Javascript must be enabled to continue!
Kajian Potensi Desa sebagai Aset dalam Pengembangan Desa Wisata Rawabogo
View through CrossRef
Abstract. Potential is an essential element that must exist in developing a tourist village. Rawabogo Village is one of the tourist villages in Bandung Regency, which has diverse potential, both natural and cultural. Behind this potential, Rawabogo Village still has potential that can be further explored and utilized to support the development of the Rawabogo Tourism Village. This study aims to further identify the potential of Rawabogo Village as an asset in keeping the Rawabogo Tourism Village through asset mapping developed by Jody Kretzmann and John McKnight. The method used in this research is descriptive qualitative with interactive analysis techniques. Data collection was conducted through interviews, observation, and documentation studies. The study results show that Rawabogo Village has a diversity of potential besides nature and culture that can develop to support the development of its tourist village. From asset mapping, it's known that Rawabogo Village possesses valuable assets are the diversity of abilities and skills of individuals and community groups as well as the existence of Mount Nagara Padang, especially the Megalithic Stone Site, which in addition to being a tourism potential is also the identity of Rawabogo Village.
Abstrak. Potensi merupakan unsur penting yang harus ada dalam pengembangan desa wisata. Desa Rawabogo merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Bandung yang memiliki keberagaman potensi baik alam maupun budayanya. Dibalik potensi tersebut, Desa Rawabogo masih memiliki potensi yang dapat digali lebih lanjut keberadaannya serta diberdayagunakan untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Rawabogo. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lebih lanjut mengenai keberadaan potensi yang dimiliki Desa Rawabogo sebagai asset dalam mendukung Desa Wisata Rawabogo melalui pemetaan asset yang dikembangkan oleh Jody Kretzmann and John McKnight. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis interaktif. Pengumpulan data pada penelitian dilakukan melalui metode wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan Desa Rawabogo memiliki keberagaman potensi selain alam serta budayanya yang dapat dikembangkan lagi untuk mendukung pengembangan desa wisatanya. Dari pemetaan asset diperoleh asset berharga yang dimiliki oleh Desa Rawabogo, yakni keberagaman kemampuan dan keterampilan dari setiap individu dan kelompok masyarakat serta adanya Gunung Nagara Padang terutama Situs Batu Megalitikum didalamnya yang selain menjadi potensi wisata juga menjadi identitas dari Desa Rawabogo itu sendiri.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Kajian Potensi Desa sebagai Aset dalam Pengembangan Desa Wisata Rawabogo
Description:
Abstract.
Potential is an essential element that must exist in developing a tourist village.
Rawabogo Village is one of the tourist villages in Bandung Regency, which has diverse potential, both natural and cultural.
Behind this potential, Rawabogo Village still has potential that can be further explored and utilized to support the development of the Rawabogo Tourism Village.
This study aims to further identify the potential of Rawabogo Village as an asset in keeping the Rawabogo Tourism Village through asset mapping developed by Jody Kretzmann and John McKnight.
The method used in this research is descriptive qualitative with interactive analysis techniques.
Data collection was conducted through interviews, observation, and documentation studies.
The study results show that Rawabogo Village has a diversity of potential besides nature and culture that can develop to support the development of its tourist village.
From asset mapping, it's known that Rawabogo Village possesses valuable assets are the diversity of abilities and skills of individuals and community groups as well as the existence of Mount Nagara Padang, especially the Megalithic Stone Site, which in addition to being a tourism potential is also the identity of Rawabogo Village.
Abstrak.
Potensi merupakan unsur penting yang harus ada dalam pengembangan desa wisata.
Desa Rawabogo merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Bandung yang memiliki keberagaman potensi baik alam maupun budayanya.
Dibalik potensi tersebut, Desa Rawabogo masih memiliki potensi yang dapat digali lebih lanjut keberadaannya serta diberdayagunakan untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Rawabogo.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lebih lanjut mengenai keberadaan potensi yang dimiliki Desa Rawabogo sebagai asset dalam mendukung Desa Wisata Rawabogo melalui pemetaan asset yang dikembangkan oleh Jody Kretzmann and John McKnight.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis interaktif.
Pengumpulan data pada penelitian dilakukan melalui metode wawancara, observasi dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan Desa Rawabogo memiliki keberagaman potensi selain alam serta budayanya yang dapat dikembangkan lagi untuk mendukung pengembangan desa wisatanya.
Dari pemetaan asset diperoleh asset berharga yang dimiliki oleh Desa Rawabogo, yakni keberagaman kemampuan dan keterampilan dari setiap individu dan kelompok masyarakat serta adanya Gunung Nagara Padang terutama Situs Batu Megalitikum didalamnya yang selain menjadi potensi wisata juga menjadi identitas dari Desa Rawabogo itu sendiri.
Related Results
Pemaknaan Potensi Lokal di Desa Wisata Rawabogo Kabupaten Bandung
Pemaknaan Potensi Lokal di Desa Wisata Rawabogo Kabupaten Bandung
Abstract. The tourism potential of Rawabogo Village became one of the urgencies after the establishment of the tourism village title in the village. Rawabogo Village, which is loca...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
Wisata Bongan saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa wisata ini memiliki beragam potensi wisata, baik itu ...
POTENSI DESA JATIROKE SEBAGAI DESA WISATA
POTENSI DESA JATIROKE SEBAGAI DESA WISATA
Desa Jatiroke selama perkembangannya hingga saat ini mempunyai beberapa masalah. Yang pertama adalah belum dikelolanya berbagai potensi desa yang sebenarnya dapat dikembangkan deng...
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Kapasitas pelaku desa wisata di Indonesia umumnya masih rendah terutama para pelaku wisata di desa wisata. Rendahnya kapasitas tersebut dapat dilihat dari pelaku desa wisata yang b...
Pemberdayaan Desa Wisata Melalui Kemas Ulang Informasi Potensi Desa Di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang
Pemberdayaan Desa Wisata Melalui Kemas Ulang Informasi Potensi Desa Di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang
Desa merupakan kesatuan masyarakat yang memiliki pemerintahan sendiri, sehingga potensi yang ada di wilayahnya merupakan hak bagi pemerintahan desa dan masyarakat. Potensi yang ada...
STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN DAERAH MELALUI PEMBERDAYAAN ASET DAERAH DI PROVINSI JAWA TENGAH
STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN DAERAH MELALUI PEMBERDAYAAN ASET DAERAH DI PROVINSI JAWA TENGAH
Proporsi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Tengah masih didominasi pajak daerah, yakni sebesar 83,36%. Sedangkan penerimaan bukan pajak sebesar 16,64% yang bera...

