Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Representasi Disfemisme dalam Ceramah Maulid di Aceh

View through CrossRef
ABSTRAK RAUZATUL JANNAH: Representasi Disfemisme dalam Ceramah Maulid di Aceh. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Malikussaleh, 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi disfemisme dalam acara maulid di Aceh dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Data yang digunakan terdiri dari kalimat-kalimat yang mengandung disfemisme yang disampaikan oleh Tgk. JN, Tgk. SY, Tgk. WH, Tgk. BK, dan Tgk. MW. Sumber data berasal dari rekaman ceramah maulid Tgk. JN, Tgk. SY, Tgk. WH, Tgk. BK, dan Tgk. MW yang diunduh dari Internet melalui Channel Youtube. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik simak dan teknik catat. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya 60 data tuturan disfemisme yang disampaikan oleh Tgk. JN, Tgk. SY, Tgk. WH, Tgk. BK, dan Tgk. MW. Bentuk disfemisme dibagi menjadi: a) 9 data dalam bentuk kata, b) 17 data dalam bentuk frasa, c) 6 dalam bentuk klausa, dan d) 28 data dalam bentuk kalimat. Berdasarkan 60 bentuk disfemisme yang ditemukan, terdapat beragam fungsi disfemisme yaitu 24 bentuk disfemisme yang berfungsi untuk menghina, 33 bentuk disfemisme yang berfungsi untuk mengungkapkan kekesalan, 3 bentuk disfemisme yang berfungsi untuk mengungkapkan ancaman, 4 bentuk disfemisme yang berfungsi sebagai bahan candaan dan lawakan, dan 5 bentuk disfemisme yang berfungsi untuk menyakiti atau mengganggu. Kata Kunci: bentuk dan fungsi, disfemisme, maulid, Aceh.
Title: Representasi Disfemisme dalam Ceramah Maulid di Aceh
Description:
ABSTRAK RAUZATUL JANNAH: Representasi Disfemisme dalam Ceramah Maulid di Aceh.
Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Malikussaleh, 2024.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi disfemisme dalam acara maulid di Aceh dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif.
Data yang digunakan terdiri dari kalimat-kalimat yang mengandung disfemisme yang disampaikan oleh Tgk.
JN, Tgk.
SY, Tgk.
WH, Tgk.
BK, dan Tgk.
MW.
Sumber data berasal dari rekaman ceramah maulid Tgk.
JN, Tgk.
SY, Tgk.
WH, Tgk.
BK, dan Tgk.
MW yang diunduh dari Internet melalui Channel Youtube.
Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik simak dan teknik catat.
Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan adanya 60 data tuturan disfemisme yang disampaikan oleh Tgk.
JN, Tgk.
SY, Tgk.
WH, Tgk.
BK, dan Tgk.
MW.
Bentuk disfemisme dibagi menjadi: a) 9 data dalam bentuk kata, b) 17 data dalam bentuk frasa, c) 6 dalam bentuk klausa, dan d) 28 data dalam bentuk kalimat.
Berdasarkan 60 bentuk disfemisme yang ditemukan, terdapat beragam fungsi disfemisme yaitu 24 bentuk disfemisme yang berfungsi untuk menghina, 33 bentuk disfemisme yang berfungsi untuk mengungkapkan kekesalan, 3 bentuk disfemisme yang berfungsi untuk mengungkapkan ancaman, 4 bentuk disfemisme yang berfungsi sebagai bahan candaan dan lawakan, dan 5 bentuk disfemisme yang berfungsi untuk menyakiti atau mengganggu.
Kata Kunci: bentuk dan fungsi, disfemisme, maulid, Aceh.

Related Results

URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1). Pengaturan Hukum Penyiaran Aceh dalam mengaktualisasi nilai keislaman dan Kearifan budaya local masyarakat Aceh (2) Program Penyiaran Ac...
Disfemisme sebagai Strategi Ketidaksantunan Bertutur Youtuber Cerita
Disfemisme sebagai Strategi Ketidaksantunan Bertutur Youtuber Cerita
Peralihan media informasi mengenai kejadian kriminal dari saluran televisi yang bersifat formal menjadi penyampaian informasi kriminal di Youtube yang bersifat lebih lugas. Penyamp...
Analysis of Aceh TV Programs in An Effort to Preserve Aceh Culture
Analysis of Aceh TV Programs in An Effort to Preserve Aceh Culture
The problems contained in the problem formulation are (1) What is the vision and mission of Aceh TV. And how Aceh TV realizes the vision and mission. (2) What programs are aired by...
Fenomena Keberagamaan Maulid Nabi Dan Kegiatan Keagamaan Sebagai Pembentuk Karakter Santri Di Pondok Pesantren Al-Fahd
Fenomena Keberagamaan Maulid Nabi Dan Kegiatan Keagamaan Sebagai Pembentuk Karakter Santri Di Pondok Pesantren Al-Fahd
Tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu praktik keagamaan yang menempati posisi penting dalam kehidupan pesantren, tidak hanya sebagai bentuk penghormatan ke...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
The Dutch colonial presence in the eastern coastal region of Aceh had a significant influence on infrastructure development and cultural changes in the area. The buildings left ove...
PERKEMBANGAN BENTUK KERAJINAN RENCONG DI DESA BAET KECAMATAN SUKA MAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR
PERKEMBANGAN BENTUK KERAJINAN RENCONG DI DESA BAET KECAMATAN SUKA MAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR
AbstrakRencong merupakan produk budaya lokal Aceh yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek monyangnya suku Aceh. Rencong sebagai senjata tradisional sekaligus simbol identit...

Back to Top