Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

1035325 Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Ekslusif

View through CrossRef
Pemberian ASI Eksklusif  adalah pemberian ASI saja pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain. Menyusui merupakan investasi terbaik untuk kelangsungan hidup serta meningkatkan kesehatan, perkembangan sosial, ekonomi individu dan bangsa. Walaupun angka inisiasi menyusui secara global relatif tinggi, tapi hanya 40% dari semua Bayi dibawah umur 6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif dan 45% yang mendapatkan ASI sampai usia 24 bulan.Praktik menyusui secara optimal menurut rekomendasi, dapat mencegah lebih dari 823.000 kematian Anak dan 20.000 kematian Ibu setiap tahun.Menurut World Health Assembly (WHA),Target pemberian ASI  yaitu minimal pemberian 50% ASI Eksklusif selama usia 6 bulan saat mencapai tahun 2025 Menurut data Kementrian Kesehatan (2018), Indonesia memiliki cakupan bayi mendapat ASI eksklusif tahun 2018 yaitu sebesar 68,74%. Angka tersebut sudah melampaui target Renstra tahun 2018 yaitu 47%. Persentase tertinggi cakupan pemberian ASI eksklusif terdapat pada Provinsi Jawa Barat (90,79%), sedangkan persentase terendah terdapat di Provinsi Gorontalo (30,71). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor apa saja yang  berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif di puskesmas social Palembang Tahun 2019 . Metode penelitian menggunakan desain cross sectional dan menggunakan teknik wawancara dengan menggunakan kuesioner, populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang menyusui yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yang datang ke puskesmas social Tahun 2019, sampel penelitian ini yaitu 33 responden.Analisa data di lakukan meliputi Analisa Univariat dan Analisa Bivariat. Hasil penelitian menunjukan distribusi responden yang Berpendidikan tinggi sebanyak 20 responden  (60,6%) Sedangkan distribusi responden yang bekerja (57,6%) serta sikap positif berjumlah 18 Responden  (54,5%) respondenDari hasil Analisa Bivariat  ada hubungan yang bermakna antara faktor pendidikan ,  pekerjaan ibu serta sikap ibu tentang pemberian ASI Eksklusif. Penelitian ini Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang ASI Eksklusif sehingga para ibu memiliki pengetahuan yang baik terhadap pemberian ASI Eksklusif.Pemberian ASI Eksklusif  adalah pemberian ASI saja pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain. Menyusui merupakan investasi terbaik untuk kelangsungan hidup serta meningkatkan kesehatan, perkembangan sosial, ekonomi individu dan bangsa. Walaupun angka inisiasi menyusui secara global relatif tinggi, tapi hanya 40% dari semua Bayi dibawah umur 6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif dan 45% yang mendapatkan ASI sampai usia 24 bulan.Praktik menyusui secara optimal menurut rekomendasi, dapat mencegah lebih dari 823.000 kematian Anak dan 20.000 kematian Ibu setiap tahun.Menurut World Health Assembly (WHA),Target pemberian ASI  yaitu minimal pemberian 50% ASI Eksklusif selama usia 6 bulan saat mencapai tahun 2025 Menurut data Kementrian Kesehatan (2018), Indonesia memiliki cakupan bayi mendapat ASI eksklusif tahun 2018 yaitu sebesar 68,74%. Angka tersebut sudah melampaui target Renstra tahun 2018 yaitu 47%. Persentase tertinggi cakupan pemberian ASI eksklusif terdapat pada Provinsi Jawa Barat (90,79%), sedangkan persentase terendah terdapat di Provinsi Gorontalo (30,71). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor apa saja yang  berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif di puskesmas social Palembang Tahun 2019 . Metode penelitian menggunakan desain cross sectional dan menggunakan teknik wawancara dengan menggunakan kuesioner, populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang menyusui yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yang datang ke puskesmas social Tahun 2019, sampel penelitian ini yaitu 33 responden.Analisa data di lakukan meliputi Analisa Univariat dan Analisa Bivariat. Hasil penelitian menunjukan distribusi responden yang Berpendidikan tinggi sebanyak 20 responden  (60,6%) Sedangkan distribusi responden yang bekerja (57,6%) serta sikap positif berjumlah 18 Responden  (54,5%) respondenDari hasil Analisa Bivariat  ada hubungan yang bermakna antara faktor pendidikan ,  pekerjaan ibu serta sikap ibu tentang pemberian ASI Eksklusif. Penelitian ini Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang ASI Eksklusif sehingga para ibu memiliki pengetahuan yang baik terhadap pemberian ASI Eksklusif.
Title: 1035325 Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Ekslusif
Description:
Pemberian ASI Eksklusif  adalah pemberian ASI saja pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain.
Menyusui merupakan investasi terbaik untuk kelangsungan hidup serta meningkatkan kesehatan, perkembangan sosial, ekonomi individu dan bangsa.
Walaupun angka inisiasi menyusui secara global relatif tinggi, tapi hanya 40% dari semua Bayi dibawah umur 6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif dan 45% yang mendapatkan ASI sampai usia 24 bulan.
Praktik menyusui secara optimal menurut rekomendasi, dapat mencegah lebih dari 823.
000 kematian Anak dan 20.
000 kematian Ibu setiap tahun.
Menurut World Health Assembly (WHA),Target pemberian ASI  yaitu minimal pemberian 50% ASI Eksklusif selama usia 6 bulan saat mencapai tahun 2025 Menurut data Kementrian Kesehatan (2018), Indonesia memiliki cakupan bayi mendapat ASI eksklusif tahun 2018 yaitu sebesar 68,74%.
Angka tersebut sudah melampaui target Renstra tahun 2018 yaitu 47%.
Persentase tertinggi cakupan pemberian ASI eksklusif terdapat pada Provinsi Jawa Barat (90,79%), sedangkan persentase terendah terdapat di Provinsi Gorontalo (30,71).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor apa saja yang  berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif di puskesmas social Palembang Tahun 2019 .
Metode penelitian menggunakan desain cross sectional dan menggunakan teknik wawancara dengan menggunakan kuesioner, populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang menyusui yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yang datang ke puskesmas social Tahun 2019, sampel penelitian ini yaitu 33 responden.
Analisa data di lakukan meliputi Analisa Univariat dan Analisa Bivariat.
Hasil penelitian menunjukan distribusi responden yang Berpendidikan tinggi sebanyak 20 responden  (60,6%) Sedangkan distribusi responden yang bekerja (57,6%) serta sikap positif berjumlah 18 Responden  (54,5%) respondenDari hasil Analisa Bivariat  ada hubungan yang bermakna antara faktor pendidikan ,  pekerjaan ibu serta sikap ibu tentang pemberian ASI Eksklusif.
Penelitian ini Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang ASI Eksklusif sehingga para ibu memiliki pengetahuan yang baik terhadap pemberian ASI Eksklusif.
Pemberian ASI Eksklusif  adalah pemberian ASI saja pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain.
Menyusui merupakan investasi terbaik untuk kelangsungan hidup serta meningkatkan kesehatan, perkembangan sosial, ekonomi individu dan bangsa.
Walaupun angka inisiasi menyusui secara global relatif tinggi, tapi hanya 40% dari semua Bayi dibawah umur 6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif dan 45% yang mendapatkan ASI sampai usia 24 bulan.
Praktik menyusui secara optimal menurut rekomendasi, dapat mencegah lebih dari 823.
000 kematian Anak dan 20.
000 kematian Ibu setiap tahun.
Menurut World Health Assembly (WHA),Target pemberian ASI  yaitu minimal pemberian 50% ASI Eksklusif selama usia 6 bulan saat mencapai tahun 2025 Menurut data Kementrian Kesehatan (2018), Indonesia memiliki cakupan bayi mendapat ASI eksklusif tahun 2018 yaitu sebesar 68,74%.
Angka tersebut sudah melampaui target Renstra tahun 2018 yaitu 47%.
Persentase tertinggi cakupan pemberian ASI eksklusif terdapat pada Provinsi Jawa Barat (90,79%), sedangkan persentase terendah terdapat di Provinsi Gorontalo (30,71).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor apa saja yang  berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif di puskesmas social Palembang Tahun 2019 .
Metode penelitian menggunakan desain cross sectional dan menggunakan teknik wawancara dengan menggunakan kuesioner, populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang menyusui yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yang datang ke puskesmas social Tahun 2019, sampel penelitian ini yaitu 33 responden.
Analisa data di lakukan meliputi Analisa Univariat dan Analisa Bivariat.
Hasil penelitian menunjukan distribusi responden yang Berpendidikan tinggi sebanyak 20 responden  (60,6%) Sedangkan distribusi responden yang bekerja (57,6%) serta sikap positif berjumlah 18 Responden  (54,5%) respondenDari hasil Analisa Bivariat  ada hubungan yang bermakna antara faktor pendidikan ,  pekerjaan ibu serta sikap ibu tentang pemberian ASI Eksklusif.
Penelitian ini Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang ASI Eksklusif sehingga para ibu memiliki pengetahuan yang baik terhadap pemberian ASI Eksklusif.

