Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perbandingan Pemberian Pemanis Stevia Rebaudiana Sediaan Serbuk dan Cair terhadap Peningkatan Kadar Gula Darah pada Kelompok Dewasa Muda

View through CrossRef
Abstract. Type 2 diabetes mellitus (DM) in young adults is on the rise. This disease is caused by insulin resistance such as an unhealthy lifestyle, a high-sugar diet, and lack of physical activity. The use of artificial sweeteners can be one of the sugar substitutes, but its side effects are still controversial. Stevia rebaudiana, a natural sweetener, offers a healthy alternative as it does not increase blood sugar levels. This study aims to compare the effects of stevia in powder and liquid form on blood sugar levels in young adults. This study used a quasi-experimental design, the research sample was young adults taken using purposive sampling technique. The samples were divided into 4 groups, namely, the group without any sweetener (K-), the group given granulated sugar (K+), the powder stevia group (K1), and the liquid stevia group (K2). Blood sugar levels were measured before and 30 minutes after treatment. Data were tested with Repeated ANOVA, Pairwise Comparisons and Paired T. The results showed that the average increase in blood sugar in groups K-, K+, K1, K2 was -3.41, 26.77, 0.23, -2.82 respectively. The statistical test results showed that there was no significant difference between K1 and K2 on the increase in blood sugar of respondents with a value of p = 0.997, but there was a significant difference in the increase in blood sugar between K + with K1 and K2 with a value of p = 0.000. The significant difference between the K+ group and the stevia group indicate the potential of Stevia rebaudiana in regulating blood sugar levels, but there is no significant difference between the powder and liquid stevia groups, indicating that the dosage form of stevia does not significantly affect blood sugar levels. Abstrak. Diabetes Melitus (DM) tipe 2 pada dewasa muda terus meningkat. Penyakit ini disebabkan oleh resistensi insulin seperti gaya hidup tidak sehat, pola makan tinggi gula, serta kurang aktivitas fisik. Penggunaan pemanis buatan dapat menjadi salah satu pengganti gula, akan tetapi efek sampingnya masih kontroversi. Stevia rebaudiana, pemanis alami menawarkan alternatif sehat karena tidak meningkatkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan membandingkan efek stevia dalam bentuk serbuk dan cair terhadap kadar gula darah kelompok dewasa muda. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental kuasi, sampel penelitian merupakan dewasa muda yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dibagi menjadi 4 kelompok yaitu, kelompok tanpa diberikan pemanis apapun (K-), kelompok yang diberikan gula pasir (K+), kelompok stevia serbuk (K1), dan kelompok stevia cair (K2). Kadar gula darah diukur sebelum dan 30 menit setelah perlakuan. Data di uji dengan Repeated ANOVA, Pairwise Comparisons dan T Berpasangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan gula darah rata-rata pada kelompok K-, K+, K1, K2 berturut-turut sebesar -3.41, 26.77, 0.23, -2.82. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara K1 dan K2 terhadap peningkatan gula darah responden dengan nilai p = 0.997, namun terdapat perbedaan yang signifikan pada peningkatan gula darah antara K+ dengan K1 dan K2 dengan nilai p = 0.000. Perbedaan signifikan antara kelompok K+ dan kelompok stevia menunjukkan potensi Stevia rebaudiana dalam mengatur kadar gula darah, namun tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok stevia serbuk dan cair yang menunjukkan bahwa bentuk sediaan stevia tidak memengaruhi secara signifikan.
Title: Perbandingan Pemberian Pemanis Stevia Rebaudiana Sediaan Serbuk dan Cair terhadap Peningkatan Kadar Gula Darah pada Kelompok Dewasa Muda
Description:
Abstract.
Type 2 diabetes mellitus (DM) in young adults is on the rise.
This disease is caused by insulin resistance such as an unhealthy lifestyle, a high-sugar diet, and lack of physical activity.
The use of artificial sweeteners can be one of the sugar substitutes, but its side effects are still controversial.
Stevia rebaudiana, a natural sweetener, offers a healthy alternative as it does not increase blood sugar levels.
This study aims to compare the effects of stevia in powder and liquid form on blood sugar levels in young adults.
This study used a quasi-experimental design, the research sample was young adults taken using purposive sampling technique.
The samples were divided into 4 groups, namely, the group without any sweetener (K-), the group given granulated sugar (K+), the powder stevia group (K1), and the liquid stevia group (K2).
Blood sugar levels were measured before and 30 minutes after treatment.
Data were tested with Repeated ANOVA, Pairwise Comparisons and Paired T.
The results showed that the average increase in blood sugar in groups K-, K+, K1, K2 was -3.
41, 26.
77, 0.
23, -2.
82 respectively.
The statistical test results showed that there was no significant difference between K1 and K2 on the increase in blood sugar of respondents with a value of p = 0.
997, but there was a significant difference in the increase in blood sugar between K + with K1 and K2 with a value of p = 0.
000.
The significant difference between the K+ group and the stevia group indicate the potential of Stevia rebaudiana in regulating blood sugar levels, but there is no significant difference between the powder and liquid stevia groups, indicating that the dosage form of stevia does not significantly affect blood sugar levels.
Abstrak.
Diabetes Melitus (DM) tipe 2 pada dewasa muda terus meningkat.
Penyakit ini disebabkan oleh resistensi insulin seperti gaya hidup tidak sehat, pola makan tinggi gula, serta kurang aktivitas fisik.
Penggunaan pemanis buatan dapat menjadi salah satu pengganti gula, akan tetapi efek sampingnya masih kontroversi.
Stevia rebaudiana, pemanis alami menawarkan alternatif sehat karena tidak meningkatkan kadar gula darah.
Penelitian ini bertujuan membandingkan efek stevia dalam bentuk serbuk dan cair terhadap kadar gula darah kelompok dewasa muda.
Penelitian ini menggunakan desain eksperimental kuasi, sampel penelitian merupakan dewasa muda yang diambil menggunakan teknik purposive sampling.
Sampel dibagi menjadi 4 kelompok yaitu, kelompok tanpa diberikan pemanis apapun (K-), kelompok yang diberikan gula pasir (K+), kelompok stevia serbuk (K1), dan kelompok stevia cair (K2).
Kadar gula darah diukur sebelum dan 30 menit setelah perlakuan.
Data di uji dengan Repeated ANOVA, Pairwise Comparisons dan T Berpasangan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan gula darah rata-rata pada kelompok K-, K+, K1, K2 berturut-turut sebesar -3.
41, 26.
77, 0.
23, -2.
82.
Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara K1 dan K2 terhadap peningkatan gula darah responden dengan nilai p = 0.
997, namun terdapat perbedaan yang signifikan pada peningkatan gula darah antara K+ dengan K1 dan K2 dengan nilai p = 0.
000.
Perbedaan signifikan antara kelompok K+ dan kelompok stevia menunjukkan potensi Stevia rebaudiana dalam mengatur kadar gula darah, namun tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok stevia serbuk dan cair yang menunjukkan bahwa bentuk sediaan stevia tidak memengaruhi secara signifikan.

