Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TRADISI AMMONE PA’BALLE RAKI’-RAKI’ DI KELURAHAN TAMARUNANG KECAMATAN SOMBA OPU KABUPATEN GOWA (Analisis Perbandingan antara Hukum Islam dan Adat Istiadat)

View through CrossRef
Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menarik suatu kesimpulan yang bersifat umum menuju ke pernyataan yang bersifat khusus. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan berbagai pendekatan, yaitu pendekatan antropologis, pendekatan yuridis, pendekatan sosiologis dan pendekatan normatif syar’i. Adapun sumber data penelitian ini adalah Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Masyarakat biasa. Selanjutnya metode pengumpulan data di lakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Tradisi ammone pa’balle raki’-raki’ di kel. Tamarunang, kec. Somba Opu kab. gowa merupakan bentuk rasa syukur kepada sang pencipta Allah SWT, ritual yang melambangkan simbol kelancaran yang di percaya agar acara pernikahan maupun khitanan yang akan di laksanakan berjalan dengan baik tanpa gangguan apapun. Tradisi ini di lakukan di sungai dengan menghanyutkan sesaji-sesaji, masyarakat percaya apabila tidak melakukan Tradisi Ammone Pa’balle Raki’-Raki’ akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, seperti kesurupan atau dalam bahasa Makassar Napattauki dan akan di terserang penyakit pada dirinya. Pandangam Hukum Islam terhadap tradisi ini telah melenceng dari syariat islam karena orang yang melakukannya adalah musyrik. Tradisi ini merupakan Adat istiadat kerena merupakan termasuk budaya atau aturan-aturan yang berusaha di terapkan dalam lingkungan masyarakat, tetapi cara pelaksanaannya adalah bentuk kesalahan masyarakat yang tidak menyadari bahwa itu bertentangan dengan hukum Islam.Kata Kunci: Tradisi; Hukum Islam; dan Adat istiadat.AbstractThis article to draw a general conclusion leading to a statement that is specific. This type of research is qualitative using various approaches, namely anthropological approach, juridical approach, sociological approach and shar'i normative approach. The source of the data of this research are Customary Leaders, Community Leaders, Religious Leaders, and Ordinary Communities. Then the data collection method is done by observation, interview and documentation. The results of this study indicate that the implementation of the Ammone Pa'balle Raki-Raki Tradition in Ex. Tamarunang, kec. Somba Opu kab. gowa is a form of gratitude to the creator of Allah SWT, a ritual that symbolizes the symbol of fluency that is believed so that the wedding and circumcision will be carried out well without any disturbance. This tradition is carried out in the river by drifting offerings, people believe that if they do not do the Ammone Pa'balle Raki'-Raki Tradition things will happen that are not wanted, such as possessed or in Makassar “Napattauki” and will be attacked by diseases in himself. Islamic law's view of this tradition has deviated from Islamic Sharia because the people who do it are polytheists. This tradition is a custom because it is included in the culture or rules that are trying to be applied in the community, but the way it is implemented is a form of public error that does not realize that it is contrary to Islamic law.Kewrods: Tradition, Islamic Law, and costoms
Title: TRADISI AMMONE PA’BALLE RAKI’-RAKI’ DI KELURAHAN TAMARUNANG KECAMATAN SOMBA OPU KABUPATEN GOWA (Analisis Perbandingan antara Hukum Islam dan Adat Istiadat)
Description:
Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menarik suatu kesimpulan yang bersifat umum menuju ke pernyataan yang bersifat khusus.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan berbagai pendekatan, yaitu pendekatan antropologis, pendekatan yuridis, pendekatan sosiologis dan pendekatan normatif syar’i.
Adapun sumber data penelitian ini adalah Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Masyarakat biasa.
Selanjutnya metode pengumpulan data di lakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Tradisi ammone pa’balle raki’-raki’ di kel.
Tamarunang, kec.
Somba Opu kab.
gowa merupakan bentuk rasa syukur kepada sang pencipta Allah SWT, ritual yang melambangkan simbol kelancaran yang di percaya agar acara pernikahan maupun khitanan yang akan di laksanakan berjalan dengan baik tanpa gangguan apapun.
