Javascript must be enabled to continue!
ETIKA BERTAMU MENURUT AL-QUR’AN
View through CrossRef
Al-Qur'an adalah kitab yang mengatur semua nilai dan tatanan sosial dan membahas semua aspek tatanan kehidupan manusia. Karena manusia adalah makhluk sosial, masuk akal bagi mereka untuk hidup berdampingan dan selalu memerlukan orang lain untuk membentuk kaitan positif satu sama lain. Al-Qur'an secara khusus membahas tata krama yang baik untuk mengunjungi rumah orang lain. Alasannya adalah karena saat ini begitu banyak orang yang tak patuh karena tidak paham tata cara berkunjung secara benar. Etika bertamu menurut Al-Qur’an bertujuan untuk pedoman dalam kehidupan sosial bagi semua manusia. Hasil penelitian menjelaskan bahwa etika bertamu dalam Al-Qur’an ada pada ayat QS. An-Nur [24] : 27-29, QS. Al-Ahzab [33] : 53, QS Hud [11] : 69, Surat al-Hijr [15] : 51 – 53 dan QS. Adz-Dzariyat [51] :24 – 27. Dalam ayat tersebut, dijelaskan bahwa setiap muslim ketika akan bertamu diharuskan memiliki etika yang baik, seperti (1) mengucapkan salam dan meminta izin untuk memasuki rumah; (2) tidak mengintip ke dalam rumah jika tidak ada jawaban; (3) rela menerima keadaan rumah yang dimasuki; (4) menjaga pandangan dan pendengaran atas apa-apa yang terjadi di dalam rumah; (5) tidak berlama-lama saat bertamu; (6) cukup selaras dengan kebutuhan; (7) disunnahkan untuk mendoakan tuan rumah agar mendapatkan berkah dari Allah SWT; (8) dilarang meminta hidangan selain makanan yang telah dihidangkan; (9) izin pamit untuk pulang kepada penghuni rumah; (10) menghargai privasi pemiliknya misal tidak melihat ruangan rumah atau masuk ke kamar pribadi pemilik rumah; (11) tidak berkata-kata negatif seperti mengumpat atau menghina saat bertamu. Metodologi Systematic Literature Review (SLR) dipakai pada kajian ini menggunakan database google scholar dan didapatkan 15 artikel yang dapat menjawab permasalahan penelitian ini. Pada hasil penelitian ini dihasilkan 11 jenis etika bertamu menurut Al- Qur’an.
Kata kunci : Etika, Bertamu, Al-Qur’an.
Title: ETIKA BERTAMU MENURUT AL-QUR’AN
Description:
Al-Qur'an adalah kitab yang mengatur semua nilai dan tatanan sosial dan membahas semua aspek tatanan kehidupan manusia.
Karena manusia adalah makhluk sosial, masuk akal bagi mereka untuk hidup berdampingan dan selalu memerlukan orang lain untuk membentuk kaitan positif satu sama lain.
Al-Qur'an secara khusus membahas tata krama yang baik untuk mengunjungi rumah orang lain.
Alasannya adalah karena saat ini begitu banyak orang yang tak patuh karena tidak paham tata cara berkunjung secara benar.
Etika bertamu menurut Al-Qur’an bertujuan untuk pedoman dalam kehidupan sosial bagi semua manusia.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa etika bertamu dalam Al-Qur’an ada pada ayat QS.
An-Nur [24] : 27-29, QS.
Al-Ahzab [33] : 53, QS Hud [11] : 69, Surat al-Hijr [15] : 51 – 53 dan QS.
Adz-Dzariyat [51] :24 – 27.
Dalam ayat tersebut, dijelaskan bahwa setiap muslim ketika akan bertamu diharuskan memiliki etika yang baik, seperti (1) mengucapkan salam dan meminta izin untuk memasuki rumah; (2) tidak mengintip ke dalam rumah jika tidak ada jawaban; (3) rela menerima keadaan rumah yang dimasuki; (4) menjaga pandangan dan pendengaran atas apa-apa yang terjadi di dalam rumah; (5) tidak berlama-lama saat bertamu; (6) cukup selaras dengan kebutuhan; (7) disunnahkan untuk mendoakan tuan rumah agar mendapatkan berkah dari Allah SWT; (8) dilarang meminta hidangan selain makanan yang telah dihidangkan; (9) izin pamit untuk pulang kepada penghuni rumah; (10) menghargai privasi pemiliknya misal tidak melihat ruangan rumah atau masuk ke kamar pribadi pemilik rumah; (11) tidak berkata-kata negatif seperti mengumpat atau menghina saat bertamu.
Metodologi Systematic Literature Review (SLR) dipakai pada kajian ini menggunakan database google scholar dan didapatkan 15 artikel yang dapat menjawab permasalahan penelitian ini.
Pada hasil penelitian ini dihasilkan 11 jenis etika bertamu menurut Al- Qur’an.
Kata kunci : Etika, Bertamu, Al-Qur’an.
Related Results
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
Problematika Sosial Dalam Bertamu Perspektif Adat Jawa
Problematika Sosial Dalam Bertamu Perspektif Adat Jawa
Abstract: This research provides an in-depth analysis of the socio-cultural issues associated with the traditional Javanese practice of hospitality. The central problem addressed i...
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
Idealisasi Metode Living Qur’an
Idealisasi Metode Living Qur’an
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be ...
ADAB BERTAMU DALAM AL-QUR’AN
ADAB BERTAMU DALAM AL-QUR’AN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hakikat adab bertamu dalam al-Qur’an, mengetahui implementasi adab bertamu dalam al-Qur’an, dan mengetahui penafsiran al-Qurtubi tenta...
Kajian Pola Kegiatan Bertamu pada Era New Normal
Kajian Pola Kegiatan Bertamu pada Era New Normal
Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia menyebabkan pola kebiasaan tidak sama seperti sebelumnya. Salah satu perilaku yang berubah adalah pola interaksi pada saat melakukan kegiata...
TEORI-TEORI ETIKA DAN SUMBANGAN PEMIKIRAN PARA FILSUF BAGI ETIKA BISNIS
TEORI-TEORI ETIKA DAN SUMBANGAN PEMIKIRAN PARA FILSUF BAGI ETIKA BISNIS
Sebagai ilmu preskriptif, etika adalah cabang filsafat yang mempertimbangakan secara kritis tindakan mana yang baik atau tindakan mana yang buruk berdasarkan ajaran moral tertentu....
Çağdaş Bir Yaklaşım Olarak Makâsıdu’l-Kur’ân
Çağdaş Bir Yaklaşım Olarak Makâsıdu’l-Kur’ân
Maqasıdu’l Qur’an as a Contemporary Approach rnSince its revelation, the Qur’an has left enduring religious, political, historical, and social marks on humanity and continues to do...

