Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMANDING

View through CrossRef
Stunting merupakan kondisi pada balita yang memiliki panjang badan atau tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan usianya. Nutrisi yang diperoleh sejak lahir tentunya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhannya termasuk resiko terjadinya stunting. Tidak dilakukanya pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan dapat menjadi salah satu faktor penyebab stunting karena nutrisinya didak tercukupi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di Desa Bektiharjo Dusun Medokan wilayah kerja Puskesmas Semanding. Desain penelitiaan yang digunakan adalah korelasi. Populasi pada penelitia ini adalah semua orang tua yang memiliki balita yang ada di desa Bektiharjo Dusun Medokan wilayah kerja Puskesmas Semanding. Besar sampel 62 orang, Teknik sampling menggunakan probability sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner, yang di analisis menggunakan uji korelasi Chi-Square. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa balita yang tidak diberikan ASI Eksklusif sebagian besar mengalami stunting yaitu sebesar 70%. Berdasarkan hasil uji korelasi Chi-Square didapatkan nilai signifikan dengan hasil yang diperoleh yaitu p=0,036 yang berarti p=<0,05, maka ada hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian ASI Eksklusif pada balita sangat penting artinya balita yang tidak diberikan ASI Eksklusif berpeluang lebih besar mengalami stunting jika dibandingkan dengan balita yang diberikan ASI secara eksklusif.
Title: HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMANDING
Description:
Stunting merupakan kondisi pada balita yang memiliki panjang badan atau tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan usianya.
Nutrisi yang diperoleh sejak lahir tentunya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhannya termasuk resiko terjadinya stunting.
Tidak dilakukanya pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan dapat menjadi salah satu faktor penyebab stunting karena nutrisinya didak tercukupi.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di Desa Bektiharjo Dusun Medokan wilayah kerja Puskesmas Semanding.
Desain penelitiaan yang digunakan adalah korelasi.
Populasi pada penelitia ini adalah semua orang tua yang memiliki balita yang ada di desa Bektiharjo Dusun Medokan wilayah kerja Puskesmas Semanding.
Besar sampel 62 orang, Teknik sampling menggunakan probability sampling.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner, yang di analisis menggunakan uji korelasi Chi-Square.
Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa balita yang tidak diberikan ASI Eksklusif sebagian besar mengalami stunting yaitu sebesar 70%.
Berdasarkan hasil uji korelasi Chi-Square didapatkan nilai signifikan dengan hasil yang diperoleh yaitu p=0,036 yang berarti p=<0,05, maka ada hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita.
Hal ini menunjukkan bahwa pemberian ASI Eksklusif pada balita sangat penting artinya balita yang tidak diberikan ASI Eksklusif berpeluang lebih besar mengalami stunting jika dibandingkan dengan balita yang diberikan ASI secara eksklusif.

Related Results

1035325 Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Ekslusif
1035325 Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Ekslusif
Pemberian ASI Eksklusif  adalah pemberian ASI saja pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain. Menyusui merupakan investasi terbaik untuk k...
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Latar Belakang: Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2020, ...
Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang
Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang
Latar belakang: Stunting merupakan status kurang gizi yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat karena malnutrisi jangka panjang. Stunting disebut ...
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Abstract. Low Birth Weight (LBW) has a stunting risk factor of 4.24 times compared to normal birth weight. Inadequate nutritional factors such as improper feeding patterns, can aff...
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA
Abstrak Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup menjadi perhatian di Indonesia saat ini. Stunting menjadi permasalahan karena berhubungan dengan meningkatn...

Back to Top