Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Reinventing Cooperative Power: Institutional Strengthening of The Koperasi Merah Putih, Parit Baru Village

View through CrossRef
Abstract: Parit Baru Village, Sungai Raya District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province, already has a Red and White Cooperative established based on Presidential Instruction of the Republic of Indonesia Number 9 of 2025. However, the institution faces several obstacles including weak governance and institutions within it. Therefore, this community service activity was carried out with the aim of supporting the improvement of insight, knowledge, and procedures for cooperative management in supporting the strengthening of the Red and White Cooperative institution with the principles of good cooperative governance. This activity was carried out in stages, namely with a systematic method: (1) conducting potential mapping, (2) providing counseling regarding the institution and governance of the Red and White Cooperative, and (3) formulating strategies for strengthening the institution and governance through SWOT analysis. The results of this activity are an increased understanding of the management and strengthening of the institution and its governance. In addition, the Collective Participation-Based Strengthening Model is also formulated in four main principles: (1) increasing member capacity through continuing education; (2) transparent, accountable, and participatory cooperative governance; (3) diversification of productive businesses based on local potential; and (4) the use of digital technology and Artificial Intelligence (AI). This model can be used as a basis for developing more systematic and sustainable community empowerment methods for the Merah Putih Cooperative, even on a national scale.Abstrak: Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, telah memiliki Koperasi Merah Putih yang didirikan berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025. Namun, lembaga tersebut mengalami beberapa kendala termasuk masih lemahnya tata kelola dan kelembagaan di dalamnya. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk mendukung peningkatan wawasan, pengetahuan, dan prosedur pengelolaan koperasi dalam mendukung penguatan lembaga Koperasi Merah Putih dengan prinsip tata kelola koperasi yang baik. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap yakni dengan metode sistematis: (1) melakukan pemetaan potensi, (2) memberikan konseling mengenai lembaga dan tata kelola Koperasi Merah Putih, dan (3) merumuskan strategi penguatan lembaga dan tata kelola melalui analisis SWOT. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman tentang pengelolaan dan penguatan lembaga serta tata kelolanya. Selain itu, Model Penguatan Berbasis Partisipasi Kolektif juga dirumuskan dalam empat prinsip utama: (1) peningkatan kapasitas anggota melalui pendidikan berkelanjutan; (2) tata kelola koperasi yang transparan, akuntabel, dan partisipatif; (3) diversifikasi usaha produktif berdasarkan potensi lokal; dan (4) pemanfaatan teknologi digital dan Kecerdasan Buatan. Model ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan metode pemberdayaan masyarakat yang lebih sistematis dan berkelanjutan untuk Koperasi Merah Putih bahkan dalam skala nasional.
Title: Reinventing Cooperative Power: Institutional Strengthening of The Koperasi Merah Putih, Parit Baru Village
Description:
Abstract: Parit Baru Village, Sungai Raya District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province, already has a Red and White Cooperative established based on Presidential Instruction of the Republic of Indonesia Number 9 of 2025.
However, the institution faces several obstacles including weak governance and institutions within it.
Therefore, this community service activity was carried out with the aim of supporting the improvement of insight, knowledge, and procedures for cooperative management in supporting the strengthening of the Red and White Cooperative institution with the principles of good cooperative governance.
This activity was carried out in stages, namely with a systematic method: (1) conducting potential mapping, (2) providing counseling regarding the institution and governance of the Red and White Cooperative, and (3) formulating strategies for strengthening the institution and governance through SWOT analysis.
The results of this activity are an increased understanding of the management and strengthening of the institution and its governance.
In addition, the Collective Participation-Based Strengthening Model is also formulated in four main principles: (1) increasing member capacity through continuing education; (2) transparent, accountable, and participatory cooperative governance; (3) diversification of productive businesses based on local potential; and (4) the use of digital technology and Artificial Intelligence (AI).
This model can be used as a basis for developing more systematic and sustainable community empowerment methods for the Merah Putih Cooperative, even on a national scale.
Abstrak: Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, telah memiliki Koperasi Merah Putih yang didirikan berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025.
Namun, lembaga tersebut mengalami beberapa kendala termasuk masih lemahnya tata kelola dan kelembagaan di dalamnya.
Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk mendukung peningkatan wawasan, pengetahuan, dan prosedur pengelolaan koperasi dalam mendukung penguatan lembaga Koperasi Merah Putih dengan prinsip tata kelola koperasi yang baik.
Kegiatan ini dilakukan secara bertahap yakni dengan metode sistematis: (1) melakukan pemetaan potensi, (2) memberikan konseling mengenai lembaga dan tata kelola Koperasi Merah Putih, dan (3) merumuskan strategi penguatan lembaga dan tata kelola melalui analisis SWOT.
Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman tentang pengelolaan dan penguatan lembaga serta tata kelolanya.
Selain itu, Model Penguatan Berbasis Partisipasi Kolektif juga dirumuskan dalam empat prinsip utama: (1) peningkatan kapasitas anggota melalui pendidikan berkelanjutan; (2) tata kelola koperasi yang transparan, akuntabel, dan partisipatif; (3) diversifikasi usaha produktif berdasarkan potensi lokal; dan (4) pemanfaatan teknologi digital dan Kecerdasan Buatan.
Model ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan metode pemberdayaan masyarakat yang lebih sistematis dan berkelanjutan untuk Koperasi Merah Putih bahkan dalam skala nasional.

