
Evaluasi Sistem Pengelolaan Limbah Medis dan Zat Berbahaya di RS XXX
Evaluasi Sistem Pengelolaan Limbah Medis dan Zat Berbahaya di RS XXX
<p>Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang berpotensi menghasilkan limbah cukup banyak. Limbah rumah sakit mencakup semua buangan yang berasal dari kegiatan rum...

