Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS YURIDIS CABANG PEMERINTAHAN KEEMPAT DALAM STRUKTUR KETATANEGARAAN DI INDONESIA
View through CrossRef
AbstractThe development of the modern state system is also followed by the establishment of new institutions as a support of the institutions that have been there before. The most significant event in the development and establishment of institutions is the new power branch, which is called by the experts in constitutional as an independent state commission. Independent state commission institution which, if seen from the character and the authority, the agency in some literature in American constitutional law is referred to as the fourth branch of power (The Fourth Branch of Government). Some things that make this institution called the fourth branch of government (The Fourth Branch of Government) is the fact that the agency, or commission or the state body run more than one function of government as well. The existence of a fourth branch of government (The Fourth Branch of Government) with the characteristics of state institutions whose authorities are quasi, combinations, as well as the accumulation of three existing government functions and make this institution to be difficult to identify in thought Trias Politica. The phenomenon of the rise of an institution with a new concept that has influenced the constitutional system in many countries.AbstrakPerkembangan sistem ketatanegaaran modern dikuti pula dengan terbentuknya lembaga-lembaga baru sebagai penunjang dari lembaga yang telah ada sebelumnya. Hal yang paling signifikan dalam perkembangan dan pembentukan institusi domokratis tersebut tidak lain adalah cabang kekuasaan baru yang biasa disebut oleh kalangan ahli tata negara sebagai komisi negara independen. Lembaga komisi negara independen yang jika dilihat dari sifat dan kewengannya, lembaga tersebut dalam beberapa literatur hukum tata negara di Amerika disebut sebagai cabang kekuasaan keempat (The Fourth Branch of Goverment). Beberapa hal yang membuat lembaga negara ini disebut sebagai cabang pemerintahan keempat (The Fourth Branch of Government) adalah fakta bahwa lembaga, atau komisi atau badan negara tersebut menjalankan lebih dari satu bahkan ketiga fungsi pemerintahan sekaligus. Eksistensi cabang pemerintahan keempat (The Fourth Branch of Government) dengan karakteristik lembaga negara yang kewenangannya yang bersifat kuasi, kombinasi, maupun akumulasi dari tiga fungsi pemerintahan yang ada dan menjadikan lembaga ini untuk sulit diidentifikasi dalam pemikiran Trias Politica. Fenomena munculnya sebuah lembaga dengan konsep baru tersebut telah ikut mempengaruhi sistem ketatanegaraan dibanyak negara.
Title: ANALISIS YURIDIS CABANG PEMERINTAHAN KEEMPAT DALAM STRUKTUR KETATANEGARAAN DI INDONESIA
Description:
AbstractThe development of the modern state system is also followed by the establishment of new institutions as a support of the institutions that have been there before.
The most significant event in the development and establishment of institutions is the new power branch, which is called by the experts in constitutional as an independent state commission.
Independent state commission institution which, if seen from the character and the authority, the agency in some literature in American constitutional law is referred to as the fourth branch of power (The Fourth Branch of Government).
Some things that make this institution called the fourth branch of government (The Fourth Branch of Government) is the fact that the agency, or commission or the state body run more than one function of government as well.
The existence of a fourth branch of government (The Fourth Branch of Government) with the characteristics of state institutions whose authorities are quasi, combinations, as well as the accumulation of three existing government functions and make this institution to be difficult to identify in thought Trias Politica.
The phenomenon of the rise of an institution with a new concept that has influenced the constitutional system in many countries.
AbstrakPerkembangan sistem ketatanegaaran modern dikuti pula dengan terbentuknya lembaga-lembaga baru sebagai penunjang dari lembaga yang telah ada sebelumnya.
Hal yang paling signifikan dalam perkembangan dan pembentukan institusi domokratis tersebut tidak lain adalah cabang kekuasaan baru yang biasa disebut oleh kalangan ahli tata negara sebagai komisi negara independen.
Lembaga komisi negara independen yang jika dilihat dari sifat dan kewengannya, lembaga tersebut dalam beberapa literatur hukum tata negara di Amerika disebut sebagai cabang kekuasaan keempat (The Fourth Branch of Goverment).
