Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

AKTIVITAS PARTISIPATIF PEREMPUAN DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT DESA

View through CrossRef
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai aktivitas partisipatif Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur dalam mendorong kemandirian masyarakat di Desa Beratwetan Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman. Uji keabsahan data penelitian menggunakan triangulasi teknik. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling yang berjumlah 7 (tujuh) informan. Adapun kriteria penentuan informan, pertama adalah pengurus dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur sebagai pengelola pelaksanaan program pemberdayaan yang terjadi di Desa Beratwetan. Kedua adalah masyarakat atau para ibu rumah tangga di Desa Beratwetan yang mengikuti kegiatan pemberdayaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat melalui aktivitas partisipatif Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur dalam mendorong kemandirian masyarakat di Desa Beratwetanyang ditunjukkan dengan menerapkan 2 (dua) kegiatan pemberdayaan yakni kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan dan kegiatan pengembangan usaha keripik singkong. Dalam pelaksanaan kegiatan ini masyarakat telah merasakan manfaat yang diterima. Beberapa manfaat itu adalah terpenuhinya kebutuhan pangan yang sehat, menambah pendapatan keluarga, dan terjalinnya hubungan yang harmonis. Hal tersebut telah menunjukkan tercapainya kemandirian pangan, kemandirian ekonomi, dan kemandirian sosial pada masyarakat.Kata Kunci: Partisipasi, Kelompok Wanita Tani, Kemandirian. AbstractThis research aims to describe the various participatory activities of Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur to encouraging community independence in Beratwetan Village, Gedeg Subdistrict, Mojokerto Regency. This research uses a qualitative approach with a phenomenological design. Techniques of data collection are through the participatory observation, in-depth interviews, and documentation. While the data analysis technique refers to the Miles and Huberman model. Test the validity of research data using triangulation techniques. The research subjects were determined by purposive sampling technique, amounting to 7 (seven) informants. As for the criteria for determining informants, the first is the management and members of the Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur as the manager of the implementation of the empowerment program that occurs in the village of Beratwetan. Second is the community or housewives in Beratwetan Village who participate in empowerment activities. The results of this research indicate that the participation of the Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur has been going well. This can be seen through the participatory activities of the Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur in encouraging community independence in the village of Beratwetan which is shown by implementing 2 (two) empowerment activities namely the use of the yard and the activities of developing cassava chips business. In carrying out this activity the community has felt the benefits received. Some of these benefits are meeting healthy food needs, increasing family income, and establishing harmonious relationships. This had been shown the achievement of food independence, economic independence, and social independence in society. Keywords: Participation, Kelompok Wanita Tani, Independence. 
Title: AKTIVITAS PARTISIPATIF PEREMPUAN DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT DESA
Description:
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai aktivitas partisipatif Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur dalam mendorong kemandirian masyarakat di Desa Beratwetan Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto.
 Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi.
Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi.
Sedangkan teknik analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman.
Uji keabsahan data penelitian menggunakan triangulasi teknik.
 Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling yang berjumlah 7 (tujuh) informan.
 Adapun kriteria penentuan informan, pertama adalah pengurus dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur sebagai pengelola pelaksanaan program pemberdayaan yang terjadi di Desa Beratwetan.
Kedua adalah masyarakat atau para ibu rumah tangga di Desa Beratwetan yang mengikuti kegiatan pemberdayaan.
 Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur sudah berjalan dengan baik.
Hal ini dapat dilihat melalui aktivitas partisipatif Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur dalam mendorong kemandirian masyarakat di Desa Beratwetanyang ditunjukkan dengan menerapkan 2 (dua) kegiatan pemberdayaan yakni kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan dan kegiatan pengembangan usaha keripik singkong.
 Dalam pelaksanaan kegiatan ini masyarakat telah merasakan manfaat yang diterima.
 Beberapa manfaat itu adalah terpenuhinya kebutuhan pangan yang sehat, menambah pendapatan keluarga, dan terjalinnya hubungan yang harmonis.
Hal tersebut telah menunjukkan tercapainya kemandirian pangan, kemandirian ekonomi, dan kemandirian sosial pada masyarakat.
Kata Kunci: Partisipasi, Kelompok Wanita Tani, Kemandirian.
 AbstractThis research aims to describe the various participatory activities of Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur to encouraging community independence in Beratwetan Village, Gedeg Subdistrict, Mojokerto Regency.
This research uses a qualitative approach with a phenomenological design.
Techniques of data collection are through the participatory observation, in-depth interviews, and documentation.
While the data analysis technique refers to the Miles and Huberman model.
Test the validity of research data using triangulation techniques.
 The research subjects were determined by purposive sampling technique, amounting to 7 (seven) informants.
As for the criteria for determining informants, the first is the management and members of the Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur as the manager of the implementation of the empowerment program that occurs in the village of Beratwetan.
Second is the community or housewives in Beratwetan Village who participate in empowerment activities.
 The results of this research indicate that the participation of the Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur has been going well.
This can be seen through the participatory activities of the Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur in encouraging community independence in the village of Beratwetan which is shown by implementing 2 (two) empowerment activities namely the use of the yard and the activities of developing cassava chips business.
In carrying out this activity the community has felt the benefits received.
Some of these benefits are meeting healthy food needs, increasing family income, and establishing harmonious relationships.
This had been shown the achievement of food independence, economic independence, and social independence in society.
 Keywords: Participation, Kelompok Wanita Tani, Independence.
 .

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
POTENSI DESA JATIROKE SEBAGAI DESA WISATA
POTENSI DESA JATIROKE SEBAGAI DESA WISATA
Desa Jatiroke selama perkembangannya hingga saat ini mempunyai beberapa masalah. Yang pertama adalah belum dikelolanya berbagai potensi desa yang sebenarnya dapat dikembangkan deng...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
Penguatan Kapasitas Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Di Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan
Penguatan Kapasitas Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Di Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan
 Secara umum dapat dilihat bahwa peran BPD dalam ketiga fungsi yang ada pada UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa tidak berjalan dengan optimal. Pada prosesnya fungsi BPD sebagai pihak ...

Back to Top