Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Fenomena Keberagamaan Maulid Nabi Dan Kegiatan Keagamaan Sebagai Pembentuk Karakter Santri Di Pondok Pesantren Al-Fahd

View through CrossRef
Tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu praktik keagamaan yang menempati posisi penting dalam kehidupan pesantren, tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, penguatan moral, serta pembinaan spiritual santri(Afnanda & Hasbi,2025). Tradisi ini di Pondok Pesantren Al-Fahd dijalankan melalui rangkaian kegiatan seperti pembacaan maulid, sholawatan, pengajian, hadroh, serta aktivitas ibadah kolektif yang berlangsung dalam suasana religius.(Hamim,2014) Penelitian ini berfokus pada pemahaman mendalam mengenai makna, fungsi, serta dampak spiritual dan sosial dari tradisi Maulid Nabi terhadap kehidupan santri, dengan menekankan tiga aspek utama, yaitu penguatan keteladanan Rasulullah, pembentukan karakter islami, dan penguatan nilai-nilai kebersamaan. Untuk menggali pengalaman individual dan komunal para santri, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi yang mampu menangkap dinamika subjektif dan konteks kehidupan pesantren.(Putri dan muharyati,2025) Hasil penelitian menunjukkan bahwa perayaan Maulid Nabi tidak hanya menjadi ruang refleksi spiritual bagi santri, tetapi juga menciptakan suasana keagamaan yang menumbuhkan rasa cinta dan kekaguman kepada Rasulullah SAW (Nihayati,2025). Melalui lantunan sholawat, kisah perjuangan Nabi, serta kebersamaan dalam kegiatan maulid, santri mengalami peningkatan motivasi religius, munculnya rasa tanggung jawab, kedisiplinan, dan tekad untuk meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi ini juga berfungsi sebagai salah satu bentuk penguatan karakter melalui pembiasaan ibadah, keterlibatan dalam kegiatan kolektif, serta interaksi sosial yang sarat dengan nilai-nilai ukhuwah. Selain itu, aktivitas maulid memperkuat dimensi psikososial santri dengan memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan rasa syukur, memperdalam pemahaman ajaran Islam, serta memperoleh dukungan sosial dari lingkungan pesantren.(Aulia,2023) Lebih jauh, kegiatan Maulid Nabi berperan sebagai wahana internalisasi nilai-nilai keislaman melalui pengulangan ritual, keterlibatan aktif dalam kepanitiaan, dan proses teladan antar santri. Para santri yang terlibat dalam hadroh, pembacaan maulid, maupun pengajian menunjukkan peningkatan kemampuan bekerja sama, rasa tanggung jawab, serta kepekaan sosial yang semakin terasah melalui dinamika kegiatan bersama (Rahmatullah,2018). Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan bahwa tradisi Maulid Nabi di Pondok Pesantren Al-Fahd bukan sekadar ritual keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi merupakan praktik pembinaan karakter dan spiritualitas yang memberikan penguatan iman, stabilitas emosional, ketenangan batin, serta motivasi positif bagi para santri.(Saifullah & Sofa,2025) Oleh karena itu, tradisi Maulid Nabi layak dipandang sebagai salah satu pilar penting dalam sistem pembentukan karakter religius di lingkungan pesantren masa kini.(Raga et al., 2024)
Title: Fenomena Keberagamaan Maulid Nabi Dan Kegiatan Keagamaan Sebagai Pembentuk Karakter Santri Di Pondok Pesantren Al-Fahd
Description:
Tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu praktik keagamaan yang menempati posisi penting dalam kehidupan pesantren, tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, penguatan moral, serta pembinaan spiritual santri(Afnanda & Hasbi,2025).
Tradisi ini di Pondok Pesantren Al-Fahd dijalankan melalui rangkaian kegiatan seperti pembacaan maulid, sholawatan, pengajian, hadroh, serta aktivitas ibadah kolektif yang berlangsung dalam suasana religius.
(Hamim,2014) Penelitian ini berfokus pada pemahaman mendalam mengenai makna, fungsi, serta dampak spiritual dan sosial dari tradisi Maulid Nabi terhadap kehidupan santri, dengan menekankan tiga aspek utama, yaitu penguatan keteladanan Rasulullah, pembentukan karakter islami, dan penguatan nilai-nilai kebersamaan.
Untuk menggali pengalaman individual dan komunal para santri, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi yang mampu menangkap dinamika subjektif dan konteks kehidupan pesantren.
(Putri dan muharyati,2025) Hasil penelitian menunjukkan bahwa perayaan Maulid Nabi tidak hanya menjadi ruang refleksi spiritual bagi santri, tetapi juga menciptakan suasana keagamaan yang menumbuhkan rasa cinta dan kekaguman kepada Rasulullah SAW (Nihayati,2025).
Melalui lantunan sholawat, kisah perjuangan Nabi, serta kebersamaan dalam kegiatan maulid, santri mengalami peningkatan motivasi religius, munculnya rasa tanggung jawab, kedisiplinan, dan tekad untuk meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
Tradisi ini juga berfungsi sebagai salah satu bentuk penguatan karakter melalui pembiasaan ibadah, keterlibatan dalam kegiatan kolektif, serta interaksi sosial yang sarat dengan nilai-nilai ukhuwah.
Selain itu, aktivitas maulid memperkuat dimensi psikososial santri dengan memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan rasa syukur, memperdalam pemahaman ajaran Islam, serta memperoleh dukungan sosial dari lingkungan pesantren.
(Aulia,2023) Lebih jauh, kegiatan Maulid Nabi berperan sebagai wahana internalisasi nilai-nilai keislaman melalui pengulangan ritual, keterlibatan aktif dalam kepanitiaan, dan proses teladan antar santri.
Para santri yang terlibat dalam hadroh, pembacaan maulid, maupun pengajian menunjukkan peningkatan kemampuan bekerja sama, rasa tanggung jawab, serta kepekaan sosial yang semakin terasah melalui dinamika kegiatan bersama (Rahmatullah,2018).
Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan bahwa tradisi Maulid Nabi di Pondok Pesantren Al-Fahd bukan sekadar ritual keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi merupakan praktik pembinaan karakter dan spiritualitas yang memberikan penguatan iman, stabilitas emosional, ketenangan batin, serta motivasi positif bagi para santri.
(Saifullah & Sofa,2025) Oleh karena itu, tradisi Maulid Nabi layak dipandang sebagai salah satu pilar penting dalam sistem pembentukan karakter religius di lingkungan pesantren masa kini.
(Raga et al.
, 2024).