Tradisi ini di lakukan di sungai dengan menghanyutkan sesaji-sesaji, masyarakat percaya apabila tidak melakukan Tradisi Ammone Pa’balle Raki’-Raki’ akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, seperti kesurupan atau dalam bahasa Makassar Napattauki dan akan di terserang penyakit pada dirinya.
Pandangam Hukum Islam terhadap tradisi ini telah melenceng dari syariat islam karena orang yang melakukannya adalah musyrik.
Tradisi ini merupakan Adat istiadat kerena merupakan termasuk budaya atau aturan-aturan yang berusaha di terapkan dalam lingkungan masyarakat, tetapi cara pelaksanaannya adalah bentuk kesalahan masyarakat yang tidak menyadari bahwa itu bertentangan dengan hukum Islam.
Kata Kunci: Tradisi; Hukum Islam; dan Adat istiadat.
AbstractThis article to draw a general conclusion leading to a statement that is specific.
This type of research is qualitative using various approaches, namely anthropological approach, juridical approach, sociological approach and shar'i normative approach.
The source of the data of this research are Customary Leaders, Community Leaders, Religious Leaders, and Ordinary Communities.
Then the data collection method is done by observation, interview and documentation.
The results of this study indicate that the implementation of the Ammone Pa'balle Raki-Raki Tradition in Ex.
Tamarunang, kec.
Somba Opu kab.
gowa is a form of gratitude to the creator of Allah SWT, a ritual that symbolizes the symbol of fluency that is believed so that the wedding and circumcision will be carried out well without any disturbance.
This tradition is carried out in the river by drifting offerings, people believe that if they do not do the Ammone Pa'balle Raki'-Raki Tradition things will happen that are not wanted, such as possessed or in Makassar “Napattauki” and will be attacked by diseases in himself.
Islamic law's view of this tradition has deviated from Islamic Sharia because the people who do it are polytheists.
This tradition is a custom because it is included in the culture or rules that are trying to be applied in the community, but the way it is implemented is a form of public error that does not realize that it is contrary to Islamic law.
Kewrods: Tradition, Islamic Law, and costoms.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
PENGARUH SARANA DAN PRASARANA LABORATORIUM TEKNIK KOMPUTER JARINGAN TERHADAP KOMPETENSI SISWA DI SMKT SOMBA OPU KABUPATEN GOWA
PENGARUH SARANA DAN PRASARANA LABORATORIUM TEKNIK KOMPUTER JARINGAN TERHADAP KOMPETENSI SISWA DI SMKT SOMBA OPU KABUPATEN GOWA
Competence at Somba Opu Vocational School, Gowa Regency. (guided by: Muhammad Yahya and Muh Yusuf Mappeasse). This study aims to determine: (1) The effect of the level of adequacy ...
ELEMENTS OF OPEN PUBLIC SPACE AT CORRIDOR SOMBAOPU STREET MAKASSAR CITY
ELEMENTS OF OPEN PUBLIC SPACE AT CORRIDOR SOMBAOPU STREET MAKASSAR CITY
Physical elements forming characters in the corridor Somba Opu street Makassar city such as trees/shade, diversity of buildings, street furniture, open space, accessibility, densit...
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Tulisan ini berupaya melihat marjinalisasi adat, hukum adat serta implikasinya pada masyarakat adat. Dalam konteks Indonesia, meskipun Konstitusi dan beberapa aturan formal mengaku...
PERAN KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) DALAM MENGHADAPI KASUS PERNIKAHAN ANAK DI BAWAH UMUR
PERAN KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) DALAM MENGHADAPI KASUS PERNIKAHAN ANAK DI BAWAH UMUR
Abstrak Pokok permasalahan dalam penelitian adalah Peran Kantor Urusan Agama (KUA) Dalam Menghadapi Kasus Pernikahan Anak Di Bawah Umur (Studi Kasus KUA Kecamatan Somba Opu Kabupa...

Back to Top