Javascript must be enabled to continue!
Problematika Sosial Dalam Bertamu Perspektif Adat Jawa
View through CrossRef
Abstract: This research provides an in-depth analysis of the socio-cultural issues associated with the traditional Javanese practice of hospitality. The central problem addressed in this study is the evident alterations and challenges within this traditional practice, which pose potentially threaten the continuity of the inherent cultural values and traditions. The primary objective of this study is to scrutinize and comprehend the transformations in social norms, behaviors, and values within the traditional Javanese hospitality practice and to identify the social factors that influence these changes. The study utilizes a qualitative research methodology, employing a case study approach. Data was assembled through comprehensive interviews with key informants, including traditional leaders and members of the Javanese community who actively engage in the traditional hospitality practice, among others. Data analysis was implemented using an inductive approach, identifying emergent patterns, themes, and concepts within the collected data. The findings indicate that the socio-cultural issues ingrained in the traditional Javanese hospitality practice encompass a loss of awareness and understanding of Javanese customs, a shift in values within the hospitality practice, and the influence of socio-cultural changes that can potentially modify this practice. The declining awareness about Javanese customs has led to a decrease in the practice of traditional hospitality and a shallow understanding of its intrinsic meaning and values. The shift in values within the traditional hospitality practice can be attributed to the impact of external factors such as modernization, urbanization, and globalization. The implications of this research highlight the significance of initiatives aimed at the preservation and revitalization of the traditional Javanese practice of hospitality.
Abstrak: Penelitian ini menganalisis problematika sosial dalam bertamu perspektif adat Jawa. Masalah penelitian ini adalah adanya perubahan dan tantangan dalam praktik bertamu adat Jawa yang dapat mengancam keberlangsungan tradisi dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memahami pergeseran nilai-nilai, norma, dan perilaku sosial dalam praktik bertamu adat Jawa serta faktor-faktor sosial yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci yang merupakan tokoh adat, anggota masyarakat Jawa yang masih mempraktikkan bertamu adat, dan pihak terkait lainnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan induktif, dengan mengidentifikasi pola-pola, tema, dan konsep-konsep yang muncul dari data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika sosial dalam bertamu adat Jawa meliputi hilangnya kesadaran dan pemahaman tentang adat Jawa, pergeseran nilai-nilai dalam praktik bertamu, serta pengaruh perubahan sosial dan budaya yang dapat mengubah praktik ini. Hilangnya kesadaran tentang adat Jawa mengakibatkan penurunan dalam praktik bertamu adat dan pemahaman yang dangkal tentang makna dan nilai-nilainya. Pergeseran nilai-nilai dalam praktik bertamu adat juga terjadi akibat adanya pengaruh dari faktor-faktor eksternal, seperti modernisasi, urbanisasi, dan globalisasi. Implikasi Penelitian berimplikasi terhadap pentingnya upaya pelestarian dan pemulihan praktik bertamu adat Jawa.
Institute Agama Islam Negeri Lhokseumawe
Title: Problematika Sosial Dalam Bertamu Perspektif Adat Jawa
Description:
Abstract: This research provides an in-depth analysis of the socio-cultural issues associated with the traditional Javanese practice of hospitality.
The central problem addressed in this study is the evident alterations and challenges within this traditional practice, which pose potentially threaten the continuity of the inherent cultural values and traditions.
The primary objective of this study is to scrutinize and comprehend the transformations in social norms, behaviors, and values within the traditional Javanese hospitality practice and to identify the social factors that influence these changes.
The study utilizes a qualitative research methodology, employing a case study approach.
Data was assembled through comprehensive interviews with key informants, including traditional leaders and members of the Javanese community who actively engage in the traditional hospitality practice, among others.
Data analysis was implemented using an inductive approach, identifying emergent patterns, themes, and concepts within the collected data.
The findings indicate that the socio-cultural issues ingrained in the traditional Javanese hospitality practice encompass a loss of awareness and understanding of Javanese customs, a shift in values within the hospitality practice, and the influence of socio-cultural changes that can potentially modify this practice.
