Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Nilai pH Saliva pada Buruh Perokok di Pelabuhan Bitung

View through CrossRef
Abstract: Saliva is a complex fluid composed of a mixture of major and minor salivary glands in the oral cavity. The role of saliva is as a protective base between the lining of the oral cavity and toxins. Smoking can affect the physiological function of saliva because smoking destroys molecules in saliva that are useful in protecting the oral cavity, therefore, lack of sensitivity and changes in the sense receptor of taste occur. Saliva acidity setting includes protein, bicarbonate, and phosphate systems. This study was aimed to determine the salivary pH of the habitual smokers among the laborers at Bitung Port. This was an observational descriptive study using a cross sectional design. Respondents were 30 laborers (males and females) who were habitual smokers, aged 18-45 years old obtained by using purposive sampling technique. The results showed that 13 respondents (43.3%) had normal salivary pH (pH 6.4-7) and 17 respondents (56.7%) had basic salivary pH (pH >7). The average pH of all respondents was 7.18. Conclusion: Laborers who were habitual smokers at Bitung port had normal or basic salivary pH.Keywords: salivary pH, laborers, habitual smokers Abstrak: Saliva merupakan cairan mulut yang kompleks terdiri dari campuran sekresi kelenjar saliva mayor dan minor di dalam rongga mulut dan berperan sebagai pelindung basa antara lapisan mulut dan toksin. Saliva memiliki kemampuan dalam pengaturan derajat keasaman yang berperan penting dalam menjaga nilai pH di lingkungan mulut seseorang. Merokok dapat memengaruhi fisiologi saliva karena merokok dapat menghancurkan molekul dalam saliva yang berguna dalam melindungi rongga mulut sehingga akan menyebabkan kurangnya sensitivitas dan perubahan reseptor dari indra perasa. Pengaturan keasaman saliva meliputi sistem protein, bikarbonat, dan fosfat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH saliva pada buruh perokok di pelabuhan Bitung. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan menggunakan desain potong lintang. Subjek penelitian ini ialah buruh perokok di pelabuhan Bitung dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan berusia 18-45 tahun. Terdapat 30 responden yang diperoleh dengan mengunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian mendapatkan bahwa 13 responden (43,3%) dengan pH saliva normal (pH berkisar 6,4-7), dan 17 responden (56,7%) dengan pH basa (pH >7). Nilai rerata pH responden sebesar 7,18. Simpulan: Buruh perokok di pelabuhan Bitung memiliki pH saliva normal atau basa.Kata kunci: pH saliva, buruh, perokok
Title: Nilai pH Saliva pada Buruh Perokok di Pelabuhan Bitung
Description:
Abstract: Saliva is a complex fluid composed of a mixture of major and minor salivary glands in the oral cavity.
The role of saliva is as a protective base between the lining of the oral cavity and toxins.
Smoking can affect the physiological function of saliva because smoking destroys molecules in saliva that are useful in protecting the oral cavity, therefore, lack of sensitivity and changes in the sense receptor of taste occur.
Saliva acidity setting includes protein, bicarbonate, and phosphate systems.
This study was aimed to determine the salivary pH of the habitual smokers among the laborers at Bitung Port.
This was an observational descriptive study using a cross sectional design.
Respondents were 30 laborers (males and females) who were habitual smokers, aged 18-45 years old obtained by using purposive sampling technique.
The results showed that 13 respondents (43.
3%) had normal salivary pH (pH 6.
4-7) and 17 respondents (56.
7%) had basic salivary pH (pH >7).
The average pH of all respondents was 7.
18.
Conclusion: Laborers who were habitual smokers at Bitung port had normal or basic salivary pH.
Keywords: salivary pH, laborers, habitual smokers Abstrak: Saliva merupakan cairan mulut yang kompleks terdiri dari campuran sekresi kelenjar saliva mayor dan minor di dalam rongga mulut dan berperan sebagai pelindung basa antara lapisan mulut dan toksin.
Saliva memiliki kemampuan dalam pengaturan derajat keasaman yang berperan penting dalam menjaga nilai pH di lingkungan mulut seseorang.
Merokok dapat memengaruhi fisiologi saliva karena merokok dapat menghancurkan molekul dalam saliva yang berguna dalam melindungi rongga mulut sehingga akan menyebabkan kurangnya sensitivitas dan perubahan reseptor dari indra perasa.
Pengaturan keasaman saliva meliputi sistem protein, bikarbonat, dan fosfat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH saliva pada buruh perokok di pelabuhan Bitung.
Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan menggunakan desain potong lintang.
Subjek penelitian ini ialah buruh perokok di pelabuhan Bitung dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan berusia 18-45 tahun.
Terdapat 30 responden yang diperoleh dengan mengunakan teknik purposive sampling.
Hasil penelitian mendapatkan bahwa 13 responden (43,3%) dengan pH saliva normal (pH berkisar 6,4-7), dan 17 responden (56,7%) dengan pH basa (pH >7).
Nilai rerata pH responden sebesar 7,18.
Simpulan: Buruh perokok di pelabuhan Bitung memiliki pH saliva normal atau basa.
Kata kunci: pH saliva, buruh, perokok.

