Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Formulasi dan Evaluasi Fisik Sediaan Salep Dari Ektrak Bonggol Pisang Kepok (Musa paradisiaca L)

View through CrossRef
Pendahuluan: Luka merupakan keadaan yang sering dialami oleh setiap orang, baik dengan tingkat keparahan ringan, sedang atau berat, luka adalah hilangnya atau rusaknya sebagai jaringan tubuh. Proses penyembuhan luka terjadi pada jaringan yang rusak dibagi dalam tiga pase yaitu fase inflamasi, fase proliferasi dan fase maturasi yang merupakan pemulihan kembali (remodilling) jaringan. Penelitian pada pisang kepok menunjukkan bahwa ekstrak bonggol pisang memiliki aktivitas antimikroba lebih tinggi dibandingkan ekstrak pelepahnya Selain mempercepat penyembuhan luka, bonggol pisang dapat membantu perbaikan struktur kulit yang rusak tanpa bekas luka serta meningkatkan revitalisasi jaringan epidermis, pembentukan fibroblas dan infiltrasi sel radang pada daerah luka sehingga dapat dikembangkan menjadi kosmetik. Metode: hal ini menjadi alasan pembuatan salep yang mengandung ekstrak bonggol pisang dengan formulasi 1 mengandung etanol 1 gr, formulasi 2 mengandung etanool 1,5 gr, dan formulasi 3 mengandung etanol 2 gr. Dengan evaluasi sediaan untuk mengetahui stabilitas fisik sediaan yang di buat meliputi pengujian organoleptis, pengujian homogenitas, pengujian pH, pengujian daya sebar sediaan serta pengujian stabilitas organoleptis sediaan, stabilitas pH sediaan. Hasil: Hasil menunjukan pada pengujian organoleptis hanya 2 formulasi yang memenuhi standar mutu, pada pengujian homogenitas terdapat 2 formulasi yang memenuhi kriteria, pada pengujian pH semua formulasi memenuhi standar mutu, pada pengujian daya sebar sediaan semua formulasi memenuhi kriteria, dan pada pengujian stabilitas terdapat perbedaan pada penyimpanan di bawah paparan sinar matahari namun tidak terjadi perubahan stabilitas pada pH sediaan yang di buat. Kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa semua Formulasi Dan Evaluasi Fisik Sediaan Salep Dari Extrak Bonggol Pisang Kepok (Musa paradisiaca L). dengan variasi ekstrak bonggol pisang kepok pada F1 (15%), F2 (20%), dan F3 (25%) memenuhi persyaratan uji organoleptic, pH (4-7), dan viskositas (2000-5000 mPas) yang baik
Title: Formulasi dan Evaluasi Fisik Sediaan Salep Dari Ektrak Bonggol Pisang Kepok (Musa paradisiaca L)
Description:
Pendahuluan: Luka merupakan keadaan yang sering dialami oleh setiap orang, baik dengan tingkat keparahan ringan, sedang atau berat, luka adalah hilangnya atau rusaknya sebagai jaringan tubuh.
Proses penyembuhan luka terjadi pada jaringan yang rusak dibagi dalam tiga pase yaitu fase inflamasi, fase proliferasi dan fase maturasi yang merupakan pemulihan kembali (remodilling) jaringan.
Penelitian pada pisang kepok menunjukkan bahwa ekstrak bonggol pisang memiliki aktivitas antimikroba lebih tinggi dibandingkan ekstrak pelepahnya Selain mempercepat penyembuhan luka, bonggol pisang dapat membantu perbaikan struktur kulit yang rusak tanpa bekas luka serta meningkatkan revitalisasi jaringan epidermis, pembentukan fibroblas dan infiltrasi sel radang pada daerah luka sehingga dapat dikembangkan menjadi kosmetik.
Metode: hal ini menjadi alasan pembuatan salep yang mengandung ekstrak bonggol pisang dengan formulasi 1 mengandung etanol 1 gr, formulasi 2 mengandung etanool 1,5 gr, dan formulasi 3 mengandung etanol 2 gr.
Dengan evaluasi sediaan untuk mengetahui stabilitas fisik sediaan yang di buat meliputi pengujian organoleptis, pengujian homogenitas, pengujian pH, pengujian daya sebar sediaan serta pengujian stabilitas organoleptis sediaan, stabilitas pH sediaan.
Hasil: Hasil menunjukan pada pengujian organoleptis hanya 2 formulasi yang memenuhi standar mutu, pada pengujian homogenitas terdapat 2 formulasi yang memenuhi kriteria, pada pengujian pH semua formulasi memenuhi standar mutu, pada pengujian daya sebar sediaan semua formulasi memenuhi kriteria, dan pada pengujian stabilitas terdapat perbedaan pada penyimpanan di bawah paparan sinar matahari namun tidak terjadi perubahan stabilitas pada pH sediaan yang di buat.
Kesimpulan.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa semua Formulasi Dan Evaluasi Fisik Sediaan Salep Dari Extrak Bonggol Pisang Kepok (Musa paradisiaca L).
dengan variasi ekstrak bonggol pisang kepok pada F1 (15%), F2 (20%), dan F3 (25%) memenuhi persyaratan uji organoleptic, pH (4-7), dan viskositas (2000-5000 mPas) yang baik.

