Javascript must be enabled to continue!
Budidaya Empon-Empon dan Praktik Pembuatan Jamu pada Siswa Sekolah Menengah Pertama
View through CrossRef
Kegiatan budidaya empon-empon di Kabupaten Banyumas sudah menjadi tradisi budaya dalam bentuk kearifan lokal, yang didefinisikan sebagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas hidup. Seiring perkembangan jaman tradisi budidya empon-empon dan pembuatan jamu tradisional mulai tidak dikenali generasi muda, olehkarenya diperlukan upaya pelestarian. Tujuan program ini mengenalkan dan melatih ketrampilan hardskill siswa SMP Maarif NU 1 Purwokerto dalam budidaya empon-empon dan membuat jamu tradisional. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan meliputi; koordinasi program, sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan serta evaluasi dan monitoring pelaksanaan kegiatan. Kegiatan ini telah diikuti sejumlah 32 siswa kelas IX SMP Maarif NU 1 Purwokerto, yang diawali dengan kegiatan pre test untuk mengukur pemahaman materi dan dilanjutkan penyuluhan dan praktik budidaya dan membuat jamu tradisional, serta diakhiri dengan post test. Peningkatan hasil pre test dan post test menjadi tolok ukur kelancaran dan keberhasilan program dengan peningkatan 25%. Selama kegiatan berlangsung mitra sangat antusias mengikuti dan telah memiliki perubahan dengan kemampuan mempraktekkan ketrampilan buddidaya empon-empon dan membuat jamu tardisional sebagai bentuk pelestarian lingkungan.
Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Title: Budidaya Empon-Empon dan Praktik Pembuatan Jamu pada Siswa Sekolah Menengah Pertama
Description:
Kegiatan budidaya empon-empon di Kabupaten Banyumas sudah menjadi tradisi budaya dalam bentuk kearifan lokal, yang didefinisikan sebagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas hidup.
Seiring perkembangan jaman tradisi budidya empon-empon dan pembuatan jamu tradisional mulai tidak dikenali generasi muda, olehkarenya diperlukan upaya pelestarian.
Tujuan program ini mengenalkan dan melatih ketrampilan hardskill siswa SMP Maarif NU 1 Purwokerto dalam budidaya empon-empon dan membuat jamu tradisional.
Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan meliputi; koordinasi program, sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan serta evaluasi dan monitoring pelaksanaan kegiatan.
Kegiatan ini telah diikuti sejumlah 32 siswa kelas IX SMP Maarif NU 1 Purwokerto, yang diawali dengan kegiatan pre test untuk mengukur pemahaman materi dan dilanjutkan penyuluhan dan praktik budidaya dan membuat jamu tradisional, serta diakhiri dengan post test.
Peningkatan hasil pre test dan post test menjadi tolok ukur kelancaran dan keberhasilan program dengan peningkatan 25%.
Selama kegiatan berlangsung mitra sangat antusias mengikuti dan telah memiliki perubahan dengan kemampuan mempraktekkan ketrampilan buddidaya empon-empon dan membuat jamu tardisional sebagai bentuk pelestarian lingkungan.
Related Results
PENGEMBANGAN PRODUK BAKERY DAN COOKIES BERBASIS EMPON-EMPON PADA UMKM CV. RAHARJO PUTRO (AMELIA BAKERY DAN COOKIES)
PENGEMBANGAN PRODUK BAKERY DAN COOKIES BERBASIS EMPON-EMPON PADA UMKM CV. RAHARJO PUTRO (AMELIA BAKERY DAN COOKIES)
ABSTRAKTanaman empon-empon merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia, akan tetapi pemanfaatan tanaman empon-empon masih sangat terbatas. Kebanyakan masyarakat menjual produ...
Optimalisasi Pembuatan Jamu Tradisional Berbahan Empon-empon Menggunakan Mesin Pemarut Semi-Otomatis
Optimalisasi Pembuatan Jamu Tradisional Berbahan Empon-empon Menggunakan Mesin Pemarut Semi-Otomatis
Proses pembuatan jamu oleh pengrajin jamu khususnya didaerah Bulakrejo kabupaten Sukoharjo dilakukan melalui pemarutan empon-empon secara manual. Hal demikian berimbas pada tingkat...
KOMPONEN MAKNA LEKSEM BERKONSEP �EMPON-EMPON� DALAM BAHASA JAWA (MEANING COMPONENT OF LEXEM THAT HAS �EMPON-EMPON� CONCEPT IN JAVANESE)
KOMPONEN MAKNA LEKSEM BERKONSEP �EMPON-EMPON� DALAM BAHASA JAWA (MEANING COMPONENT OF LEXEM THAT HAS �EMPON-EMPON� CONCEPT IN JAVANESE)
Penelitian ini berjudul Komponen Makna Leksem Berkonsep Empon-Empon dalam Bahasa Jawa. Teori yang digunakan ialah analisis komponen makna, dengan pendekatan intensional. Metodenya ...
PKM KELOMPOK BUDIDAYA TANAMAN TEMU-TEMUAN DAN EMPON-EMPON UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH DI MASA PANDEMI COVID-19
PKM KELOMPOK BUDIDAYA TANAMAN TEMU-TEMUAN DAN EMPON-EMPON UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH DI MASA PANDEMI COVID-19
Pengembangan tanaman temu-temuan dan empon-empon organik memiliki prospek yang sangat cerah dan menjanjikan karena terbukti mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai pe...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Inovasi Produk Jamu dan Strategi Komunikasi Visual: Pendampingan Kemandirian Ekonomi Santri Pondok Pesantren Yayasan Ar Rodiah Semarang
Inovasi Produk Jamu dan Strategi Komunikasi Visual: Pendampingan Kemandirian Ekonomi Santri Pondok Pesantren Yayasan Ar Rodiah Semarang
ABSTRAK Jamu merupakan warisan pengobatan herbal Nusantara yang memiliki potensi ekonomi besar namun sering kali tidak menarik minat generasi muda. Diperlukan inovasi produk dan st...
Pengenalan Pembuatan Es Lilin Beras Kencur dan Kunyit Asam dalam Upaya Meningkatkan Minat Minum Jamu Siswa SD
Pengenalan Pembuatan Es Lilin Beras Kencur dan Kunyit Asam dalam Upaya Meningkatkan Minat Minum Jamu Siswa SD
Jamu merupakan minuman tradisional yang kaya akan manfaat untuk Kesehatan, jamu dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit maupun dalam memelihara Kesehatan tubuh. Jamu dapat dimi...
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
Kegiatan budidaya dengan sistem keramba jaring apung (KJA), merupakan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan efesiensi, efektivitas, dan kontrol terhadap ikan yang dibudidayaka...

