Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pelaksanaan Khataman Al-Qur’an (Tradisi Sosial Keagamaan Pada Masyarakat Melayu Kota Pontianak)

View through CrossRef
Artikel ini menggambarkan proses pelaksanaan tradisi khataman Al-Qur’an pada masyarakat Melayu Pontianak. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian lapangan (field research) serta dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sejarah dari tradisi Khataman Al-Qur’an muncul sering dengan masuknya Islam di beberapa daerah yang ada Kalimantan Barat, kemudian pada perlengkapan yang digunakan dalam tradisi Khataman Al-Qur’an terdiri dari tarob, rehal, kitab suci Al-Qur’an, pakaian adat Melayu, mic dan sound speaker, dan pohon telur. Kemudian dalam pelaksanaan tradisi Khataman Al-Qur’an yaitu dilakukan pada malam hari sekitar pukul 20.00 Wib sampai selesai, kemudian jumlah dari peserta boleh lebih dari satu orang yang didampingi oleh guru ngajinya, pembacaan kitab suci Al-Qur’an dilakukan secara bergilir setiap surah dari Qs, Ad-Duha sampai Qs, An-Naas yang kemudian diikuti kalimat takbir dan tahlil oleh para tamu undangan yang hadir, proses dilanjutkan dengan pembacaan doa Khataman Qur’an oleh salah satu peserta, kemudian peserta yang melanjutkan dengan membaca pidato yang berisi ucapan terimakasih kepada orang tua, guru ngaji dan tamu undangan, dan pada kegiatan terakhir yaitu mengunjungi rumah guru ngaji dengan membawa beberapa makanan dan hadiah untuk diberikan kepda guru ngaji sebagai tanda ucapan terima kasih
Title: Pelaksanaan Khataman Al-Qur’an (Tradisi Sosial Keagamaan Pada Masyarakat Melayu Kota Pontianak)
Description:
Artikel ini menggambarkan proses pelaksanaan tradisi khataman Al-Qur’an pada masyarakat Melayu Pontianak.
Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian lapangan (field research) serta dengan pendekatan studi kepustakaan (library research).
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sejarah dari tradisi Khataman Al-Qur’an muncul sering dengan masuknya Islam di beberapa daerah yang ada Kalimantan Barat, kemudian pada perlengkapan yang digunakan dalam tradisi Khataman Al-Qur’an terdiri dari tarob, rehal, kitab suci Al-Qur’an, pakaian adat Melayu, mic dan sound speaker, dan pohon telur.
Kemudian dalam pelaksanaan tradisi Khataman Al-Qur’an yaitu dilakukan pada malam hari sekitar pukul 20.
00 Wib sampai selesai, kemudian jumlah dari peserta boleh lebih dari satu orang yang didampingi oleh guru ngajinya, pembacaan kitab suci Al-Qur’an dilakukan secara bergilir setiap surah dari Qs, Ad-Duha sampai Qs, An-Naas yang kemudian diikuti kalimat takbir dan tahlil oleh para tamu undangan yang hadir, proses dilanjutkan dengan pembacaan doa Khataman Qur’an oleh salah satu peserta, kemudian peserta yang melanjutkan dengan membaca pidato yang berisi ucapan terimakasih kepada orang tua, guru ngaji dan tamu undangan, dan pada kegiatan terakhir yaitu mengunjungi rumah guru ngaji dengan membawa beberapa makanan dan hadiah untuk diberikan kepda guru ngaji sebagai tanda ucapan terima kasih.

Related Results

Makna Khataman al-Qur’an Kamis Legi: Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren al-Baqoroh Lirboyo Kota Kediri
Makna Khataman al-Qur’an Kamis Legi: Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren al-Baqoroh Lirboyo Kota Kediri
This article aims to examine the tradition of Thursday Legi Quranic Khatam at the Al-Baqoroh Islamic Boarding School for Girls in Kediri City. This research is a field study that u...
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
  Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
Idealisasi Metode Living Qur’an
Idealisasi Metode Living Qur’an
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be ...
Social Construction of Islamic Local Tradition in Malay Community, Indonesia
Social Construction of Islamic Local Tradition in Malay Community, Indonesia
<p>Religion in the Malay community is not only seen as something related to belief but also concerns issues of identity and symbols in other community groups. This study inte...
ANALISIS WISATA SEJARAH DI KOTA KOLONIAL PONTIANAK
ANALISIS WISATA SEJARAH DI KOTA KOLONIAL PONTIANAK
<p align="center"><strong>Abstrak</strong></p><p>Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui Bagaimana Pelaksanaan Wisata Sejarah di Kota Kolonial P...
HERITAGE KOTA PONTIANAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH
HERITAGE KOTA PONTIANAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH
<p align="center"><strong>Abstrak</strong></p><p>Tujuan dilaksanakannya penelitian ini yakni: (1) Mengetahui apa sajakah Heritage yang terdapat di Kot...
Akulturasi religi dalam arsitektur vernakular rumah Melayu Pontianak
Akulturasi religi dalam arsitektur vernakular rumah Melayu Pontianak
Sejak awal berdirinya kota, masyarakat Pontianak merupakan masyarakat multietnik yang multikultur, tercermin dari perwujudan akulturasi arsitektur rumah tradisionalnya yang terseba...

Back to Top