Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pretreatment Limbah Pengolahan Kopi Untuk Menghasilkan Biogas Pada Proses Anaerobik

View through CrossRef
Pada penelitian ini mempelajari proses pretreatment limbah pengolahan kopi untuk menghasilkan biogas pada proses anaerobik. Limbah cair pengolahan kopi merupakan limbah cair yang berasal dari air buangan pada proses pencucian (washing) dan pengupasan (pulping) kopi. Limbah cair pengolahan kopi sendiri memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi sehingga cocok untuk dikonversi menjadi biogas. Konversi limbah cair kopi menjadi biogas dilakukan dengan menambahkan kotoran sapi dan kulit kopi sebagai substrat dengan variasi berat bioarang kulit tanduk terdiri dari: 0; 5; 10; 15; 20 gram. Lama fermentasi untuk setiap perlakuan adalah 30 hari. Sebelum dilakukan fermentasi, kulit kopi terlebih dahulu dilakukan pretreatment menggunakan NaOH 8% dan aquades untuk menghilangkan lignin pada kulit kopi yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada proses anaerobik. Variabel yang diukur meliputi Chemical Oxygen Demand (COD), Total Solids (TS), Volume Biogas, dan pH. Dari hasil penelitian diperoleh nilai terbaik pada digester dengan pretreatment NaOH 8% menggunakan bioarang kulit tanduk kopi sebanyak 15 gram. Nilai COD awal dan akhir yaitu sebesar 7.200 mg/L O2 dan 1.800 mg/L O2 dengan persentase penyisihan senyawa organik sebesar 75%, Total Solid awal dan akhir sebesar 10.940 mg/L dan 14.540 mg/L, Volume biogas 5.200 mL, derajat keasaman (pH) awal dan akhir sebesar 7,4 dan 5,7.  Perlakuan awal dengan pretreatment dan penambahan bioarang mempengaruhi volume biogas yang dihasilkan.Kata kunci : Aquades, Bioarang, Biogas, NaOH, PretreatmentPada penelitian ini mempelajari proses pretreatment limbah pengolahan kopi untuk menghasilkan biogas pada proses anaerobik. Limbah cair pengolahan kopi merupakan limbah cair yang berasal dari air buangan pada proses pencucian (washing) dan pengupasan (pulping) kopi. Limbah cair pengolahan kopi sendiri memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi sehingga cocok untuk dikonversi menjadi biogas. Konversi limbah cair kopi menjadi biogas dilakukan dengan menambahkan kotoran sapi dan kulit kopi sebagai substrat dengan variasi berat bioarang kulit tanduk terdiri dari: 0; 5; 10; 15; 20 gram. Lama fermentasi untuk setiap perlakuan adalah 30 hari. Sebelum dilakukan fermentasi, kulit kopi terlebih dahulu dilakukan pretreatment menggunakan NaOH 8% dan aquades untuk menghilangkan lignin pada kulit kopi yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada proses anaerobik. Variabel yang diukur meliputi Chemical Oxygen Demand (COD), Total Solids (TS), Volume Biogas, dan pH. Dari hasil penelitian diperoleh nilai terbaik pada digester dengan pretreatment NaOH 8% menggunakan bioarang kulit tanduk kopi sebanyak 15 gram. Nilai COD awal dan akhir yaitu sebesar 7.200 mg/L O2 dan 1.800 mg/L O2 dengan persentase penyisihan senyawa organik sebesar 75%, Total Solid awal dan akhir sebesar 10.940 mg/L dan 14.540 mg/L, Volume biogas 5.200 mL, derajat keasaman (pH) awal dan akhir sebesar 7,4 dan 5,7.  Perlakuan awal dengan pretreatment dan penambahan bioarang mempengaruhi volume biogas yang dihasilkan.Kata kunci : Aquades, Bioarang, Biogas, NaOH, Pretreatment
Title: Pretreatment Limbah Pengolahan Kopi Untuk Menghasilkan Biogas Pada Proses Anaerobik
Description:
Pada penelitian ini mempelajari proses pretreatment limbah pengolahan kopi untuk menghasilkan biogas pada proses anaerobik.
Limbah cair pengolahan kopi merupakan limbah cair yang berasal dari air buangan pada proses pencucian (washing) dan pengupasan (pulping) kopi.
Limbah cair pengolahan kopi sendiri memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi sehingga cocok untuk dikonversi menjadi biogas.
Konversi limbah cair kopi menjadi biogas dilakukan dengan menambahkan kotoran sapi dan kulit kopi sebagai substrat dengan variasi berat bioarang kulit tanduk terdiri dari: 0; 5; 10; 15; 20 gram.
Lama fermentasi untuk setiap perlakuan adalah 30 hari.
Sebelum dilakukan fermentasi, kulit kopi terlebih dahulu dilakukan pretreatment menggunakan NaOH 8% dan aquades untuk menghilangkan lignin pada kulit kopi yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada proses anaerobik.
Variabel yang diukur meliputi Chemical Oxygen Demand (COD), Total Solids (TS), Volume Biogas, dan pH.
Dari hasil penelitian diperoleh nilai terbaik pada digester dengan pretreatment NaOH 8% menggunakan bioarang kulit tanduk kopi sebanyak 15 gram.
Nilai COD awal dan akhir yaitu sebesar 7.
200 mg/L O2 dan 1.
800 mg/L O2 dengan persentase penyisihan senyawa organik sebesar 75%, Total Solid awal dan akhir sebesar 10.
940 mg/L dan 14.
540 mg/L, Volume biogas 5.
200 mL, derajat keasaman (pH) awal dan akhir sebesar 7,4 dan 5,7.
  Perlakuan awal dengan pretreatment dan penambahan bioarang mempengaruhi volume biogas yang dihasilkan.
Kata kunci : Aquades, Bioarang, Biogas, NaOH, PretreatmentPada penelitian ini mempelajari proses pretreatment limbah pengolahan kopi untuk menghasilkan biogas pada proses anaerobik.
Limbah cair pengolahan kopi merupakan limbah cair yang berasal dari air buangan pada proses pencucian (washing) dan pengupasan (pulping) kopi.
Limbah cair pengolahan kopi sendiri memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi sehingga cocok untuk dikonversi menjadi biogas.
Konversi limbah cair kopi menjadi biogas dilakukan dengan menambahkan kotoran sapi dan kulit kopi sebagai substrat dengan variasi berat bioarang kulit tanduk terdiri dari: 0; 5; 10; 15; 20 gram.
Lama fermentasi untuk setiap perlakuan adalah 30 hari.
Sebelum dilakukan fermentasi, kulit kopi terlebih dahulu dilakukan pretreatment menggunakan NaOH 8% dan aquades untuk menghilangkan lignin pada kulit kopi yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada proses anaerobik.
Variabel yang diukur meliputi Chemical Oxygen Demand (COD), Total Solids (TS), Volume Biogas, dan pH.
Dari hasil penelitian diperoleh nilai terbaik pada digester dengan pretreatment NaOH 8% menggunakan bioarang kulit tanduk kopi sebanyak 15 gram.
Nilai COD awal dan akhir yaitu sebesar 7.
200 mg/L O2 dan 1.
800 mg/L O2 dengan persentase penyisihan senyawa organik sebesar 75%, Total Solid awal dan akhir sebesar 10.
940 mg/L dan 14.
540 mg/L, Volume biogas 5.
200 mL, derajat keasaman (pH) awal dan akhir sebesar 7,4 dan 5,7.
  Perlakuan awal dengan pretreatment dan penambahan bioarang mempengaruhi volume biogas yang dihasilkan.
Kata kunci : Aquades, Bioarang, Biogas, NaOH, Pretreatment.

