Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGGUNAAN DAUN STEVIA SEBAGAI PEMANIS DALAM PEMBUATAN SIRUP EMPON-EMPON

View through CrossRef
Negara Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan flora dan fauna terbesar di dunia. Banyak diantanya yang masuk kategori tumbuhan obat. Temu-temuan ini dalam istilah bahasa jawa disebut empon-empon, asal katanya adalah empu yang berarti rimpang induk atau akar tinggal. Sirup merupakan salah satu produk olahan cair yang dikonsumsi sebagian besar orang sebagai minuman pelepas dahaga. Sirup adalah sediaan pekat dalam air dari gula atau pengganti gula dengan atau tanpa bahan tambahan, bahan pewangi, dan zat aktif sebagai obat. Daun stevia adalah pemanis alami yang memiliki nilai kalori rendah dengan tingkat kemanisan 100-200 kali kemanisan sukrosa dan tidak mempunyai efek karsinogenik yang dapat ditimbulkan oleh pemanis buatan. Kandungan fitokimia daun stevia terbesar adalah glikosida, steroid dan tannin. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisikokimia sirup empon empon dengan  penambahan daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) terhadap sifat organoleptik. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 jenis perlakuan pembuatan terdiri dari 25%, 50%, 75% dan 100% penambahan daun stevia. Pengujian fisikokimia pH, total gula  dan viskositas dilakukan di labolatorium dan uji organoleptik dilakukan oleh 26 panelis mahasiswa gizi. Analisis Kruskall Wallis uji organoleptik terhadap warna dan tingkat kesukaan menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p 0,000<α 0,05), sedangkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap aroma (p 0,647>α 0,05), rasa (p 0,634>α 0,05), dan kekentalan (p 0,423>α 0,05). Sebanyak 2,54% panelis menyukai produk sirup empon empon pada perlakuan S2. Dalam uji organoleptik terdapat perbedaan terhadap warna dan tingkat kesukaan karena pengaruh dari perbedaan komposisi bahan yang digunakan.
Title: PENGGUNAAN DAUN STEVIA SEBAGAI PEMANIS DALAM PEMBUATAN SIRUP EMPON-EMPON
Description:
Negara Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan flora dan fauna terbesar di dunia.
Banyak diantanya yang masuk kategori tumbuhan obat.
Temu-temuan ini dalam istilah bahasa jawa disebut empon-empon, asal katanya adalah empu yang berarti rimpang induk atau akar tinggal.
Sirup merupakan salah satu produk olahan cair yang dikonsumsi sebagian besar orang sebagai minuman pelepas dahaga.
Sirup adalah sediaan pekat dalam air dari gula atau pengganti gula dengan atau tanpa bahan tambahan, bahan pewangi, dan zat aktif sebagai obat.
Daun stevia adalah pemanis alami yang memiliki nilai kalori rendah dengan tingkat kemanisan 100-200 kali kemanisan sukrosa dan tidak mempunyai efek karsinogenik yang dapat ditimbulkan oleh pemanis buatan.
Kandungan fitokimia daun stevia terbesar adalah glikosida, steroid dan tannin.
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisikokimia sirup empon empon dengan  penambahan daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) terhadap sifat organoleptik.
Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 jenis perlakuan pembuatan terdiri dari 25%, 50%, 75% dan 100% penambahan daun stevia.
Pengujian fisikokimia pH, total gula  dan viskositas dilakukan di labolatorium dan uji organoleptik dilakukan oleh 26 panelis mahasiswa gizi.
Analisis Kruskall Wallis uji organoleptik terhadap warna dan tingkat kesukaan menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p 0,000<α 0,05), sedangkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap aroma (p 0,647>α 0,05), rasa (p 0,634>α 0,05), dan kekentalan (p 0,423>α 0,05).
Sebanyak 2,54% panelis menyukai produk sirup empon empon pada perlakuan S2.
Dalam uji organoleptik terdapat perbedaan terhadap warna dan tingkat kesukaan karena pengaruh dari perbedaan komposisi bahan yang digunakan.