Related Results

PERBEDAAN DERAJAT KEASAMAN (pH) SALIVA PADA PEROKOK ELEKTRIK DAN NON-PEROKOK
PERBEDAAN DERAJAT KEASAMAN (pH) SALIVA PADA PEROKOK ELEKTRIK DAN NON-PEROKOK
Latar Belakang: Saliva merupakan suatu cairan di dalam tubuh manusia yang memiliki fungsi yang penting terhadap kesehatan rongga mulut yang dapat terpapar langsung rokok elektrik. ...
Analisis Perbandingan Sitomorfometrik Apusan Bukal pada Perokok dan Non Perokok
Analisis Perbandingan Sitomorfometrik Apusan Bukal pada Perokok dan Non Perokok
Abstract. Cigarettes contain harmful substances, mainly nicotine, tar and carbon monoxide (CO) which are also carc5inogenic.  Chemical substances in cigarettes can cause cellular c...
Pengembangan Model Matematika Dinamika Perokok Di Kota Bogor
Pengembangan Model Matematika Dinamika Perokok Di Kota Bogor
Masih tingginya kasus perokok di Kota Bogor menjadi alasan bagi masyarakat, praktisi kesehatan, pemerintah untuk mengambil langkah dan kebijakan yang tepat dalam mencegah meluasnya...
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Merokok sudah menjadi hal lazim yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Baik itu dari kalangan anak-anak  maupun orang tua.  Banyak orang yang merokok di dekat anggota keluargany...
Gambaran Pencabutan Gigi Permanen di Puskesmas Bitung Barat Kecamatan Maesa Kota Bitung Tahun 2012
Gambaran Pencabutan Gigi Permanen di Puskesmas Bitung Barat Kecamatan Maesa Kota Bitung Tahun 2012
ABSTRAKPencabutan gigi adalah proses pengeluaran gigi dari alveolus. Ada berbagai indikasi pencabutan gigi khususnya gigi permanen, namun yang paling sering disebabkan karena penya...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pengaruh air kelapa terhadap peningkatan pH saliva
Pengaruh air kelapa terhadap peningkatan pH saliva
Abstract: Dental caries is a disease that attacks the hard tooth tissue. One of the causes of dental caries is the acidogenic bacteria. The bacterial growth is influenced by the co...
Perbedaan rerata volume ekspirasi paksa satu detik pada perokok dan bukan perokok mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara
Perbedaan rerata volume ekspirasi paksa satu detik pada perokok dan bukan perokok mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara
Rokok merupakan salah satu produk tembakau ataupun sintetisnya yang dimaksudkan untuk dibakar, dihisap ataupun dihirup asapnya. Tembakau membunuh lebih dari 7 juta manusia setiap t...

Back to Top