Related Results

Integrasi Model Pendidikan Pondok Pesantren Salaf Dan Khalaf (Studi Kasus di Pondok Pesantren Irsyadul Anam Yogyakarta)
Integrasi Model Pendidikan Pondok Pesantren Salaf Dan Khalaf (Studi Kasus di Pondok Pesantren Irsyadul Anam Yogyakarta)
Penelitian lapangan ini menggunakan pendekatan pendekatan Ilmu Pendidikan Islam dan Fenomenologi dalam mengkaji integrasi model pendidikan pondok pesantren salaf dan khalaf di Pond...
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ISLAM PONDOK PESANTREN DARUSSA’ADAH MOJOAGUNG GUNUNG SUGIH LAMPUNG TENGAH
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ISLAM PONDOK PESANTREN DARUSSA’ADAH MOJOAGUNG GUNUNG SUGIH LAMPUNG TENGAH
Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan Islam berbeda dengan sistem pendidikan pada umumnya, pesantren memiliki ciri khas yang unik dan menojol diantaranya yaitu adanya hubungan yang ...
Komunikasi Ustadz-Santri dalam Meningkatkan Spiritualitas Keagamaan Mahasiswa
Komunikasi Ustadz-Santri dalam Meningkatkan Spiritualitas Keagamaan Mahasiswa
Penelitian ini bertujuan: (1) menemukan kondisi spiritualitas keagamaan ustadz-santri di Ma’had Al-Jami’ah UIN SGD Bandung, (2)  menemukan pesan komunikasi Ustadz-Santri dalam...
IMPLEMENTASI PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN PERDAMAIAN DI PONDOK PESANTREN SANANUL HUDA SELOREJO BLITAR
IMPLEMENTASI PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN PERDAMAIAN DI PONDOK PESANTREN SANANUL HUDA SELOREJO BLITAR
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang banyak menapung santri-santri dari berbagai daerah. Berlatar belakang daerah, budaya, bahasa serta kepr...
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA SANTRI ODGJ DI PONDOK PESANTREN SUNAN KALIJAGA
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA SANTRI ODGJ DI PONDOK PESANTREN SUNAN KALIJAGA
Abstrak: Komunikasi Terapeutik merupakan pendekatan komunikasi yang bertujuan menciptakan hubungan yang positif antara perawat dan pasien untuk mendukung proses penyembuhan Orang D...
Pengaruh Kegiatan Santri Kalong terhadap Pedidikan Karakter Anak Desa Winong Kabupaten Pekalongan
Pengaruh Kegiatan Santri Kalong terhadap Pedidikan Karakter Anak Desa Winong Kabupaten Pekalongan
Islamic boarding school is an educational institution that is in great demand to gain knowledge. Besides being able to add insight, Islamic boarding schools are also places of educ...
Analisis Penerapan Amaliyah Thoriqoh Alawiyah dalam Pembinaan Moralitas Islami Santri di Pesantren Darussurur Cimahi
Analisis Penerapan Amaliyah Thoriqoh Alawiyah dalam Pembinaan Moralitas Islami Santri di Pesantren Darussurur Cimahi
Abstract. Tariqat Islamic boarding school which aims to deepen knowledge of the Islamic religion as a guide to life by emphasizing the importance of morality in society. Islamic bo...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...

Back to Top