Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

POTENSI DESA JATIROKE SEBAGAI DESA WISATA

View through CrossRef
Desa Jatiroke selama perkembangannya hingga saat ini mempunyai beberapa masalah. Yang pertama adalah belum dikelolanya berbagai potensi desa yang sebenarnya dapat dikembangkan dengan baik, mulai dari Gunung Geulis hingga berbagai kesenian daerah yang masih kuat dan terjaga dengan cukup baik. Selanjutnya adalah rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan para warga desa, mulai dari penggunaan teknologi hingga pemanfaatan potensi-potensi desa, dan lain-lain. Yang ketiga berkaitan dengan badan pengurus desa yang merupakan kurang efektifnya komunikasi dan kerja sama antara pemerintah desa dan warga desa serta desa yang masih mengandalkan bantuan dari pemerintah dan kurangnya bantuan dari berbagai pihak swasta yang akhirnya mempengaruhi kondisi keuangan desa. Desa Jatiroke selama perkembangannya hingga saat ini. Yang pertama adalah belum dikelolanya berbagai potensi desa yang sebenarnya dapat dikembangkan dengan baik, mulai dari Gunung Geulis hingga berbagai kesenian daerah yang masih kuat dan terjaga dengan cukup baik. Selanjutnya adalah rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan para warga desa, mulai dari penggunaan teknologi hingga pemanfaatan potensi-potensi desa, dan lain-lain. Yang ketiga berkaitan dengan badan pengurus desa yang merupakan kurang efektifnya komunikasi dan kerja sama antara pemerintah desa dan warga desa serta desa yang masih mengandalkan bantuan dari pemerintah dan kurangnya bantuan dari berbagai pihak swasta yang akhirnya mempengaruhi kondisi keuangan desa. Penelitian ini menggunakan metode RRA atau Rapid Rural Appraisal.Metode ini merupakan proses belajar intensif untuk memahami kondisi masyarakat, yang dilakukan secara berulang dan cepat. Kelebihan pendekatan ini adalah penelitian bisa mencakup daerah yang lebih luas dalam waktu relatif singkat untuk mendapatkan informasi yang luas secara umum. Dalam metode ini, informasi yang dikumpulkan terbatas pada data yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan penelitian, namun dilakukan dengan lebih mendalam dengan menelusuri sumbernya sehingga didapatkan informasi yang lengkap tentang sesuatu hal. Hasil Penelitian adalah diketahui ada dua masalah utama yang dimiliki oleh desa Jatiroke. Yang pertama adalah berbagai potensi yang terdapat di desa yang belum diberdayakan dengan baik oleh masyarakat sekitar sendiri hingga pengurus desa. Potensi tersebut sangat beragam macamnya, mulai dari potensi alam, potensi budaya, hingga potensi sumber daya masyarakatnya. Masalah kedua yang terjadi adalah bagaimana desa secara keseluruhan belum bisa dijadikan sebagai sebuah aset karena kurangnya pengelolaan sarana dan prasarana desa. Dari berbagai permasalahan tersebut, salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah pemanfaatandesa Jatiroke sebagai sebuah desa wisata. Dalam mengembangkan sebuah desa wisata, terdapat berbagai cara yang bisa dilakukan seperti memperbaiki berbagai infrastruktur desa, mengembangkan potensi budaya, serta melakukan pengembangan teknologi dengan menggunakan media sosial dan website sebagai salah satu bentuk komunikasi pemasaran. Seluruh cara ini dapat dilakukan untuk mengembangkan desa Jatiroke sebagai sebuah desa wisata sehingga bisa dikenal oleh masyarakat luas yang akhirnya dapat meningkatkan tingkat perekonomian warga desa Jatiroke itu sendiri 
Title: POTENSI DESA JATIROKE SEBAGAI DESA WISATA
Description:
Desa Jatiroke selama perkembangannya hingga saat ini mempunyai beberapa masalah.
Yang pertama adalah belum dikelolanya berbagai potensi desa yang sebenarnya dapat dikembangkan dengan baik, mulai dari Gunung Geulis hingga berbagai kesenian daerah yang masih kuat dan terjaga dengan cukup baik.
Selanjutnya adalah rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan para warga desa, mulai dari penggunaan teknologi hingga pemanfaatan potensi-potensi desa, dan lain-lain.
Yang ketiga berkaitan dengan badan pengurus desa yang merupakan kurang efektifnya komunikasi dan kerja sama antara pemerintah desa dan warga desa serta desa yang masih mengandalkan bantuan dari pemerintah dan kurangnya bantuan dari berbagai pihak swasta yang akhirnya mempengaruhi kondisi keuangan desa.
Desa Jatiroke selama perkembangannya hingga saat ini.
Yang pertama adalah belum dikelolanya berbagai potensi desa yang sebenarnya dapat dikembangkan dengan baik, mulai dari Gunung Geulis hingga berbagai kesenian daerah yang masih kuat dan terjaga dengan cukup baik.
Selanjutnya adalah rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan para warga desa, mulai dari penggunaan teknologi hingga pemanfaatan potensi-potensi desa, dan lain-lain.
Yang ketiga berkaitan dengan badan pengurus desa yang merupakan kurang efektifnya komunikasi dan kerja sama antara pemerintah desa dan warga desa serta desa yang masih mengandalkan bantuan dari pemerintah dan kurangnya bantuan dari berbagai pihak swasta yang akhirnya mempengaruhi kondisi keuangan desa.
Penelitian ini menggunakan metode RRA atau Rapid Rural Appraisal.
Metode ini merupakan proses belajar intensif untuk memahami kondisi masyarakat, yang dilakukan secara berulang dan cepat.
Kelebihan pendekatan ini adalah penelitian bisa mencakup daerah yang lebih luas dalam waktu relatif singkat untuk mendapatkan informasi yang luas secara umum.
Dalam metode ini, informasi yang dikumpulkan terbatas pada data yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan penelitian, namun dilakukan dengan lebih mendalam dengan menelusuri sumbernya sehingga didapatkan informasi yang lengkap tentang sesuatu hal.
Hasil Penelitian adalah diketahui ada dua masalah utama yang dimiliki oleh desa Jatiroke.
Yang pertama adalah berbagai potensi yang terdapat di desa yang belum diberdayakan dengan baik oleh masyarakat sekitar sendiri hingga pengurus desa.
Potensi tersebut sangat beragam macamnya, mulai dari potensi alam, potensi budaya, hingga potensi sumber daya masyarakatnya.
Masalah kedua yang terjadi adalah bagaimana desa secara keseluruhan belum bisa dijadikan sebagai sebuah aset karena kurangnya pengelolaan sarana dan prasarana desa.
Dari berbagai permasalahan tersebut, salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah pemanfaatandesa Jatiroke sebagai sebuah desa wisata.
Dalam mengembangkan sebuah desa wisata, terdapat berbagai cara yang bisa dilakukan seperti memperbaiki berbagai infrastruktur desa, mengembangkan potensi budaya, serta melakukan pengembangan teknologi dengan menggunakan media sosial dan website sebagai salah satu bentuk komunikasi pemasaran.
Seluruh cara ini dapat dilakukan untuk mengembangkan desa Jatiroke sebagai sebuah desa wisata sehingga bisa dikenal oleh masyarakat luas yang akhirnya dapat meningkatkan tingkat perekonomian warga desa Jatiroke itu sendiri .