Related Results

Sejarah Kopi Kapal Api
Sejarah Kopi Kapal Api
Kopi Kapal Api telah ada sejak zaman penjajahan Belanda datang ke Indonesia. Sebelumnya, perusahaan kopi Kapal Api didirikan, pada tahun 1927, tiga orang bersaudara yaitu Go Soe Lo...
Pengelolaan Limbah Ternak
Pengelolaan Limbah Ternak
Limbah adalah sisa proses produksi atau bahan yang tak bernilai, tak berharga, atau tidak laku dijual. Limbah ternak dibentuk dari pakan yang tersisa dari proses pencernaan. Pakan ...
Instagram Sebagai Media Promosi Coffee Shop
Instagram Sebagai Media Promosi Coffee Shop
Abstract. The business world in Indonesia is currently benefiting from the presence of Instagram. Instagram is an application that allows users to share photos and videos. Its use,...
PENERAPAN UJI MUTU PROSES PRODUKSI KOPI DI UD TENANT BERKAH LESTARI LAMPUNG SELATAN
PENERAPAN UJI MUTU PROSES PRODUKSI KOPI DI UD TENANT BERKAH LESTARI LAMPUNG SELATAN
UD Tenant Berkah Lestari adalah Usaha Mikro Kecil Menengah yang bergerak dibidang agroindustri hasil perkebunan komoditas kopi. Usaha Kopi yang dijalankan oleh UD Tenant ini melaku...
ANALISA PENGARUH PEMBENTUKAN BIOGAS TERHADAP PENCAMPURAN LIMBAH SEKAM PADI PADA KOTORAN SAPI
ANALISA PENGARUH PEMBENTUKAN BIOGAS TERHADAP PENCAMPURAN LIMBAH SEKAM PADI PADA KOTORAN SAPI
Biogas adalah salah satu jenis energi terbarukan yang diproduksi melalui proses anaerobic bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pencampuran limbah seka...
Pengaruh Kadar Senyawa Kapsaisinoid Terhadap Produksi Biogas Dalam Proses Anaerobic Digestion Limbah Sayur
Pengaruh Kadar Senyawa Kapsaisinoid Terhadap Produksi Biogas Dalam Proses Anaerobic Digestion Limbah Sayur
Abstrak Senyawa kapsaisinoid, seperti kapsaisin yang ditemukan dalam berbagai jenis sayuran dikenal karena sifat antimikrobanya, yang dapat memengaruhi aktivitas mikroba dalam sist...
Optimization of a Biogas-Fuelled Cogeneration System in a Sewage Treatment Plant
Optimization of a Biogas-Fuelled Cogeneration System in a Sewage Treatment Plant
Efficient utilization of biomass by a cogeneration system (CGS) is a promising technology for promoting sustainable energy development. Sewage treatment plants are facilities that ...

Back to Top