Javascript must be enabled to continue!
PROSES ANALISA DINDING GALIAN BASEMENT 7 LANTAI DENGAN METODE ELEMEN HINGGA
View through CrossRef
Limited area for construction can be overcome by build a multi-story building with basement. Basement is quite common in Jakarta, the things that attracted is basement with 7 stories. This basement construction use a diaphragm wall with 1 meter thickness for the retaining wall and installation strut every 4 meter. Deformation for diaphragm wall is calculated by finite element method application and mohr-coloumb soil modeling. This calculation based on soil type from each drill point and water table when it high or common. From the calculation, maximum deformation diaphragm wall for BH-5 when water table high is 235,86 mm and when water table at -3 m is 209,6 mm. Maximum deformation diaphragm wall for BH-7 when water table high is213,9 mm and when water table at -3 m is 197,18 mm. There are several things that need to concern when constructed basement and deep excavation, in case to avoid failure.AbstrakKeterbatasan lahan untuk pembangunan dapat diatasi dengan pembangunan gedung bertingkat yang dilengkapi dengan basement. Pembangunan basement cukup umum di Jakarta ini, salah satu hal yang menarik perhatian adalah pembangunan basement sebanyak 7 lantai. Pembangunan basement ini menggunakan dinding penahan tanah berupa dinding diafragma dengan ketebalan 1 meter dan pemasangan strut setiap 4 meter. Perhitungan deformasi pada dinding penahan tanah ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi metode elemen hingga dan permodelan tanah mohr-coloumb Permodelan dilakukan berdasarkan keadaan tanah pada tiap titik bor dan keadaan muka air saat banjir atau kemarau. Dari perhitungan, didapatkan deformasi maksimum dinding diafragma pada titik bor BH-5 pada muka air banjir adalah 235,86 mm dan pada muka air kemarau adalah 209,6 mm. Untuk deformasi maksimum dinding diafragma pada titik bor BH-7 pada muka air banjir adalah 213,9 mm dan pada muka air kemarau adalah 197,18 mm. Pada saat konstruksi basement dan galian dalam, diperlukan beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi kegagalan pada saat pembangunan dan penggunaan basement.
Title: PROSES ANALISA DINDING GALIAN BASEMENT 7 LANTAI DENGAN METODE ELEMEN HINGGA
Description:
Limited area for construction can be overcome by build a multi-story building with basement.
Basement is quite common in Jakarta, the things that attracted is basement with 7 stories.
This basement construction use a diaphragm wall with 1 meter thickness for the retaining wall and installation strut every 4 meter.
Deformation for diaphragm wall is calculated by finite element method application and mohr-coloumb soil modeling.
This calculation based on soil type from each drill point and water table when it high or common.
From the calculation, maximum deformation diaphragm wall for BH-5 when water table high is 235,86 mm and when water table at -3 m is 209,6 mm.
Maximum deformation diaphragm wall for BH-7 when water table high is213,9 mm and when water table at -3 m is 197,18 mm.
There are several things that need to concern when constructed basement and deep excavation, in case to avoid failure.
AbstrakKeterbatasan lahan untuk pembangunan dapat diatasi dengan pembangunan gedung bertingkat yang dilengkapi dengan basement.
Pembangunan basement cukup umum di Jakarta ini, salah satu hal yang menarik perhatian adalah pembangunan basement sebanyak 7 lantai.
Pembangunan basement ini menggunakan dinding penahan tanah berupa dinding diafragma dengan ketebalan 1 meter dan pemasangan strut setiap 4 meter.
Perhitungan deformasi pada dinding penahan tanah ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi metode elemen hingga dan permodelan tanah mohr-coloumb Permodelan dilakukan berdasarkan keadaan tanah pada tiap titik bor dan keadaan muka air saat banjir atau kemarau.
Dari perhitungan, didapatkan deformasi maksimum dinding diafragma pada titik bor BH-5 pada muka air banjir adalah 235,86 mm dan pada muka air kemarau adalah 209,6 mm.
Untuk deformasi maksimum dinding diafragma pada titik bor BH-7 pada muka air banjir adalah 213,9 mm dan pada muka air kemarau adalah 197,18 mm.
Pada saat konstruksi basement dan galian dalam, diperlukan beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi kegagalan pada saat pembangunan dan penggunaan basement.
Related Results
Analisis Penggunaan Dinding Façade Beton Precast Pada Gedung 4 Lantai
Analisis Penggunaan Dinding Façade Beton Precast Pada Gedung 4 Lantai
Pekerjaan dinding façade adalah pekerjaan dengan utilitas yang kompleks dan merupakan sumber aktifitas kerja yang dapat menimbulkan bahaya (Hazard) kece...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
ANALISIS DINDING DIAFRAGMA DENGAN PENGHILANGAN RINGSLAB SECARA EFEKTIF PADA KONSTRUKSI BASEMENT
ANALISIS DINDING DIAFRAGMA DENGAN PENGHILANGAN RINGSLAB SECARA EFEKTIF PADA KONSTRUKSI BASEMENT
Basement merupakan struktur bawah tanah yang dapat berfungsi sebagai tempat parkir dan ruangan. Dalam pengerjaannya, dibutuhkan galian dalam pada tanah yang dapat menyebabkan perub...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pengaruh Lokasi dan Variasi Ketebalan Dinding Geser Kantilever pada Bangunan Bertingkat Simetris
Pengaruh Lokasi dan Variasi Ketebalan Dinding Geser Kantilever pada Bangunan Bertingkat Simetris
Struktur bangunan beton bertulang bertingkat dapat mengalami momen guling sebagai akibat dari adanya gaya aksial dan lateral. Selain itu, struktur juga menghasilkan gaya geser yang...
Pengaruh Lokasi dan Variasi Ketebalan Dinding Geser Kantilever pada Bangunan Bertingkat Simetris
Pengaruh Lokasi dan Variasi Ketebalan Dinding Geser Kantilever pada Bangunan Bertingkat Simetris
Struktur bangunan beton bertulang bertingkat dapat mengalami momen guling sebagai akibat dari adanya gaya aksial dan lateral. Selain itu, struktur juga menghasilkan gaya geser yang...
EFEK DINDING BATA TERHADAP SOFT STORY SISTEM RANGKA BANGUN GEDUNG BETON BERTULANG BERATURAN BERDASARKAN ASCE 41-17-17
EFEK DINDING BATA TERHADAP SOFT STORY SISTEM RANGKA BANGUN GEDUNG BETON BERTULANG BERATURAN BERDASARKAN ASCE 41-17-17
Dinding bata pada bangunan umumnya digolongkan sebagai elemen non-struktural sehingga tidak diperhitungkan dalam proses perencanaan struktur. Pada bangunan dengan karakteristik sof...
ANALISIS PLAXIS UNTUK DEWATERING BASEMENT DI TANAH KELEMPUNGAN DAN KEPASIRAN
ANALISIS PLAXIS UNTUK DEWATERING BASEMENT DI TANAH KELEMPUNGAN DAN KEPASIRAN
Galian basement dapat dilakukan dengan beberapa metode disesuaikan dengan kondisi tanah, geometri galian, dan terutama kondisi lapangan, yaitu area tempat dimana akan dilaksanakann...