Related Results

Pemberdayaan Desa Wisata Melalui Kemas Ulang Informasi Potensi Desa Di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang
Pemberdayaan Desa Wisata Melalui Kemas Ulang Informasi Potensi Desa Di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang
Desa merupakan kesatuan masyarakat yang memiliki pemerintahan sendiri, sehingga potensi yang ada di wilayahnya merupakan hak bagi pemerintahan desa dan masyarakat. Potensi yang ada...
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
Wisata Bongan saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa wisata ini memiliki beragam potensi wisata, baik itu ...
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Kapasitas pelaku desa wisata di Indonesia umumnya masih rendah terutama para pelaku wisata di desa wisata. Rendahnya kapasitas tersebut dapat dilihat dari pelaku desa wisata yang b...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pembuatan Sistem Informasi Wisata “Go-Selotapak” Berbasis Android
Pembuatan Sistem Informasi Wisata “Go-Selotapak” Berbasis Android
Abstract—Selotapak Village is one of the tourist villages in Trawas. Selotapak Village develops tourism based on natural potential and community empowerment. Therefore, tourist sit...
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang (mitra) yang: (1) masih fokus...
Pemaknaan Potensi Lokal di Desa Wisata Rawabogo Kabupaten Bandung
Pemaknaan Potensi Lokal di Desa Wisata Rawabogo Kabupaten Bandung
Abstract. The tourism potential of Rawabogo Village became one of the urgencies after the establishment of the tourism village title in the village. Rawabogo Village, which is loca...

Back to Top