Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pertanggungjawaban Grab pada Klausula Challenge Konsumen

View through CrossRef
Abstract. A kind of reward for driver partners. The standard provisions of the program often result in disputes between the company and customers (driver partners). This study examines Grab's duties as a business actor based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection (UUPK) and the Principles of Standard Agreements (Standard Contracts). This study examines Grab's duties as a business actor based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection (UUPK) and the Principles of Standard Agreements (Standard Contracts). as a business actor based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection (UUPK) and the Principles of Standard Agreements (Standard Contracts). The methodology of this study uses a normative legal approach, including a case study of the revision of provisions in the Challenge program. The research findings indicate that Grab must uphold the values of openness, fairness, and accountability in dealing with unilateral changes that are detrimental to customers. The study findings indicate that Grab must adhere to the values of openness, fairness, and accountability against unilateral changes that are detrimental to customers.Teknologi Indonesia, hereinafter referred to as Grab is a technology company that provides a platform for consumers to obtain goods or services provided by partners. However, with the rapid industrial revolution today, everything has been made easier by the development of increasingly sophisticated technology. Abstrak. Salah satu bentuk penghargaan bagi mitra pengemudi adalah melalui program tertentu. Ketentuan standar dalam program tersebut sering kali menimbulkan sengketa antara perusahaan dan konsumen (mitra pengemudi). Penelitian ini mengkaji kewajiban Grab sebagai pelaku usaha berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) dan Prinsip Perjanjian Baku (Standard Contract). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan hukum normatif, termasuk studi kasus mengenai revisi ketentuan dalam program Challenge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Grab harus menjunjung tinggi nilai keterbukaan, keadilan, dan akuntabilitas dalam menghadapi perubahan sepihak yang merugikan konsumen. Grab, yang selanjutnya disebut sebagai perusahaan teknologi penyedia platform bagi konsumen untuk memperoleh barang atau jasa dari mitra, dalam era revolusi industri yang semakin pesat ini, dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang kian canggih guna memastikan perlindungan dan kepuasan konsumen.
Title: Pertanggungjawaban Grab pada Klausula Challenge Konsumen
Description:
Abstract.
A kind of reward for driver partners.
The standard provisions of the program often result in disputes between the company and customers (driver partners).
This study examines Grab's duties as a business actor based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection (UUPK) and the Principles of Standard Agreements (Standard Contracts).
This study examines Grab's duties as a business actor based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection (UUPK) and the Principles of Standard Agreements (Standard Contracts).
as a business actor based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection (UUPK) and the Principles of Standard Agreements (Standard Contracts).
The methodology of this study uses a normative legal approach, including a case study of the revision of provisions in the Challenge program.
The research findings indicate that Grab must uphold the values of openness, fairness, and accountability in dealing with unilateral changes that are detrimental to customers.
The study findings indicate that Grab must adhere to the values of openness, fairness, and accountability against unilateral changes that are detrimental to customers.
Teknologi Indonesia, hereinafter referred to as Grab is a technology company that provides a platform for consumers to obtain goods or services provided by partners.
However, with the rapid industrial revolution today, everything has been made easier by the development of increasingly sophisticated technology.
Abstrak.
Salah satu bentuk penghargaan bagi mitra pengemudi adalah melalui program tertentu.
Ketentuan standar dalam program tersebut sering kali menimbulkan sengketa antara perusahaan dan konsumen (mitra pengemudi).
Penelitian ini mengkaji kewajiban Grab sebagai pelaku usaha berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) dan Prinsip Perjanjian Baku (Standard Contract).
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan hukum normatif, termasuk studi kasus mengenai revisi ketentuan dalam program Challenge.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Grab harus menjunjung tinggi nilai keterbukaan, keadilan, dan akuntabilitas dalam menghadapi perubahan sepihak yang merugikan konsumen.
Grab, yang selanjutnya disebut sebagai perusahaan teknologi penyedia platform bagi konsumen untuk memperoleh barang atau jasa dari mitra, dalam era revolusi industri yang semakin pesat ini, dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang kian canggih guna memastikan perlindungan dan kepuasan konsumen.

Related Results

PELARANGAN PENGGUNAAN KLAUSULA BAKU YANG MENGANDUNG KLAUSULA EKSONERASI DALAM PERLINDUNGAN KONSUMEN
PELARANGAN PENGGUNAAN KLAUSULA BAKU YANG MENGANDUNG KLAUSULA EKSONERASI DALAM PERLINDUNGAN KONSUMEN
Fenomena pembuatan perjanjian standar semakin bertambah luas karena perjanjian standar memberikan kemudahan (kepraktisan) bagi para pihak yang terikat dengan perjanjian standar ter...
Akibat Hukum Terhadap Penerapan Klausula Eksonerasi Dalam Perjanjian Baku
Akibat Hukum Terhadap Penerapan Klausula Eksonerasi Dalam Perjanjian Baku
Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti dampak atau akibat hukum dalam penerapan klausula eksonerasi dalam perjanjian baku pada pembukaan rekening tabungan yang dilakukan oleh ...
Representasi Tindakan Kepahlawanan (Analisis Semiotika Iklan Grab – Pahlawan Top Up)
Representasi Tindakan Kepahlawanan (Analisis Semiotika Iklan Grab – Pahlawan Top Up)
Development of technology has an impact on changes in the lifestyle of people who tend to be active in the internet world. In today's era, the internet has become an important thin...
Analisis Keefektivan Aplikasi Grab Menggunakan Metode Heuristic Evaluation
Analisis Keefektivan Aplikasi Grab Menggunakan Metode Heuristic Evaluation
Advances in science and technology that are increasingly rapidly and developing in today's era make users get business opportunities through technology media. Such as the use of tr...
PENGATURAN KLAUSULA BAKU DALAM HUKUM PERJANJIAN UNTUK MENCAPAI KEADILAN BERKONTRAK
PENGATURAN KLAUSULA BAKU DALAM HUKUM PERJANJIAN UNTUK MENCAPAI KEADILAN BERKONTRAK
Hukum perjanjian memberikan ruang kepada para pihak untuk membentuk dan menentukan isi dari perjanjian yang akan dilakukan, meski demikian, dalam penerapanya terjadi beberapa perma...

Back to Top