Javascript must be enabled to continue!
Pertanggungjawaban Perdata atas Insiden Keselamatan di Terminal Bandar Udara
View through CrossRef
This study aims to analyze the construction of civil liability for passenger losses arising from safety incidents at airport terminals and to determine the parties that may be held legally responsible. The research is motivated by the increasing risk of safety incidents in airport terminals as high-risk public facilities, accompanied by legal uncertainty regarding the distribution of liability among operational actors and the proportionality of compensation for victims. This condition creates an urgent need to formulate a liability framework that is not solely based on individual fault but also on risk allocation and systemic responsibility in public facility management. This research employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and case approaches through doctrinal analysis of civil liability, consumer protection, and risk governance in high-risk public facilities. The novelty of this study lies in developing a multi-party liability model based on risk allocation that positions airport terminals as high-risk public facilities with heightened standards of duty of care. The findings show that civil liability includes material and immaterial compensation as well as the restoration of passenger rights and may be imposed on airport operators, airlines, and third parties individually or jointly and severally to ensure legal protection and justice for passengers.
Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi pertanggungjawaban perdata atas kerugian penumpang akibat insiden keselamatan di terminal bandar udara serta menentukan pihak-pihak yang dapat dimintai tanggung jawab hukum. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya risiko insiden keselamatan di terminal sebagai fasilitas publik berisiko tinggi yang diiringi ketidakjelasan konstruksi tanggung jawab hukum, khususnya terkait distribusi tanggung jawab antarpelaku operasional dan proporsionalitas kompensasi bagi korban. Kondisi tersebut menimbulkan urgensi untuk merumuskan kerangka pertanggungjawaban yang tidak hanya berbasis kesalahan individual, tetapi juga berbasis alokasi risiko dan tanggung jawab sistemik dalam pengelolaan fasilitas publik. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan kasus melalui analisis doktrin pertanggungjawaban perdata, perlindungan konsumen, serta pengelolaan risiko fasilitas publik berisiko tinggi. Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan model pertanggungjawaban multipihak berbasis alokasi risiko yang menempatkan terminal bandar udara sebagai high-risk public facility dengan standar kewajiban kehati-hatian yang lebih tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban perdata mencakup ganti rugi materiil, immateriil, serta pemulihan hak penumpang dan dapat dibebankan kepada pengelola bandar udara, maskapai penerbangan, dan pihak ketiga secara sendiri-sendiri maupun tanggung renteng guna menjamin perlindungan hukum dan keadilan bagi penumpang.
Title: Pertanggungjawaban Perdata atas Insiden Keselamatan di Terminal Bandar Udara
Description:
This study aims to analyze the construction of civil liability for passenger losses arising from safety incidents at airport terminals and to determine the parties that may be held legally responsible.
The research is motivated by the increasing risk of safety incidents in airport terminals as high-risk public facilities, accompanied by legal uncertainty regarding the distribution of liability among operational actors and the proportionality of compensation for victims.
This condition creates an urgent need to formulate a liability framework that is not solely based on individual fault but also on risk allocation and systemic responsibility in public facility management.
This research employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and case approaches through doctrinal analysis of civil liability, consumer protection, and risk governance in high-risk public facilities.
The novelty of this study lies in developing a multi-party liability model based on risk allocation that positions airport terminals as high-risk public facilities with heightened standards of duty of care.
The findings show that civil liability includes material and immaterial compensation as well as the restoration of passenger rights and may be imposed on airport operators, airlines, and third parties individually or jointly and severally to ensure legal protection and justice for passengers.
Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi pertanggungjawaban perdata atas kerugian penumpang akibat insiden keselamatan di terminal bandar udara serta menentukan pihak-pihak yang dapat dimintai tanggung jawab hukum.
Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya risiko insiden keselamatan di terminal sebagai fasilitas publik berisiko tinggi yang diiringi ketidakjelasan konstruksi tanggung jawab hukum, khususnya terkait distribusi tanggung jawab antarpelaku operasional dan proporsionalitas kompensasi bagi korban.
Kondisi tersebut menimbulkan urgensi untuk merumuskan kerangka pertanggungjawaban yang tidak hanya berbasis kesalahan individual, tetapi juga berbasis alokasi risiko dan tanggung jawab sistemik dalam pengelolaan fasilitas publik.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan kasus melalui analisis doktrin pertanggungjawaban perdata, perlindungan konsumen, serta pengelolaan risiko fasilitas publik berisiko tinggi.
Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan model pertanggungjawaban multipihak berbasis alokasi risiko yang menempatkan terminal bandar udara sebagai high-risk public facility dengan standar kewajiban kehati-hatian yang lebih tinggi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban perdata mencakup ganti rugi materiil, immateriil, serta pemulihan hak penumpang dan dapat dibebankan kepada pengelola bandar udara, maskapai penerbangan, dan pihak ketiga secara sendiri-sendiri maupun tanggung renteng guna menjamin perlindungan hukum dan keadilan bagi penumpang.
Related Results
KARAKTER FASAD BANGUNAN TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO HATTA
KARAKTER FASAD BANGUNAN TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO HATTA
ABSTRAK. Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta merupakan pintu gerbang ke berbagai negara/daerah maka bentuk bangunan terminal penumpang dapat memberikan ciri khas atau iden...
Kedudukan Inspektur Angkutan Udara Kantor Otoritas Badar Udara Wilayah VI Padang Dalam Melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Angkutan Udara
Kedudukan Inspektur Angkutan Udara Kantor Otoritas Badar Udara Wilayah VI Padang Dalam Melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Angkutan Udara
Penerbangan merupakan sektor strategis yang dikuasai oleh negara dan pembinaannya dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang N...
Hubungan Budaya Pengamanan dan Kinerja Bandar Udara dengan Kepuasan Penumpang Angkutan Udara di Bandar Udara Internasional Soekarno - Hatta
Hubungan Budaya Pengamanan dan Kinerja Bandar Udara dengan Kepuasan Penumpang Angkutan Udara di Bandar Udara Internasional Soekarno - Hatta
This study examined the association of security culture (X1) and the performance of airport services (X2) with air transport passenger satisfaction (Y), either individually or join...
Hubungan antara Budaya Keselamatan Pasien dengan Insiden Keselamatan Pasien di Pelayanan Rawat Inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta
Hubungan antara Budaya Keselamatan Pasien dengan Insiden Keselamatan Pasien di Pelayanan Rawat Inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta
Budaya keselamatan pasien menjadi fondasi utama dalam mencegah insiden yang dapat dicegah, seperti KNC, KTC, hingga KTD. Laporan keselamatan pasien RSUD Dr. Moewardi Tahun 2023, ju...
SISTEM PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN DI SEBUAH RUMAH SAKIT SWASTA DI KUDUS
SISTEM PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN DI SEBUAH RUMAH SAKIT SWASTA DI KUDUS
Pelaporan insiden keselamatan pasien (IKP) merupakan hal yang penting dalam program peningkatan keselamatan pasien.Pelaporan insiden dapat membantu menemukan dan menyelesaikan masa...
ANALISIS PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN : STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT ISLAM JEMURSARI SURABAYA
ANALISIS PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN : STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT ISLAM JEMURSARI SURABAYA
Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) merupakan suatu sistem untuk mendokumentasikan laporan insiden pemulihan, analisis dan solusi untuk pembelajaran. Setiap insiden yang ter...
Implementasi kegiatan inspeksi Otoritas Bandar Udara terhadap pengawasan dan pengendalian Delay Management Angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri di Bandar udara Internasional Soekarno Hatta
Implementasi kegiatan inspeksi Otoritas Bandar Udara terhadap pengawasan dan pengendalian Delay Management Angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri di Bandar udara Internasional Soekarno Hatta
Transportasi merupakan aktivitas yang hampir semua orang dari berbagai penjuru dunia membutuhkannya. kemajuan zaman dari waktu ke waktu sudah dapat dirasakan sampai sekarang. Salah...
PERAN UNIT APRON MOVEMENT CONTROL (AMC) DALAM MENJAMIN KESELAMATAN PENERBANGAN DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN MAKASSAR
PERAN UNIT APRON MOVEMENT CONTROL (AMC) DALAM MENJAMIN KESELAMATAN PENERBANGAN DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN MAKASSAR
Apron Movement Control (AMC) merupakan personil Bandar Udara yang memiliki lisensi dan rating untuk melaksanakan tugas sebagai penanggung jawab kegiatan operasi penerbangan, pengaw...

