Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN SAMPO DARI LENDIR BEKICOT (Achatina fulica)

View through CrossRef
Abstrak Lendir bekicot mengandung enzim-enzim yang berfungsi untuk mengembalikan kondisi kulit dan rambut yang rusak. Rambut juga berfungsi sebagai pengatur suhu, pendorong penguapan keringat, dan sebagai indera peraba yang sensitif. Salah satu sediaan perawatan rambut yaitu sampo. Sampo merupakan sediaan kosmetik yang digunakan sebagai pembersih rambut dan kulit kepala dari segala kotoran di antaranya minyak, debu, sel-sel yang sudah mati dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah lendir bekicot dan formulasi sediaan sampo pada formula 1 (3%), formula 2 (4%), dan formula 3 (5%) memiliki efektivitas untuk menumbuhkan rambut pada kelinci. Hasil penelitian telah terbukti bahwa lendir bekicot dapat diformulasikan sebagai sediaan sampo penumbuh rambut yang memenuhi persyaratan seperti organoleptik, pH, viskositas dan tinggi busa. Sampo dari lendir bekicot berwarna bening kecoklatan dengan rentang pH 4,73-5,7; viskositas 11.820-25.030 cps, tinggi busa 5,06-6,05 cm. Sampo penumbuh rambut dari lendir bekicot dengan konsentrasi 5% (F3) mempunyai efektivitas pertumbuhan rambut paling baik dibandingkan dengan konsentrasi 3% (F1) dan 4% (F2). Dengan hasil pertumbuhan rambut kelinci selama 15 hari pada konsentrasi 5% (F3) mencapai 0,7 cm, 4% mencapai 0,3 cm dan 3% mencapai 0,01 cm.   Abstract Snail mucus contained enzymes that function to restored damaged skin and hair. Hair also functions as a temperature regulator, drove sweat evaporation, and as a sensitive sense of touched. One of the hair care preparation is shampoo. Shampoo is a cosmetic prepared that is used as a cleanser of hair and scalp from all dirt include oil, dust, dead cells and so on. This study aims to determined whether snail mucus and formulation of shampoo prepared in formula 1 (3%), formula 2 (4%), and formula 3 (5%) have the effectiveness to grow hair in rabbits. The results of the study have proven that snail mucus can be formulated as a preparation for hair growth shampoo that met requirements such as organoleptic, pH, viscosity and high foam. Shampoo from snail mucus is brownish cleared with a pH range of 4.73-5.7; viscosity of 11.820-25,030 cps, foam height 5.06-6.05 cm.  Hair growth shampoo from snail mucus with a concentration of 5% (F3) has the best hair growth effectiveness compared to concentrations of 3% (F1) and 4% (F2). With rabbits hair growth results for 15 days at a concentration of 5% (F3) reached 0.7 cm, 4% reached 0.3 cm and 3% reached 0.01 cm.
Title: FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN SAMPO DARI LENDIR BEKICOT (Achatina fulica)
Description:
Abstrak Lendir bekicot mengandung enzim-enzim yang berfungsi untuk mengembalikan kondisi kulit dan rambut yang rusak.
Rambut juga berfungsi sebagai pengatur suhu, pendorong penguapan keringat, dan sebagai indera peraba yang sensitif.
Salah satu sediaan perawatan rambut yaitu sampo.
Sampo merupakan sediaan kosmetik yang digunakan sebagai pembersih rambut dan kulit kepala dari segala kotoran di antaranya minyak, debu, sel-sel yang sudah mati dan sebagainya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah lendir bekicot dan formulasi sediaan sampo pada formula 1 (3%), formula 2 (4%), dan formula 3 (5%) memiliki efektivitas untuk menumbuhkan rambut pada kelinci.
Hasil penelitian telah terbukti bahwa lendir bekicot dapat diformulasikan sebagai sediaan sampo penumbuh rambut yang memenuhi persyaratan seperti organoleptik, pH, viskositas dan tinggi busa.
Sampo dari lendir bekicot berwarna bening kecoklatan dengan rentang pH 4,73-5,7; viskositas 11.
820-25.
030 cps, tinggi busa 5,06-6,05 cm.
Sampo penumbuh rambut dari lendir bekicot dengan konsentrasi 5% (F3) mempunyai efektivitas pertumbuhan rambut paling baik dibandingkan dengan konsentrasi 3% (F1) dan 4% (F2).
Dengan hasil pertumbuhan rambut kelinci selama 15 hari pada konsentrasi 5% (F3) mencapai 0,7 cm, 4% mencapai 0,3 cm dan 3% mencapai 0,01 cm.
  Abstract Snail mucus contained enzymes that function to restored damaged skin and hair.
Hair also functions as a temperature regulator, drove sweat evaporation, and as a sensitive sense of touched.
One of the hair care preparation is shampoo.
Shampoo is a cosmetic prepared that is used as a cleanser of hair and scalp from all dirt include oil, dust, dead cells and so on.
This study aims to determined whether snail mucus and formulation of shampoo prepared in formula 1 (3%), formula 2 (4%), and formula 3 (5%) have the effectiveness to grow hair in rabbits.
The results of the study have proven that snail mucus can be formulated as a preparation for hair growth shampoo that met requirements such as organoleptic, pH, viscosity and high foam.
Shampoo from snail mucus is brownish cleared with a pH range of 4.
73-5.
7; viscosity of 11.
820-25,030 cps, foam height 5.
06-6.
05 cm.
  Hair growth shampoo from snail mucus with a concentration of 5% (F3) has the best hair growth effectiveness compared to concentrations of 3% (F1) and 4% (F2).
With rabbits hair growth results for 15 days at a concentration of 5% (F3) reached 0.
7 cm, 4% reached 0.
3 cm and 3% reached 0.
01 cm.