Beberapa hal yang membuat lembaga negara ini disebut sebagai cabang pemerintahan keempat (The Fourth Branch of Government) adalah fakta bahwa lembaga, atau komisi atau badan negara tersebut menjalankan lebih dari satu bahkan ketiga fungsi pemerintahan sekaligus.
Eksistensi cabang pemerintahan keempat (The Fourth Branch of Government) dengan karakteristik lembaga negara yang kewenangannya yang bersifat kuasi, kombinasi, maupun akumulasi dari tiga fungsi pemerintahan yang ada dan menjadikan lembaga ini untuk sulit diidentifikasi dalam pemikiran Trias Politica.
Fenomena munculnya sebuah lembaga dengan konsep baru tersebut telah ikut mempengaruhi sistem ketatanegaraan dibanyak negara.
Related Results
INTELIJEN PEMERINTAHAN SEBAGAI CABANG BARU DARI ILMU PEMERINTAHAN
INTELIJEN PEMERINTAHAN SEBAGAI CABANG BARU DARI ILMU PEMERINTAHAN
Pembahasan tentang pemerintahan tentunya tidaklah boleh lepas dari disiplin ilmu dan teori-teori tentang Ilmu Pemerintahan itu sendiri. Sejatinya, sejarah ilmu pemerintahan sudah d...
Kewenangan Satgas Yuridis Dalam Memproses Data Yuridis Pada Program Ptsl Di Bpn Kabupaten Pandeglang
Kewenangan Satgas Yuridis Dalam Memproses Data Yuridis Pada Program Ptsl Di Bpn Kabupaten Pandeglang
Pelaksanaan dalam memproses data yuridis pada program PTSL dilakukan oleh Satgas Yuridis PTSL namun dalam kewenangannya, Satgas Yuridis memiliki hambatan sehingga dapat mengakibatk...
Pengaruh Model Perletakan Struktur Rangka Baja Sistem Bresing akibat Beban Gempa
Pengaruh Model Perletakan Struktur Rangka Baja Sistem Bresing akibat Beban Gempa
Sistem struktur rangka baja bresing konsentris dan eksentris merupakan sistem struktur konstruksi yang termasuk dalam struktur yang tahan terhadap beban gempa. Pada penelitian ini,...
EKSPLORASI KONSTRUKSI BAMBU RECIPROCAL-DEPLOYABLE GRIDSHELL
EKSPLORASI KONSTRUKSI BAMBU RECIPROCAL-DEPLOYABLE GRIDSHELL
Abstrak - Adanya keterbutuhan akan naungan semi-permanen atau sementara yang mudah dan cepat dibangun untuk sesuatu peristiwa tertentu. Pada penelitian ini menggali potensi struktu...
resume tugas hukum tata negara
resume tugas hukum tata negara
Hubungan Hukum Tata Negara (HTN) Dengan Ilmu-Ilmu Lainnya1. Ilmu NegaraIlmu negara memberikan dasar-dasar teoritis kepada HTN positif, sedangkan HTN merupakan kongkretisasi dari te...
Dialektika Praktik Perubahan Konstitusi Melalui Penafsiran Hakim dan Kebiasaan Ketatanegaraan Pasca Reformasi
Dialektika Praktik Perubahan Konstitusi Melalui Penafsiran Hakim dan Kebiasaan Ketatanegaraan Pasca Reformasi
Gelombang reformasi tahun 1998 di Indonesia menjadi titik awal dimulainya perubahan mendasar terhadap sistem ketatanegaraan. Perubahan norma-norma konstitusi pada akhirnya dilaksan...
Pokok Penting Study Pemerintahan Daerah
Pokok Penting Study Pemerintahan Daerah
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pokok penting studi pemerintahan daerah yang mencakup pengertian dan dan definisi pemerintahan daerah, konsep dasarpemerintahan pemerintahan ...
Conference Committee
Conference Committee
Abstract
Advisory Committee
Prof. Dr. Dwia Ariestina Pulubuhu, MA. (Hasanuddin University, Indonesia) Prof. Dr. Ir....