Related Results

Daya Terima Panelis dan Karakterisasi Selai Kulit Pisang Kepok dengan Penambahan Pisang Ambon
Daya Terima Panelis dan Karakterisasi Selai Kulit Pisang Kepok dengan Penambahan Pisang Ambon
Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca forma typical) merupakan hasil samping dari pisang kepok yang digunakan oleh industri pangan. Saat ini kulit pisang kepok belum banyak dimanfaa...
Keragaman Jenis Pisang dan Olahannya Pada Masyarakat Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat
Keragaman Jenis Pisang dan Olahannya Pada Masyarakat Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat
Penelitian yang berlokasi di Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, cara dan bentuk olahan pisang  yang dibudidayakan oleh masyarakat di D...
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Tujuan dari penelitian ini adalah: memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi salah satu produk pangan tinggi kalsium yaitu berupa donat dan mengetahui formulasi tepung terigu : kuli...
UJI BEDA KUALITAS TAPE PISANG KEPOK (Musa acuminata balbisiana Colla) DAN PISANG KETIP (Musa paradisiaca Forma Typiaca)
UJI BEDA KUALITAS TAPE PISANG KEPOK (Musa acuminata balbisiana Colla) DAN PISANG KETIP (Musa paradisiaca Forma Typiaca)
Pisang (Musa spp.) merupakan salah satu komoditas hortikultura utama di Indonesia, disisi lain, dengan tekstur pisang yang lembut, kadar air yang tinggi serta aktivitas proses meta...
EKSTRAKSI PEKTIN DARI KULIT PISANG KEPOK (Musa balbisiana Colla), PISANG AMBON (Musa acuminata Colla), DAN PISANG EMAS (Musa x paradisiaca L)
EKSTRAKSI PEKTIN DARI KULIT PISANG KEPOK (Musa balbisiana Colla), PISANG AMBON (Musa acuminata Colla), DAN PISANG EMAS (Musa x paradisiaca L)
Telah dilakukan penelitian tentang “Ekstraksi Pektin dari Kulit Pisang Kepok (Musa balbisiana Colla), Pisang Ambon (Musa acuminata Colla) Dan Pisang Emas (Musa x paradisiaca L)” ya...
FORMULASI TEPUNG PISANG DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP MUTU CAKE
FORMULASI TEPUNG PISANG DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP MUTU CAKE
Pengembangan produk cake yang memanfaatkan tepung mocaf dan tepung pisang untuk menggantikan sebagian dan keseluruhan terigu ditujukan untuk memanfaatkan bahan pangan lokal, memper...
UJI EFEK ANTIDIARE INFUSA KULIT BUAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L. forma typical) TERHADAP MENCIT JANTAN YANG DIINDUKSI OLEUM RICINI
UJI EFEK ANTIDIARE INFUSA KULIT BUAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L. forma typical) TERHADAP MENCIT JANTAN YANG DIINDUKSI OLEUM RICINI
Penggunaan tanaman sebagai pengobatan diare merupakan sumber potensialsebagai alternatif obat tradisional.Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.)merupakan salah satu tanaman yang ...
STUDI FORMULASI SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG (Manihot utillissima)
STUDI FORMULASI SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG (Manihot utillissima)
Daun singkong (Manihot utillissima) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, steroid, alkaloid, dan terpenoid yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Daun...

Back to Top