Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Potensi Pemanfaatan Ampas Tebu sebagai Bahan Baku Pakan Ikan

View through CrossRef
Ampas tebu merupakan salah satu produk samping yang dihasilkan oleh industri gula dan belum dimanfaatkan secara optimal. Ampas tebu yang dihasilkan oleh proses produksi gula mencapai 25-35% dari total berat tebu yang digunakan. Pada tahun 2017 luas areal tebu di Indonesia mencapai 453.456 Ha, dengan total produksi tebu nasional mencapai 2.465.450 ton. Ampas tebu merupakan material lignoselulosa dengan komponen utama karbohidrat (60-80%) yang terdapat dalambentuk selulosa dan hemiselulosa yang terikat dalam matrik lignin. Komponen lain yang terkandung dalam ampas tebu adalahprotein 0,8-2,4%, serat kasar 43,0-58,5%, selulosa 35,8-58,4%, lignin 9,9-22,3%, hemiselulosa 16,4-42,4%, ADF 38,3-64,9%, NDF 59,0-93,7%, lemak 0,07-1,7% serta abu 1,0-3,9%. Teknologi pengolahan diperlukan untuk mereduksi karakter lignin serta menghidrolisis selulosa sehingga kualitas ampas tebu meningkat. Tulisan ini mengkaji pemanfaatan ampas tebu sebagai bahan baku pakan ikan air tawar. Hasil kajian menunjukkan bahwa kombinasi beberapa metode terbukti meningkatkan kualitas ampas tebu sehingga potensial digunakan sebagai bahan baku pakan ikan.
Title: Potensi Pemanfaatan Ampas Tebu sebagai Bahan Baku Pakan Ikan
Description:
Ampas tebu merupakan salah satu produk samping yang dihasilkan oleh industri gula dan belum dimanfaatkan secara optimal.
Ampas tebu yang dihasilkan oleh proses produksi gula mencapai 25-35% dari total berat tebu yang digunakan.
Pada tahun 2017 luas areal tebu di Indonesia mencapai 453.
456 Ha, dengan total produksi tebu nasional mencapai 2.
465.
450 ton.
Ampas tebu merupakan material lignoselulosa dengan komponen utama karbohidrat (60-80%) yang terdapat dalambentuk selulosa dan hemiselulosa yang terikat dalam matrik lignin.
Komponen lain yang terkandung dalam ampas tebu adalahprotein 0,8-2,4%, serat kasar 43,0-58,5%, selulosa 35,8-58,4%, lignin 9,9-22,3%, hemiselulosa 16,4-42,4%, ADF 38,3-64,9%, NDF 59,0-93,7%, lemak 0,07-1,7% serta abu 1,0-3,9%.
Teknologi pengolahan diperlukan untuk mereduksi karakter lignin serta menghidrolisis selulosa sehingga kualitas ampas tebu meningkat.
Tulisan ini mengkaji pemanfaatan ampas tebu sebagai bahan baku pakan ikan air tawar.
Hasil kajian menunjukkan bahwa kombinasi beberapa metode terbukti meningkatkan kualitas ampas tebu sehingga potensial digunakan sebagai bahan baku pakan ikan.

Related Results

Pengawasan dan Pemberian Pakan pada Kolam Ikan di Pondok Pesantren Lintang Songo Menggunakan Telegram
Pengawasan dan Pemberian Pakan pada Kolam Ikan di Pondok Pesantren Lintang Songo Menggunakan Telegram
Budidaya ikan menjadi salah satu usaha mandiri yang dilakukan oleh masyarakat, salah satunya adalah Pondok Pesantren Lintang Songo. Pentingnya memperhatikan cara merawat dan memeli...
Potensi Pemanfaatan Ampas Tebu sebagai Bahan Baku Pakan Ikan
Potensi Pemanfaatan Ampas Tebu sebagai Bahan Baku Pakan Ikan
Ampas tebu merupakan salah satu produk samping yang dihasilkan oleh industri gula dan belum dimanfaatkan secara optimal. Ampas tebu yang dihasilkan oleh proses produksi gula mencap...
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
UKM Melati dan UKM Sipatujui adalah dua mitra yang bergerak dalam bidang pengolahan ikan di Kabupaten Bantaeng. Kedua mitra selama ini hanya mengembangkan kerupuk amplang dan bakso...
PENGARUH SERAT TEBU TERHADAP SIFAT MEKANIS
PENGARUH SERAT TEBU TERHADAP SIFAT MEKANIS
Populasi manusia saat ini yang semakin meningkat tiap tahunnya mengakibatkan meningkatnya jumlah kebutuhan pangan dan papan. Dua kebutuhan tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan de...
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan nelayan dan pedagang perantara; 2) saluran pemasaran ikan; dan 3) margin pemasaran ikan. Metode anal...
Kinerja benih ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang diberi pakan maggot dan cacing sutera
Kinerja benih ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang diberi pakan maggot dan cacing sutera
Permasalahan yang sering dihadapi dalam pembenihan ikan gurami adalah pertumbuhan ikan lambat dan penyediaan pakan ikan. Hal ini menjadi kendala dalam peningkatan produksi benih ik...
PENGARUH KONSENTRASI AKTIVATOR H3PO4 TERHADAP KARBON AKTIF AMPAS TEBU
PENGARUH KONSENTRASI AKTIVATOR H3PO4 TERHADAP KARBON AKTIF AMPAS TEBU
Ampas tebu adalah sisa penggilingan tebu yang sebagian belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Kurang lebih 50% ampas tebu yang diperoleh setiap pabrik gula dijadikan u...

Back to Top