Related Results

Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Gula tergolong karbohidrat sederhana karena dapat larut dalam air dan langsung diserap oleh tubuh untuk diubah menjadi energi. Jenis gula yang digunakan pada penelitian ini yaitu g...
Potensi Stevia (Stevia rebaudiana) sebagai Suplemen Nondiabetik Penunjang Terapi bagi Penderita Diabetes Mellitus Tipe II
Potensi Stevia (Stevia rebaudiana) sebagai Suplemen Nondiabetik Penunjang Terapi bagi Penderita Diabetes Mellitus Tipe II
Diabetes Mellitus tipe II merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Penderita Diabetes Mellitus harus mengontrol kadar gula darah mereka d...
Efektifitas Teh Ciplukan (Physaws minima L) terhadap Diabetes Melitus
Efektifitas Teh Ciplukan (Physaws minima L) terhadap Diabetes Melitus
Indonesia merupakan suatu negara agraris (pertanian) yang kaya akan hasil alamnya. Kesuburan tanahnya memungkinkan berbagai jenis tumbuhan dapat ditanam dan dilestarikan dengan bai...
Pengaruh Sistem Penyimpanan Sediaan Farmasi pada Karakteristik Fisik di Apotek Dataran Rendah dan Dataran Tinggi
Pengaruh Sistem Penyimpanan Sediaan Farmasi pada Karakteristik Fisik di Apotek Dataran Rendah dan Dataran Tinggi
Penyimpanan persediaan farmasi harus mengikuti regulasi yang berlaku untuk menjaga kualitas dan mencegah kerusakan. Tujuannya menjaga kualitas, mencegah penyalahgunaan, dan mengelo...
PENGGUNAAN DAUN STEVIA SEBAGAI PEMANIS DALAM PEMBUATAN SIRUP EMPON-EMPON
PENGGUNAAN DAUN STEVIA SEBAGAI PEMANIS DALAM PEMBUATAN SIRUP EMPON-EMPON
Negara Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan flora dan fauna terbesar di dunia. Banyak diantanya yang masuk kategori tumbuhan obat. Temu-temuan ini dalam istilah bahasa...
HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN DIET DENGAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DM TIPE 2 PUSKESMAS TRAUMA CENTER SAMARINDA
HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN DIET DENGAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DM TIPE 2 PUSKESMAS TRAUMA CENTER SAMARINDA
Diabetes melitus adalah penyakit kronis dengan gangguan metabolisme yang bisa menyebabkan kurangnya insulin. Kepatuhan diet merupakan faktor yang memengaruhi kadar gula darah pende...

Back to Top