Related Results

Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Sampo Ekstrak Daun Seledri (Apium Graveolens L) Sebagai Penumbuh Rambut
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Sampo Ekstrak Daun Seledri (Apium Graveolens L) Sebagai Penumbuh Rambut
Sampo adalah sediaan farmasi berupa produk kosmetika yang berfungsi untuk merawat dan membersihkan rambut dari kotoran maupun minyak yang menempel. Salah satu tanaman yang dapat di...
Antimicrobial Properties of Snail Mucus Against Neisseria gonorrhoeae
Antimicrobial Properties of Snail Mucus Against Neisseria gonorrhoeae
Abstract Background: Antibiotic resistance has escalated worldwide without proportionate production of new antibiotics. One of the new ways is to explore natural sources of...
VIABILITAS BENIH TERONG (SOLANUM MELONGENA L.) DENGAN PEMBERIAN POC BEKICOT
VIABILITAS BENIH TERONG (SOLANUM MELONGENA L.) DENGAN PEMBERIAN POC BEKICOT
Penelitian pengaruh pupuk organik cair (POC) bekicot terhadap viabilitas benih terung (Solanum melongena L.), dilaksanakan bulan September sampai Oktober Tahun 2018 bertempat di la...
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG BEKICOT TERHADAP KADAR TOTAL PROTEIN DARAH PADA RATTUS NOVE RGICUS STRAIN WISTAR DENGAN DIET NON PROTEIN
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG BEKICOT TERHADAP KADAR TOTAL PROTEIN DARAH PADA RATTUS NOVE RGICUS STRAIN WISTAR DENGAN DIET NON PROTEIN
Protein Energy Malnutrition (PEM) adalah keadaan kurang gizi  yang disebabkan rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tida k memenuhi Angka Kecukup...
Pengaruh Sistem Penyimpanan Sediaan Farmasi pada Karakteristik Fisik di Apotek Dataran Rendah dan Dataran Tinggi
Pengaruh Sistem Penyimpanan Sediaan Farmasi pada Karakteristik Fisik di Apotek Dataran Rendah dan Dataran Tinggi
Penyimpanan persediaan farmasi harus mengikuti regulasi yang berlaku untuk menjaga kualitas dan mencegah kerusakan. Tujuannya menjaga kualitas, mencegah penyalahgunaan, dan mengelo...
Formulasi dan Evaluasi Fisik Sediaan Salep Dari Ektrak Bonggol Pisang Kepok (Musa paradisiaca L)
Formulasi dan Evaluasi Fisik Sediaan Salep Dari Ektrak Bonggol Pisang Kepok (Musa paradisiaca L)
Pendahuluan: Luka merupakan keadaan yang sering dialami oleh setiap orang, baik dengan tingkat keparahan ringan, sedang atau berat, luka adalah hilangnya atau rusaknya sebagai jari...

Back to Top