Related Results

Hambatan Dalam Perjanjian Kredit Simpan Pinjam Koperasi
Hambatan Dalam Perjanjian Kredit Simpan Pinjam Koperasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan perjanjian kredit simpan pinjam pada Koperasi berdasarkan hukum yang berlaku secara holistik di Indonesia, dan untuk mengetahu...
MANAJEMEN KINERJA KOPERASI MITRA PERKEBUNAN (Studi Kasus Koperasi Batangan Babatn, Kamasa Alur Sakadi dan Batukng Basule)
MANAJEMEN KINERJA KOPERASI MITRA PERKEBUNAN (Studi Kasus Koperasi Batangan Babatn, Kamasa Alur Sakadi dan Batukng Basule)
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen kinerja koperasi mitra perkebunan. Bentuk penelitian ini adalah menggunakan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan data ...
PEMBERDAYAAN LEMBAGA KOPERASI DI KABUPATEN MUSI RAWAS
PEMBERDAYAAN LEMBAGA KOPERASI DI KABUPATEN MUSI RAWAS
Tujuan Peneli dalam penelitian ini adalah untuk menemukan model pemberdayaanlembaga koperasi yang ada di lokasi penelitian, dengan menggunakan metode deskriptifdan analisis dengan ...
KOSAKATA TOPONIMI KOTA PANGKALPINANG
KOSAKATA TOPONIMI KOTA PANGKALPINANG
This research focussed on vocabulary study relates to the name of place/region or toponimy of Pangkalpinang district. This study used descriptive method. The data collected through...
Human Resource Development Strategy of the Indonesian Red and White Cooperative
Human Resource Development Strategy of the Indonesian Red and White Cooperative
Purpose: This study aims to analyze the internal and external factors of the Merah Putih Cooperative and formulate strategies that can be recommended for human resource development...
KEWIRAUSAHAAN KOPERASI
KEWIRAUSAHAAN KOPERASI
Salah satu puncak pengakuan atas eksistensi koperasi di Indonesia semakin nyata saat terbentuknya Kabinet Pembangunan VII pada 1998, di mana telah terjadi penyempurnaan nama Depart...
Membangun Citra Koperasi Indonesia
Membangun Citra Koperasi Indonesia
Berdasarkan penjelasan Pasal 33 UUD 1945, secara eksplisit koperasi merupakan bangun perusahaan yang sesuai bagi perekonomian Indonesia. Secara yuridis selama UUD 1945 masih merupa...
MELACAK JEJAK FITUR PARIT KUNO MASYARAKAT LAMPUNG: JEJAK MIGRASI AUSTRONESIA JALUR BARAT?
MELACAK JEJAK FITUR PARIT KUNO MASYARAKAT LAMPUNG: JEJAK MIGRASI AUSTRONESIA JALUR BARAT?
Sejak tahun 1995, situs-situs permukiman kuno ditemukan di wilayah Lampung menempati daerah-daerah aliran sungai (DAS). Hasil penelitian hingga tahun 2018 di Lampung Barat menemuka...

Back to Top