The declining awareness about Javanese customs has led to a decrease in the practice of traditional hospitality and a shallow understanding of its intrinsic meaning and values.
The shift in values within the traditional hospitality practice can be attributed to the impact of external factors such as modernization, urbanization, and globalization.
The implications of this research highlight the significance of initiatives aimed at the preservation and revitalization of the traditional Javanese practice of hospitality.
Abstrak: Penelitian ini menganalisis problematika sosial dalam bertamu perspektif adat Jawa.
Masalah penelitian ini adalah adanya perubahan dan tantangan dalam praktik bertamu adat Jawa yang dapat mengancam keberlangsungan tradisi dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memahami pergeseran nilai-nilai, norma, dan perilaku sosial dalam praktik bertamu adat Jawa serta faktor-faktor sosial yang mempengaruhinya.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci yang merupakan tokoh adat, anggota masyarakat Jawa yang masih mempraktikkan bertamu adat, dan pihak terkait lainnya.
Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan induktif, dengan mengidentifikasi pola-pola, tema, dan konsep-konsep yang muncul dari data yang dikumpulkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika sosial dalam bertamu adat Jawa meliputi hilangnya kesadaran dan pemahaman tentang adat Jawa, pergeseran nilai-nilai dalam praktik bertamu, serta pengaruh perubahan sosial dan budaya yang dapat mengubah praktik ini.
Hilangnya kesadaran tentang adat Jawa mengakibatkan penurunan dalam praktik bertamu adat dan pemahaman yang dangkal tentang makna dan nilai-nilainya.
Pergeseran nilai-nilai dalam praktik bertamu adat juga terjadi akibat adanya pengaruh dari faktor-faktor eksternal, seperti modernisasi, urbanisasi, dan globalisasi.
Implikasi Penelitian berimplikasi terhadap pentingnya upaya pelestarian dan pemulihan praktik bertamu adat Jawa.
Related Results
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Tulisan ini berupaya melihat marjinalisasi adat, hukum adat serta implikasinya pada masyarakat adat. Dalam konteks Indonesia, meskipun Konstitusi dan beberapa aturan formal mengaku...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
ETIKA BERTAMU MENURUT AL-QUR’AN
ETIKA BERTAMU MENURUT AL-QUR’AN
Al-Qur'an adalah kitab yang mengatur semua nilai dan tatanan sosial dan membahas semua aspek tatanan kehidupan manusia. Karena manusia adalah makhluk sosial, masuk akal bagi mereka...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
ADAB BERTAMU DALAM AL-QUR’AN
ADAB BERTAMU DALAM AL-QUR’AN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hakikat adab bertamu dalam al-Qur’an, mengetahui implementasi adab bertamu dalam al-Qur’an, dan mengetahui penafsiran al-Qurtubi tenta...
EKSISTENSI HUKUM HINDU DALAM HUKUM ADAT DI TENGAH PERUBAHAN SOSIAL DI DESA ADAT BANJAR TANGGAHAN PEKEN DESA SULAHAN KECAMATAN SUSUT KABUPATEN BANGLI
EKSISTENSI HUKUM HINDU DALAM HUKUM ADAT DI TENGAH PERUBAHAN SOSIAL DI DESA ADAT BANJAR TANGGAHAN PEKEN DESA SULAHAN KECAMATAN SUSUT KABUPATEN BANGLI
Hukum Hindu dan Hukum Adat di Bali berkaitan sangat erat sehingga sering menimbulkan kerancuan pemahaman yang mana Hukum Hindu, dan yang mana Hukum Adat.
Pada masa Raad Kerta...
Kajian Pola Kegiatan Bertamu pada Era New Normal
Kajian Pola Kegiatan Bertamu pada Era New Normal
Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia menyebabkan pola kebiasaan tidak sama seperti sebelumnya. Salah satu perilaku yang berubah adalah pola interaksi pada saat melakukan kegiata...