Related Results

Perbandingan Pemberian Pemanis Stevia Rebaudiana Sediaan Serbuk dan Cair terhadap Peningkatan Kadar Gula Darah pada Kelompok Dewasa Muda
Perbandingan Pemberian Pemanis Stevia Rebaudiana Sediaan Serbuk dan Cair terhadap Peningkatan Kadar Gula Darah pada Kelompok Dewasa Muda
Abstract. Type 2 diabetes mellitus (DM) in young adults is on the rise. This disease is caused by insulin resistance such as an unhealthy lifestyle, a high-sugar diet, and lack of ...
Potensi Stevia (Stevia rebaudiana) sebagai Suplemen Nondiabetik Penunjang Terapi bagi Penderita Diabetes Mellitus Tipe II
Potensi Stevia (Stevia rebaudiana) sebagai Suplemen Nondiabetik Penunjang Terapi bagi Penderita Diabetes Mellitus Tipe II
Diabetes Mellitus tipe II merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Penderita Diabetes Mellitus harus mengontrol kadar gula darah mereka d...
PKM KELOMPOK BUDIDAYA TANAMAN TEMU-TEMUAN DAN EMPON-EMPON UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH DI MASA PANDEMI COVID-19
PKM KELOMPOK BUDIDAYA TANAMAN TEMU-TEMUAN DAN EMPON-EMPON UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH DI MASA PANDEMI COVID-19
Pengembangan tanaman temu-temuan dan empon-empon organik memiliki prospek yang sangat cerah dan menjanjikan karena terbukti mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai pe...
Penggunaan Ekstrak Dari Tiga Jenis Daun Jati (Daun Jati Lokal, Daun Jati Super, dan Daun Jati Belanda) sebagai Pewarna Alami pada Sirup
Penggunaan Ekstrak Dari Tiga Jenis Daun Jati (Daun Jati Lokal, Daun Jati Super, dan Daun Jati Belanda) sebagai Pewarna Alami pada Sirup
Daun jati merupakan salah satu jenis tumbuhan yang dapat menghasilkan pewarna alami dan tumbuhan yang dianggap sebagai limbah karena pemanfaatannya yang masih kurang oleh masyaraka...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
Budidaya Empon-Empon dan Praktik Pembuatan Jamu pada Siswa Sekolah Menengah Pertama
Budidaya Empon-Empon dan Praktik Pembuatan Jamu pada Siswa Sekolah Menengah Pertama
Kegiatan budidaya empon-empon di Kabupaten Banyumas sudah menjadi tradisi budaya dalam bentuk kearifan lokal, yang didefinisikan sebagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas ...
ANALISIS PERBEDAAN PEMBUATAN MINUMAN SIRUP ANDALIMAN (ZANTHOXYLUM ACANTHODIUM DC) DENGAN PERBEDAAN PENGGUNAAN JENIS JAHE DAN JENIS GULA
ANALISIS PERBEDAAN PEMBUATAN MINUMAN SIRUP ANDALIMAN (ZANTHOXYLUM ACANTHODIUM DC) DENGAN PERBEDAAN PENGGUNAAN JENIS JAHE DAN JENIS GULA
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah. Upaya pencegahan penyakit ini dapat dilakukan melalui produk inovasi pa...
KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA SIRUP MANGROVE PIDADA DENGAN PENAMBAHAN CMC DAN LAMA PEMANASAN
KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA SIRUP MANGROVE PIDADA DENGAN PENAMBAHAN CMC DAN LAMA PEMANASAN
Sirup adalah sari buah pekat yang diperoleh dengan cara pengepresan daging buah dan dilanjutkan dengan pemekatan baik dengan cara pendidihan biasa maupun dengan cara lain seperti p...

Back to Top