Javascript must be enabled to continue!
Pemaknaan Potensi Lokal di Desa Wisata Rawabogo Kabupaten Bandung
View through CrossRef
Abstract. The tourism potential of Rawabogo Village became one of the urgencies after the establishment of the tourism village title in the village. Rawabogo Village, which is located in Ciwidey District, has been designated as a tourism village since 2011 with the potential for the Gunung Nagara Padang Site. However, until now this potential has not shown significant development. Rawabogo Tourism Village needs to explore the meaning of this phenomenon in order to know the real local potential. Based on this phenomenon, the method needed in addition to the instrumental concept (disstantiation) is also required for its meaning (appropriation). This research method uses a symbolic hermeneutic approach (Paul Ricoeur) which offers a new paradigm in the field of tourism village planning. This approach describes the meaning by combining "explanation" and "understanding" of the information unit to produce meaning of local potential through a process of disstantiation and appropriation in accordance with the needs of meaning in the Rawabogo Tourism Village. The results of the analysis resulted in the meaning of the local potential of the Rawabogo Tourism Village, namely culture as the identity of the cultural community and the potential attractiveness of Rawabogo Village, Gunung Nagara Padang as a characteristic of Rawabogo Village, and the diversity of attractions as an opportunity for Rawabogo Tourism Village. The meaning of the local potential can be an option for the direction of the tourism potential of the Rawabogo Tourism Village.
Abstrak. Potensi wisata Desa Rawabogo menjadi salah satu urgensi setelah ditetapkannya gelar desa wisata pada desa tersebut. Desa Rawabogo yang berlokasi di Kecamatan Ciwidey telah ditetapkan menjadi desa wisata sejak tahun 2011 dengan potensi adanya Situs Gunung Nagara Padang. Namun hingga kini potensi tersebut belum menunjukkan perkembangan signifikan. Desa Wisata Rawabogo perlu menggali pemaknaan fenomena tersebut agar dapat mengetahui potensi lokal sebenarnya. Berdasarkan fenomena tersebut maka metode yang dibutuhkan selain pada konsep instrumentalnya (distansiasi) diperlukan juga pemaknaannya (apropriasi). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutik simbolis (Paul Ricoeur) yang menjadi penawaran paradigma baru dalam bidang perencanaan desa wisata. Pendekatan tersebut mendeskripsikan pemaknaan dengan menggabungkan antara “penjelasan” dan “pemahaman” atas unit informasi untuk menghasilkan pemaknaan potensi lokal melalui proses distansiasi dan apropriasi yang sesuai dengan kebutuhan pemaknaan di Desa Wisata Rawabogo. Hasil dari analisis menghasilkan pemaknaan potensi lokal Desa Wisata Rawabogo yaitu budaya sebagai identitas masyarakat budaya dan potensi daya tarik Desa Rawabogo, Gunung Nagara Padang sebagai ciri khas Desa Rawabogo, dan keberagaman daya tarik sebagai peluang Desa Wisata Rawabogo. Pemaknaan potensi lokal tersebut dapat menjadi opsi arah potensi wisata dari Desa Wisata Rawabogo.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Pemaknaan Potensi Lokal di Desa Wisata Rawabogo Kabupaten Bandung
Description:
Abstract.
The tourism potential of Rawabogo Village became one of the urgencies after the establishment of the tourism village title in the village.
Rawabogo Village, which is located in Ciwidey District, has been designated as a tourism village since 2011 with the potential for the Gunung Nagara Padang Site.
However, until now this potential has not shown significant development.
Rawabogo Tourism Village needs to explore the meaning of this phenomenon in order to know the real local potential.
Based on this phenomenon, the method needed in addition to the instrumental concept (disstantiation) is also required for its meaning (appropriation).
This research method uses a symbolic hermeneutic approach (Paul Ricoeur) which offers a new paradigm in the field of tourism village planning.
This approach describes the meaning by combining "explanation" and "understanding" of the information unit to produce meaning of local potential through a process of disstantiation and appropriation in accordance with the needs of meaning in the Rawabogo Tourism Village.
The results of the analysis resulted in the meaning of the local potential of the Rawabogo Tourism Village, namely culture as the identity of the cultural community and the potential attractiveness of Rawabogo Village, Gunung Nagara Padang as a characteristic of Rawabogo Village, and the diversity of attractions as an opportunity for Rawabogo Tourism Village.
The meaning of the local potential can be an option for the direction of the tourism potential of the Rawabogo Tourism Village.
Abstrak.
Potensi wisata Desa Rawabogo menjadi salah satu urgensi setelah ditetapkannya gelar desa wisata pada desa tersebut.
Desa Rawabogo yang berlokasi di Kecamatan Ciwidey telah ditetapkan menjadi desa wisata sejak tahun 2011 dengan potensi adanya Situs Gunung Nagara Padang.
Namun hingga kini potensi tersebut belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Desa Wisata Rawabogo perlu menggali pemaknaan fenomena tersebut agar dapat mengetahui potensi lokal sebenarnya.
Berdasarkan fenomena tersebut maka metode yang dibutuhkan selain pada konsep instrumentalnya (distansiasi) diperlukan juga pemaknaannya (apropriasi).
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutik simbolis (Paul Ricoeur) yang menjadi penawaran paradigma baru dalam bidang perencanaan desa wisata.
Pendekatan tersebut mendeskripsikan pemaknaan dengan menggabungkan antara “penjelasan” dan “pemahaman” atas unit informasi untuk menghasilkan pemaknaan potensi lokal melalui proses distansiasi dan apropriasi yang sesuai dengan kebutuhan pemaknaan di Desa Wisata Rawabogo.
Hasil dari analisis menghasilkan pemaknaan potensi lokal Desa Wisata Rawabogo yaitu budaya sebagai identitas masyarakat budaya dan potensi daya tarik Desa Rawabogo, Gunung Nagara Padang sebagai ciri khas Desa Rawabogo, dan keberagaman daya tarik sebagai peluang Desa Wisata Rawabogo.
Pemaknaan potensi lokal tersebut dapat menjadi opsi arah potensi wisata dari Desa Wisata Rawabogo.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
Wisata Bongan saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa wisata ini memiliki beragam potensi wisata, baik itu ...
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Kapasitas pelaku desa wisata di Indonesia umumnya masih rendah terutama para pelaku wisata di desa wisata. Rendahnya kapasitas tersebut dapat dilihat dari pelaku desa wisata yang b...
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
Kabupaten Lumajang memiliki sejumlah objek wisata yang relatif lengkap, mulai dari objek wisata alam (wisata tirta, hutan wisata, serta panorama alam), objek wisata buatan (taman r...
Upaya Peningkatan Fasilitas Wisata di Desa Wisata Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang
Upaya Peningkatan Fasilitas Wisata di Desa Wisata Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang
Modern lifestyle trends have significantly increased public interest in travel, driving a rise in tourist visits to both regional and international destinations. This growing deman...
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang (mitra) yang: (1) masih fokus...
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
Strategi Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Aling-Aling Desa Sambangan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Buleleng memiliki berbagai objek wisata yang dapat dinikmati oleh wi...

