Javascript must be enabled to continue!
APLIKASI LIGNOSELULOSA SULFONAT AMPAS TEBU UNTUK ADSORPSI ZAT WARNA TEKSTIL KATIONIK BASIC VIOLET 10
View through CrossRef
<span>Telah dilakukan penelitian aplikasi lignoselulosa sulfonat ampas tebu untuk adsorpsi zat warna tekstil kationik basic violet 10. Lignoselulosa sulfonat disintesis dari limbah ampas tebu melalui proses ekstraksi dan sulfonasi menggunakan larutan induk yang terbuat dari 168 g Na2SO3 dan 1 g NaHCO3. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di laboratorium. Prosedur kerja yang dilakukan adalah dengan membuat adsorben alami, bebas ekstrak, dan lignoselulosa sulfonat kemudian mengidentifikasi gugus fungsi dengan metode spektrofotometri menggunakan spektrometer infra merah. Uji adsorpsi dilakukan pada berbagai variasi waktu interaksi 5, 10, 20, 40, 80, dan 160 menit pada pH 6,0. Untuk analisa kuantitatif dilakukan dengan metode spektrofotometri menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 542,75 nm.Kandungan komponen ekstraktif total (total extractive content) dari ampas tebu yang diteliti adalah 15,2 %. Adsorben lignoselulosa sulfonat memiliki daya adsorpsi paling tinggi terhadap zat warna tekstil kationik basic violet 10 yaitu sebesar 87,42 %, sedangkan adsorben alami 66,3% dan adsorben bebas ekstrak 82,64%. Waktu optimum adsorpsi oleh adsorben alami adalah 40 menit, sedangkan untuk adsorben bebas ekstrak dan lignoselulosa sulfonat adalah 80 menit.</span>
Title: APLIKASI LIGNOSELULOSA SULFONAT AMPAS TEBU UNTUK ADSORPSI ZAT WARNA TEKSTIL KATIONIK BASIC VIOLET 10
Description:
<span>Telah dilakukan penelitian aplikasi lignoselulosa sulfonat ampas tebu untuk adsorpsi zat warna tekstil kationik basic violet 10.
Lignoselulosa sulfonat disintesis dari limbah ampas tebu melalui proses ekstraksi dan sulfonasi menggunakan larutan induk yang terbuat dari 168 g Na2SO3 dan 1 g NaHCO3.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di laboratorium.
Prosedur kerja yang dilakukan adalah dengan membuat adsorben alami, bebas ekstrak, dan lignoselulosa sulfonat kemudian mengidentifikasi gugus fungsi dengan metode spektrofotometri menggunakan spektrometer infra merah.
Uji adsorpsi dilakukan pada berbagai variasi waktu interaksi 5, 10, 20, 40, 80, dan 160 menit pada pH 6,0.
Untuk analisa kuantitatif dilakukan dengan metode spektrofotometri menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 542,75 nm.
Kandungan komponen ekstraktif total (total extractive content) dari ampas tebu yang diteliti adalah 15,2 %.
Adsorben lignoselulosa sulfonat memiliki daya adsorpsi paling tinggi terhadap zat warna tekstil kationik basic violet 10 yaitu sebesar 87,42 %, sedangkan adsorben alami 66,3% dan adsorben bebas ekstrak 82,64%.
Waktu optimum adsorpsi oleh adsorben alami adalah 40 menit, sedangkan untuk adsorben bebas ekstrak dan lignoselulosa sulfonat adalah 80 menit.
</span>.
Related Results
KARAKTERISTIK BIOBRIKET AMPAS TEBU PT.MADUBARU PG MADUKISMO YOGYAKARTA
KARAKTERISTIK BIOBRIKET AMPAS TEBU PT.MADUBARU PG MADUKISMO YOGYAKARTA
Sebagai salah satu usaha untuk meminimalisir limbah ampas tebu dan tetes tebu (molase) di PT.Madubaru PG.Madukismo Kecamatan Kasihan Bantul Yogyakarta, dibutuhkan penanganan dan pe...
Potensi Pemanfaatan Ampas Tebu sebagai Bahan Baku Pakan Ikan
Potensi Pemanfaatan Ampas Tebu sebagai Bahan Baku Pakan Ikan
Ampas tebu merupakan salah satu produk samping yang dihasilkan oleh industri gula dan belum dimanfaatkan secara optimal. Ampas tebu yang dihasilkan oleh proses produksi gula mencap...
Potensi Pemanfaatan Ampas Tebu sebagai Bahan Baku Pakan Ikan
Potensi Pemanfaatan Ampas Tebu sebagai Bahan Baku Pakan Ikan
Ampas tebu merupakan salah satu produk samping yang dihasilkan oleh industri gula dan belum dimanfaatkan secara optimal. Ampas tebu yang dihasilkan oleh proses produksi gula mencap...
Perancangan Desain Produk Alat Pemeras Tebu Elektrik dengan Menggunakan Metode Quality Deployment(QFD)
Perancangan Desain Produk Alat Pemeras Tebu Elektrik dengan Menggunakan Metode Quality Deployment(QFD)
Tebu merupakan tanaman yang mengandung sari gula. Alat pemeras tebu adalah sebuah alat yang berfungsi untuk memisahkan antara sari tebu dengan ampas tebu. Cara kerja mesin pemeras ...
Profil Nutrisi dan Fraksi Serat Pakan Silase Komplit Berbahan Ampas Tebu dengan Penambahan Legume Indigofera dan Molases
Profil Nutrisi dan Fraksi Serat Pakan Silase Komplit Berbahan Ampas Tebu dengan Penambahan Legume Indigofera dan Molases
Ampas tebu memiliki komponen serat yang tinggi sehingga perlu adanya perbaikan nutrisi dengan penambahan legume indigofera yang diolah menggunakan teknik silase. Tujuan penelitian ...
Efek Lama Pemeraman Silase Ampas Tebu (Saccharum officinarium L.) dengan Penambahan Urea dan Kapur (Ca(OH)2) Terhadap Kualitas Nutrisi
Efek Lama Pemeraman Silase Ampas Tebu (Saccharum officinarium L.) dengan Penambahan Urea dan Kapur (Ca(OH)2) Terhadap Kualitas Nutrisi
ABSTRAK. Besarnya limbah ampas tebu yang dihasilkan belum mampu dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga ampas tebu yang dihasilkan sering kali dibuang dan diabaikan. Pembakaran ampas...
PENGARUH KONSENTRASI AKTIVATOR H3PO4 TERHADAP KARBON AKTIF AMPAS TEBU
PENGARUH KONSENTRASI AKTIVATOR H3PO4 TERHADAP KARBON AKTIF AMPAS TEBU
Ampas tebu adalah sisa penggilingan tebu yang sebagian belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Kurang lebih 50% ampas tebu yang diperoleh setiap pabrik gula dijadikan u...
PENGARUH SERAT TEBU TERHADAP SIFAT MEKANIS
PENGARUH SERAT TEBU TERHADAP SIFAT MEKANIS
Populasi manusia saat ini yang semakin meningkat tiap tahunnya mengakibatkan meningkatnya jumlah kebutuhan pangan dan papan. Dua kebutuhan tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan de...