Related Results

Hubungan Pekerjaan dengan Keberhasilan Pemberian ASI Ekslusif di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman
Hubungan Pekerjaan dengan Keberhasilan Pemberian ASI Ekslusif di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman
Latar belakang : ASI Eksklusif adalah pemberian ASI kepada bayi tanpa makananan dan minuman pendamping(termasuk air jeruk,madu,air gula)yang dimulai sejak bayi baru lahir sampai de...
PENDIDIKAN IBU BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF
PENDIDIKAN IBU BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF
ABSTRAK  Latar Belakang Asi Eksklufif adalah nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan mental dan intelektual serta meningkatkan daya tahan tubuh ...
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil tentang Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil tentang Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi
ASI Ekslusif adalah air susu ibu yang diberikan kepadaseorang anak tanpa makanan atau cairan tambahan bahkan air,kecuali larutan rehidrasi oral, tetes, sirup vitamin, mineral atauo...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU MENYUSUI DALAM UPAYA PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMBANG LAPAN
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU MENYUSUI DALAM UPAYA PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMBANG LAPAN
Latar Belakang: Persentase pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif pada bayi usia kurang dari 6 bulan di Kalimantan Tengah di tahun 2021 hanya 55,98%. Data Kabupaten Gunung Mas pada...
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI KLINIK BUDI MULIA PALEMBANG TAHUN 2014
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI KLINIK BUDI MULIA PALEMBANG TAHUN 2014
  ABSTRACT [According to WHO Exlusive Breast Feeding is explains that giving breastfeeding to babies aged 0 to 6 months withouth the other supplement. Based on the resu...
PENGARUH MANAJEMEN LAKTASI TERHADAP KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA BUSUI YANG BEKERJA
PENGARUH MANAJEMEN LAKTASI TERHADAP KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA BUSUI YANG BEKERJA
Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi. ASI terbukti aman, bersih, dan mengandung antibodi yang berguna untuk melindungi bayi dari berbagai macam penyakit. Pada awa...

Back to Top