Javascript must be enabled to continue!
Poligami Tanpa Persetujuan Istri: Implikasi Hukum, Dampak Psikologis dan Analisis Kritis terhadap Pendapat Publik Figur
View through CrossRef
Meskipun diizinkan oleh hukum Islam dan diatur oleh hukum nasional Indonesia, poligami masih menjadi topik kontroversial, terutama jika dilakukan tanpa persetujuan istri pertama. Dalam konteks ini, pernyataan public figur seperti Oki Setiana Dewi yang menyatakan bahwa pernikahan poligami tanpa persetujuan istri tetap sah secara hukum telah memicu banyak diskusi di masyarakat. Tujuan dari artikel ini adalah untuk melihat implikasi hukum dari poligami tanpa persetujuan istri serta pendapat publik tentang hal itu. Metode yang digunakan dalam artikel ini mencakup analisis yuridis normatif terhadap peraturan hukum terkait poligami dalam hukum Islam dan hukum nasional Indonesia, serta studi kasus dari putusan pengadilan yang relevan. Metode ini diperkuat dengan tinjauan literatur tentang peran dan pengaruh figur publik dalam membentuk persepsi publik tentang isu hukum. Hasil analisis menunjukkan bahwa poligami tanpa persetujuan istri tidak hanya berpotensi menimbulkan implikasi hukum yang signifikan bagi semua pihak yang terlibat, tetapi juga menimbulkan ketidakadilan yang dapat merugikan istri dan anak-anak. Selain itu, pandangan publik figur yang mendukung praktik ini tanpa mempertimbangkan aspek keadilan gender dan hak asasi manusia dapat memperkuat stereotip negatif.
Title: Poligami Tanpa Persetujuan Istri: Implikasi Hukum, Dampak Psikologis dan Analisis Kritis terhadap Pendapat Publik Figur
Description:
Meskipun diizinkan oleh hukum Islam dan diatur oleh hukum nasional Indonesia, poligami masih menjadi topik kontroversial, terutama jika dilakukan tanpa persetujuan istri pertama.
Dalam konteks ini, pernyataan public figur seperti Oki Setiana Dewi yang menyatakan bahwa pernikahan poligami tanpa persetujuan istri tetap sah secara hukum telah memicu banyak diskusi di masyarakat.
Tujuan dari artikel ini adalah untuk melihat implikasi hukum dari poligami tanpa persetujuan istri serta pendapat publik tentang hal itu.
Metode yang digunakan dalam artikel ini mencakup analisis yuridis normatif terhadap peraturan hukum terkait poligami dalam hukum Islam dan hukum nasional Indonesia, serta studi kasus dari putusan pengadilan yang relevan.
Metode ini diperkuat dengan tinjauan literatur tentang peran dan pengaruh figur publik dalam membentuk persepsi publik tentang isu hukum.
Hasil analisis menunjukkan bahwa poligami tanpa persetujuan istri tidak hanya berpotensi menimbulkan implikasi hukum yang signifikan bagi semua pihak yang terlibat, tetapi juga menimbulkan ketidakadilan yang dapat merugikan istri dan anak-anak.
Selain itu, pandangan publik figur yang mendukung praktik ini tanpa mempertimbangkan aspek keadilan gender dan hak asasi manusia dapat memperkuat stereotip negatif.
Related Results
Problematika Hukum Poligami di Indonesia Perspektif KH. Abdul Syakur Yasin
Problematika Hukum Poligami di Indonesia Perspektif KH. Abdul Syakur Yasin
Isu poligami dalam pemikiran Islam maupun realitas sosial era modern ini selalu menjadi kontroversi dan menarik untuk diperbincangkan. Diskursus tentang poligami tidak akan pernah ...
Rekontruksi Regulasi Poligami dalam Menekan Perselingkuhan Berbasis Nilai Keadilan Islam
Rekontruksi Regulasi Poligami dalam Menekan Perselingkuhan Berbasis Nilai Keadilan Islam
Poligami secara mendalam adalah perkawinan yang dilakukan laki-laki kepada perempuan lebih dari seorang, temtunya dalam praktek pelaksanaanya terdapat pro dan kontra terhadap polig...
DINAMIKA PENYELESAIAN PERMOHONAN PERKARA POLIGAMI DI PENGADILAN AGAMA PAREPARE
DINAMIKA PENYELESAIAN PERMOHONAN PERKARA POLIGAMI DI PENGADILAN AGAMA PAREPARE
Penelitian ini membahas mengenai dinamika penyelesaian perkara poligamipengadilan agama Parepare, dengan sub masalah:1) Bagaimana proses permohonan Izin perkawinan poligami. 2) Bag...
Pendekatan Sosiologi dan Antropologi Tentang Poligami
Pendekatan Sosiologi dan Antropologi Tentang Poligami
Masalah poligami selalu hangat dan menjadi pembicaraan bagi kaum pria atau wanita, yang mendukung atau yang menentang, dari yang berkeinginan sampai yang berangan-angan. Bagi kaum ...
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta memahami urgensi pengaturan AI dalam UU Hak Cipta di Indonesia serta potensi AI sebagai subjek hukum dalam sistem hukum di Indonesia...
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERMOHONAN IZIN POLIGAMI KARENA KETIDAKMAMPUAN PELAYANAN KEBUTUHAN SEKSUAL
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERMOHONAN IZIN POLIGAMI KARENA KETIDAKMAMPUAN PELAYANAN KEBUTUHAN SEKSUAL
Pokok masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini yaitu tentang Permohonan izin poligami dengan alasan ketidakmampuan dalam melayani kebutuhan seksual (Studi Putusan Nomor: 663/P...
POTRET POLIGAMI DALAM NOVEL SURGA YANG TAK DIRINDUKAN KARYA ASMA NADIA
POTRET POLIGAMI DALAM NOVEL SURGA YANG TAK DIRINDUKAN KARYA ASMA NADIA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang terjadinya poligami, menjelaskan dampak dari poligami, dan memaparkan sikap tokoh perempuan dalam menghadapi poligami ...

